Bersembunyi di Balik Peti Mati - 9 Views

Dulu waktu kecil aku pernah punya pengalaman yang menyeramkan tentang bersembunyi di balik peti mati, mungkin pengalaman ini tidak akan pernah bisa aku lupakan seumur hidupku. Pengalaman menyeramkan ini terjadi berpuluh-puluh tahun yang lalu ketika aku menghabiskan masa kecilku di daerah Batu Nunggal. Waktu itu aku masih berumur 8 tahun, dulu aku tidak pernah takut apapun bahkan jika ada anak laki yang nakal denganku. Aku sering membuat mereka sampai menangis, apalagi sampai yang namanya hantu.

Dulu aku menganggap hantu itu hanya ada di dalam televisi, akan tetapi perkiraanku ternyata salah. Sore itu aku sedang bermain petak umpet bersama temanku. Aku bersembunyi di sebuah halaman rumah yang kelihatannya seperti biasa saja, tapi asal kalian tahu waktu itu aku bersembunyi di sebuah halaman rumah yang tidak berpenghuni alias rumah kosong dan saat itu aku tidak berpikir apapun, yang aku tahu, aku harus bersembunyi agar tidak di ketahui dan di temukan oleh temanku.

Dari jauh aku mendengar suara temanku yang sedang mencariku, aku semakin panik karena suara temanku semakin dekat. Aku mulai celingak-celinguk mencari tempat yang lain dan tidak akan di temukan sampai mataku melihat sebuah tempat yang menurutku jika aku bersembunyi disitu pasti tidak akan pernah di temukan, yaitu di dalam rumah tersebut.

Aku bergegas masuk kedalam rumah itu, tanpa ada rasa takut sekalipun. Aku masuk kedalam rumah itu dan kebetulan rumah itu tidak di kunci. Pintu rumah agak rusak untuk di kunci ataupun di tutup, aku masuk kedalam rumah itu dan bersembunyi di dekat jendela supaya aku bisa mengintip dan benar saja dari jendela itu aku melihat temanku sedang mencariku.

Di belakangnya berdiri beberapa temanku yang sudah di temukan, mereka berjalan ke arahku dan mungkin mereka melihat bayanganku di kaca. Tanpa banyak gerakan, aku pun mencari tempat yang lain untuk bersembunyi. Mataku melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat tempat lain, rumah kosong itu cukup besar dan berdebu. Lantainya sudah banyak yang rusak dan selain itu aku melihat ada beberapa furniture yang sudah tidak berbentuk lagi.

loading...

Kursi tua yang reyot, lampu-lampu tua yang juga kotor sampai mataku mengarah kepada suatu benda dan benda itu seperti kotak peti panjang. Tidak terlalu besar, kotak itu tampak tersembunyi di bawah tangga rumah yang sudah hancur di bagian tengahnya dan membuat siapapun tidak bisa naik ke lantai atas. Aku hampiri kotak itu, kotak panjang yang tampak sangat aman untuk bersembunyi. Tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalamnya.

Kotak ini sangat nyaman, apalagi dasar kotak yang sangat lembut. Aku merebahkan diri di dalam kotak itu dan kepala menyentuh seperti bantalan penyangga. Sungguh sangat nyaman, tenang dan aku tiduran sambil menunggu teman-temanku menemukanku. 5 menit, 15 menit, aku mendengar suara orang melangkah dan suara teman-temanku mencariku.

Tapi kenapa mereka tidak menemukanku, aku senyum-senyum di dalam kotak. Kotak panjang itu yang di dalamnya seperti kasur, dan perlahan mataku terkantuk. Aku pun tertidur di dalam kotak itu, sampai astaga aku terbangun kaget. Entah berapa lama aku tertidur di dalam kotak itu, udara di dalam kotak itu semakin pengap dan aku mulai merasakan kedinginan.

Tanganku mendorong kotak penutup itu dan kotak yang aku tiduri itu tidak bisa terbuka. Aku terus mendorong dan memukul-mukul kotak itu. Di tengah kepanikan tersebut, aku mendengar seperti suara orang sedang menangis. Suara tangisan seorang perempuan, tapi aku tidak tahu dari mana asalnya dan aku terus mendorong kotak.

Waktu itu aku mengira suara tangisan itu berasal dari luar kotak, tapi ternyata bukan. Suara itu berasal dari dalam kotak ini, dan benar saja ketika aku mulai menyadari ternyata di bagian bawah kotak ini bukanlah busa. Melainkan aku tidur di atas tubuh seorang manusia, aku bisa merasakan bagian-bagian tubuhnya.

Perlahan aku melihat ke bagian atas dan seraut wajah menyeramkan muncul, wajah itu berwarna gelap dan sangat menyeramkan. Wajah tersebut tertutup sebuah kain putih dengan bagian atas yang terikat. Aku kemudian memperhatikan mukanya yang lebam dan tiba-tiba mata makhluk itu terbuka lebar dan dia menatap ke arahku.

Aku tidak tahu jam berapa, aku juga tidak tahu apakah temanku masih berada di rumah ini dan aku terus teriak minta tolong. Suasana di dalam kotak ini gelap, tapi kenapa wajah menyeramkan itu bisa terlihat jelas olehku. Samar-samar aku mendengar suara orang menangis lagi, kali ini lebih terdengar karena memang suara tangis itu berasal dari tubuh yang berada tepat di bawah tubuhku.

Aku terus mendorong kotak itu lalu suara tangis itu terdengar lebih kencang namun kotak ini masih belum mau terbuka. Aku memejamkan mata, seketika suasana menjadi hening. Aku mulai menggerakan bibirku, mulai membaca doa sambil dengan sekuat tenaga dan dengan satu tendangan akhirnya kotak itu terbuka. Suasana dalam rumah ini sangat gelap, sepertinya aku sudah tidur dalam beberapa jam. Aku membuka pintu dan benar saja memang sudah malam.

Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur di dalam kotak, cahaya bulan menembus pintu rumah itu dan cahaya langsung menyinari kotak tempat aku bersembunyi tadi lalu kotak tempat aku bersembunyi itu adalah peti untuk orang mati. Kemudian kotak itu bergerak-gerak dan dari kotak peti mati itu muncul sesosok makhluk yang tadi bersamaku di dalam kotak.

Sekujur tubuh makhluk itu terbungkus kain kafan putih, dengan muka yang lebam dan mata yang sudah terlihat hanya bulatan hitam. Aku terus berlari dan dalam hitungan detik, dia sudah ada di hadapanku dan aku terus berlari melewati makhluk itu. Sepertinya dia terus mengejarku, setelah berhasil keluar dari rumah itu.

Aku sangat kaget ketika aku sampai di rumah, ibu menyambutku dengan tangis histeris sambil memeluk aku dan bertanya terus menerus dari mana aku, kemana saja aku, sudah makan atau belum. Tapi aku hanya terdiam melihat pemandangan itu, abangku pun lalu memeluk aku dan ayahku berkali-kali sujud syukur lalu setelah aku sedikit remaja.

Ibuku lalu bercerita, kalau waktu itu aku sudah hilang berhari-hari dan ibu sempat menanyakan semua teman-temanku dan kata mereka aku sempat masuk kedalam rumah kosong itu. Dan dari situ aku baru tahu, kalau hantu itu ada dan katanya aku di sembunyikan oleh mereka. Aku masih sangat ingat dari kejadian masa kecilku, peti mati dan rumah kosong itu sampai sekarang aku masih tinggal di Batu Nunggal. Bahkan setiap hari aku masih sering lewat di depan rumah itu, kadang bayangan akan makhluk halus itu selalu hadir ketika aku melewati rumah itu.

Agen Bola SBOBET