Angkernya Sosok Penunggu Sekolahku

Hay para pembaca setia KCH dimana pun kalian berada, ketemu lagi nih sama Yara. Sebelumnya terima kasih buat admin KCH yang sudah mempublish cerita pertamaku yang berjudul “leak anjing berkepala babi“. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku yang aku beri judul angkernya sosok penunggu sekolahku. Cerita ini otomatis akan menjadi cerita ke-2 ku *hehe. Lets go to story, kejadian ini aku alami waktu aku duduk di bangku SMP tepatnya saat aku kelas 1 SMP untuk tanggal dan bulannya aku lupa, sekolahku ini memang terbilang sekolah elit atau mewah (bukan berarti mepet sawah ya) sekolahku ini begitu besar dan luas, kira-kira memiliki 12 bangunan.

Bangunan depan 2 lantai dengan 12 ruangan sedangkan bangunan yang lain ada yang memiliki 7 ruangan dan ada pula yang 4 ruangan. Kebayangkan luasnya seperti apa? *Hehe di sekolahku ini juga mempunyai 2 kolam ikan yang lumayan besar, 1 di dekat kantin dan satunya lagi di dekat mushola, oh iya di sekolah aku mengikuti ekstra kurikuler pramuka.

Nah disini nih awal kejadiannya, siang itu tepatnya hari sabtu siang saat sekolah, kami dapat pengumuman dari kakak pembina khususnya yang ikut ekskul pramuka akan berkemah di sekolah cuma semalam saja, dan katanya jam 4 sore kita sudah harus berkumpul di sekolah dengan membawa perlengkapan berkemah dan tentunya tidak lupa pula memakai seragam pramuka lengkap.

Jam 4 sore aku sudah berada di sekolah, tidak telat walupun teman-teman yang lain masih ada yang belum datang, setelah beberapa menit akhirnya sudah berkumpul juga semua anggota. Kami sepakat membuat tenda di lapangan upacara karena lapangan upacara ini luas banget dan terletak di tengah-tengah bangunan. Kami membangun 5 tenda, 1 tenda untuk pembina 2 tenda untuk putri dan 2 tenda lagi untuk putra.

Aku memilih tenda bagian tengah yang pintu kemahnya menghadap ke ruang Tata Usaha di tendaku ini beranggotakan 7 orang, sore itu sih rasanya biasa saja kami mengisi waktu dengan membentuk acara yang akan dilakukan selanjutnya. Dari sederetan acara tentunya ada juga acara jurit malam sekitar pukul 1:00 tengah malam. tak terasa sudah adzan waktunya untuk shalat magrib, aku and the geng (nia dan lina) *nama samaran teman-teman serta kakak pembina pergi ke mushola untuk shalat, sedangkan yang non muslim menunggu di tenda.

loading...

Saat itu yang non muslim ada 5 orang dan itu pun perempuan semua, karena belum terlalu gelap ya nggak apa-apa mereka di tinggal di tenda. Saat magrib tidak ada yang aneh dengan gedung bangunan sekolah ini, selesai shalat kami pun kembali ke tenda dan menyiapkan makanan walaupun hanya mie instan yang kami bawa dari rumah, biasalah anak pramuka tidak boleh manja.

Waktu itu aku dan lina yang bertugas mengambil air, kebetulan lina ini sepupu aku yang seumuran denganku dan kebetulan saja kami bersekolah di tempat yang sama. Kami mengambil air di kran pojok lapangan sebelah tempat parkir dan berdekatan dengan toilet perempuan yang katanya sih seram *hehe memang kelihatan seram sih pada malam hari karena lampu depan toilet tersebut juga sudah redup dan butuh di ganti, tapi ya sudah lah namanya juga lagi lapar, aku dan lina pun tidak memperdulikannya.

Kami hanya mengambil air menggunakan panci ukuran sedang dan ketika mengambil air kami di kagetkan dengan suara ketukan dari dalam kamar mandi. Aku dan lina saling bertatapan dengan penuh keheranan karena yang kami tahu semua anggota kan sedang berkumpul di tenda dan tidak ada yang ijin ke toilet, suara itu terdengar sampai 3 kali tapi kami saat itu tidak merasa takut hanya heran saja, malah saat itu lina bilang “*woy awas nanti malah balik di takut-takutin baru tahu rasa” kami pun pergi sambil tertawa kecil. Saat sampai di tenda kami lihat anggota lengkap tidak ada anggota satu pun yang berkurang atau meninggalkan tenda, karena tampang kami yang kelihatan heran nia pun bertanya, kurang lebih percakapannya seperti ini.

Nia: kalian kenapa? Seperti lagi melihat artis saja.
Aku: itu tuh tadi di kamar mandi ada yang ngetuk pintu, aku pikir salah satu dari anggota ada yang ngerjain.
Nia: wah gawat nih, kali saja dia butuh pertolongan karena pintunya terkunci *sambil tertawa
Kak Lia (pembina): *hustt, sudah sana masak air dulu katanya pada lapar.

Aku dan lina pun memasak air menggunakan kompor yang sudah di sediakan, setelah merebus mie kami pun makan bersama diluar tenda dan di terangi lampu senter *hehe. Setelah makan kami berencana mencuci piring di kran mushola saja karena takut masih di gangguin. Adzan pun tiba kami ke mushola namun sebagian berjaga di tenda waktu itu 3 pembina laki-laki ikut shalat berjamaah bersama dan 2 lagi berjaga di tenda menemani teman-teman perempuan yang non muslim.

Setiba di mushola kami mengambil air wudhu, tak lupa pula kami mencuci piring kami masing-masing sebelum wudhu. Saat itu kondisi lampu diluar mushola sangat redup mungkin karena tiap malam nyalanya non stop sedangkan di bagian dalamnya terang, selesai berwudhu kami pun masuk ke dalam mushola untuk shalat berjamaah. Saat mau masuk mushola tak sengaja mata temanku yang bernama eci menangkap bayangan di pojok mushola. Bayangan apakah itu? Simak kelanjutan ceritanya di angkernya sosok penunggu sekolahku bagian 2.

Yara Wicaksana

Yara Wicaksana

All post by:

Yara Wicaksana has write: 2 posts

Please vote Angkernya Sosok Penunggu Sekolahku
Angkernya Sosok Penunggu Sekolahku
3 (60%) 1 vote