has write 2692 articles | You are reading: Sumur Tua Sekolah - 606 Views

Namaku Felicia, biasa dipanggil feli dan aku sama sekali tidak tertarik dengan hantu, jin atau masih keluarganya bukan karena tidak percaya tapi karena cerita hantu dapat membuat sebuah imajinasi ketakutanku sendiri. Sederhana bukan, maka dari itu sejak kecil aku selalu menjaga jarak ketika ada beberapa temanku yang sedang berkumpul dan bercerita soal hantu. Tapi pada siang itu saat aku dan teman sepupuku david sedang bosan dikelas tanpa sengaja aku mendengar sebuah cerita hantu darinya. Saat itu david sedang cerita sebuah misteri sumur tua di sekolahku.

loading...

Memang dibelakang sekolahku ada sumur tua yang sudah tidak dipakai, sumur itu diberi pagar agar tidak ada orang yang mendekatinya. David melanjutkan ceritanya dengan suara yang lebih dipelankan, david bilang karena wanita itu meronta-ronta, wanita itu didorong dengan kawat berduri oleh si pelaku lalu tertusuk dan meninggal.

Mayat wanita itupun dibuang di sumur tua itu, konon arwahnya masih penasaran dan ingin balas dendam dan tanpa kusadari bulu kuduk sudah berdiri semua dan wajah david sudah berada didepanku sekarang. Dia langsung tertawa terbahak-bahak dengan ekspresiku yang ketakutan. Aku langsung meninju bahunya dengan keras, sambil mengusap-usap pundaknya david menekankan kalau cerita ini tidak dikarang olehnya.

Dia tau cerita ini dari tukang sumur disekolah, cerita dari david membuatku tidak dapat fokus pada pelajaran selanjutnya. Sampai selesai sekolah aku malah tertelan dengan imajinasiku sendiri. Sosok mayat perempuan itu dibunuh dan bagaimana mayatnya dibuang, bayangan-bayangan itu terus muncul berulang-ulang tanpa bisa aku cegah. Bahkan bayangan-bayangan itu masih ada dikepalaku hingga esok harinya. Saat itu jam 5:30 pagi dan aku sudah berada disekolah, aku termasuk diantara siswa-siswi yang masuk paling pagi disekolah.

Aku melakukannya bukan karena ingin belajar disekolah atau karena rumahku jauh tapi karena aku ingin sarapan dikantin sekolah. Keluargaku tidak pernah membuatkan sarapan pagi dan aku biasa diberikan uang jajan ekstra untuk sarapan diluar. Aku membuka pintu kelas yang pintunya masih tertutup rapat, terlihat sebuah bangku yang terbalik di atas meja dan belum ada yang datang lalu aku mengangkat bangku diatas meja lalu meletakannya kebawah.

Aku menyimpan tas lalu berjalan keluar kelas dan menuju kantin yang terpisah dari gedung kelas. Ketika berjalan, aku melihat suasana sekolah yang sangat sepi. Sepertinya murid yang datang baru aku seorang, langit gelap dan rintikan hujan pada pagi itu tampaknya membuat para murid enggan beranjak dari kasur masing-masing. Dijalan setapak menuju kantin, aku menoleh ke arah sumur itu.

Bayangan sosok perempuan itu kembali muncul didalam benak. Aku langsung mempercepat langkahku menuju kantin, di kantin juga masih sepi penjual makanan yang baru buka cuma tukang nasi uduk dan tidak lama aku sudah duduk di meja kantin menyantap seporsi nasi uduk dengan ayam goreng. Setelah makan, aku berjalan menuju wastafel kantin untuk mencuci tangan. Wastafel kantin letaknya berseberangan dengan sumur itu.

Jadi mau tidak mau pandanganku kembali terpaku pada sumur itu dan waktu aku hendak menoleh untuk mengambil sabun sekilas dari dalam sumur itu ada sosok wajah tanpa tubuh dan rambut panjang yang sedang memperhatikanku. Astaga, aku reflek langsung menundukan wajahku ke wastafel dan aku langsung mematikan air lalu berjalan lagi ke arah kantin tanpa menoleh lagi ke sumur. Tukang nasi uduk itu menanyakan wajahku yang pucat dan ketakutan saat aku sedang membayar. Aku berkata dengan terbata-bata kalau habis melihat hantu disumur.

Tukang nasi uduk itu kaget dan langsung melihat ke arah sumur, dia bilang kalau disana tidak ada apapun. Sekarang aku berani melihat ke arah sumur itu, dan wajah perempuan yang kulihat tadi memang sudah menghilang. Aku menghela nafas panjang, namun hawa dingin terasa semakin menusuk padahal aku sudah memakai jaket tebal.

Kantin sekolahku bentuknya memang terbuka tanpa ada dinding dan jendela. Karena sudah tidak kuat dengan hawa dingin, aku memutuskan pergi masuk kedalam kelas untuk menghangatkan diri. Aku berjalan dengan cepat dari kantin menuju gedung sekolah. Saat melewati sumur awalnya aku tidak merasakan apapun tapi tiba-tiba seperti ada yang memanggilku.

Aku menolah ke belakang namun tidak ada siapa-siapa, dan tiba-tiba suara itu terdengar seperti suara orang minta tolong. Suara minta tolong itu ternyata berasal dari sumur, aku menelan ludah dan dari pagar sumur itu muncul dua pasang tangan. Tangan itu berpegangan pada pagar sumur seolah ada seseorang yang hendak memanjat keluar dari sana.

Gawat, pasti ada seseorang yang terpeleset ke arah sumur itu. Aku langsung berlari menuju ke sumur itu dan aku berhasil meraih salah satu tangannya dan menarik kuat keluar sambil berteriak minta tolong. Tapi tangan ini malah seakan menarik aku masuk ke dalam sumur. Astaga, orang ini seperti ingin ikut memasukan aku ke dalam sumur.

Saat itu aku hampir terjerembab kedalam sumur dan bisa melihat wajahnya. Sosok yang menarik aku itu adalah seorang perempuan, dan dia persis dengan yang tadi aku lihat. Perempuan itu wajahnya rusak, di pipinya banyak luka tusukan dan gesekan lalu matanya melotot kepadaku. Aku mencoba untuk berteriak tapi suaraku seperti tertahan.

Aku hanya bisa menangis sambil merengek kepadanya untuk meminta melepaskan aku. Anehnya, setelah aku merengek kepadanya dia langsung melonggarkan cengkramannya ditanganku. Matanya sudah tidak lagi melotot, matanya sekarang memancarkan ekspresi sedih. Dia melepaskan pegangan tangannya dan kembali masuk kedalam sumur.

Aku melongok ke dalam sumur dan yang aku lihat hanya kegelapan tanpa dasar. Barulah saat itu aku dapat berteriak, kemudian lari terbirit-birit. Tukang nasi uduk muncul dan heran melihat aku berlari ketakutan. Aku berkata, kalau aku diganggu lagi oleh hantu sumur yang tadi aku ceritakan kepadanya dan dia berjalan menuju sumur sambil melihat kedalam sumur itu.

Katanya dia tidak melihat apa-apa dan dia bilang mungkin yang tadi aku alami hanya khayalanku saja. Aku bisa membedakan mana khayalan dan mana yang bukan, aku berjalan kembali ke kelas dan duduk dibangku. Aku mulai ragu dengan apa yang aku alami, mungkinkah tadi itu hanya khayalanku saja dan tidak lama david datang dan duduk disebelahku.

Dia melihatku dan langsung kaget, “hey tangan lu kenapa?” aku melihat tanganku dan dikeduanya ada bekas cakaran kuku. Singkat cerita aku mengatakan kepada david, kalau aku diganggu oleh hantu penunggu sumur tua dan aku menceritakan kepadanya apa yang aku alami dari awal sampai akhir. David heran dibagian hantu itu memutuskan untuk kembali kedalam sumur, aku juga tidak habis pikir kenapa atau mungkin saja karena aku menangis dan meronta, hantu itu teringat pada peristiwa saat dia terbunuh dan langsung mengurungkan niatnya, ya mungkin saja seperti itu!

Agen Bola SBOBET

About me :

KCH Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)