“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 3 - 8 Views

Sebelumnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 2.

Bagian 3: Flashback

Pagi yang indah, di temani secangkir kopi, aku membolak-balik koran yang aku beli tadi pagi. Dan mataku tertuju pada satu judul yang sangat miris “Mahasiswi di bunuh setelah di perk*sa terlebih dahulu” dan yang membuat aku kaget, kampus tempat mahasiswi itu belajar tidak jauh dari tempatku bekerja.

Sebuah kampus swasta yang terkenal di Kota Lobster yang hanya berjarak tidak sampai 1 KM dari pabrikku. Di info berita tersebut di katakan bahwa nama korban adalah shinta, dan tersangka masih buron. Kembali ke situasi saat aku berkomunikasi dengan sosok wanita di pabrikku bekerja.

“Namamu siapa?” tanyaku pada sosok tersebut yang masih duduk bersimpu di depanku.
“Shinta” jawabnya singkat dan masih menatap tajam ke arahku.

Karena mungkin dia merasa terancam dengan energi ahmad yang masih menyelimutiku. Dan nama itu mengingatkanku akan korban pemerk*saan dan pembunuhan tempo hari.

“Kamu shinta mahasiswi kampus ******* itu kan?”.
“Ya, benar”.

loading...

Astaghfirulloh, ternyata dia, korban pembunuhan tersebut. Dan ivan? Apakah dia sang tersangka? Ketika aku ingin tahu lebih lanjut, dia sudah melayang melewati atap dan entah pergi kemana. Setidaknya aku tahu dia biasa bersembunyi dimana, aku akan membantunya agar dia tak lagi bergentayangan dan membuat para karyawan merasa terganggu.

Karena membuat karyawan merasa aman dan nyaman adalah termasuk tugasku sebagai satpam. Aku lanjutkan keliling perusahaan lagi dan kali ini aku sendiri tanpa ahmad di sampingku. Aku sudah terbiasa melihat hantu atau mendengar suara-suara mereka, tapi tiba-tiba.

“Ojo dolan nang kene! Ojo dolan nang kene! Ojo dolan nang kene” (Jangan bermain disini).

Suara itu? Sangat mirip dengan suara pak Budi? Beliau karyawan sini dulunya, tapi kan beliau sudah. Selanjutnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 4.

Agen Bola SBOBET