“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 4 - 8 Views

Sebelumnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 3.

loading...

Part 4: Amanah

Suara itu masih saja terdengar oleh telingaku, jujur aku paling tidak suka di ganggu oleh suara-suara seperti ini, mengagetkan, mending langsung muncul saja.

“Assalamualaikum” salamku.
“Jangan main disini” tetap tak ku temui sosok tersebut, hanya suaranya saja yang berasal dari gudang limbah di depanku yang dapat kudengar.
“Saya tidak sedang main pak, saya sedang bekerja, mohon anda menampakan diri”.

Setelah aku berkata demikian, aku lihat ada sepasang mata yang sedang mengintip di balik pintu gudang limbah tersebut. Dan dugaan saya benar, sosok pak budi, tapi kali ini dengan wajah yang hancur dan matanya pun tak memiliki kelopak, persis saat terakhir kali aku melihat beliau meninggal karena wajahnya tersiram bahan plastik panas yang akan di cetak oleh mesin.

“Ini saya pak, alif”.
“Maaf, aku tidak mengusirmu, tapi aku mengusir 3 bocah kecil tadi yang ada di belakangmu, kau tidak takut melihatku?”.
“Saya sudah terbiasa pak, saya tahu ini masih belum 40 hari sejak bapak meninggal, tapi apa ada masalah yang belum bapak selesaikan sehingga membuat bapak gentayangan seperti ini? Kasian keluarga bapak di rumah”.

“Saya hanya ingin meminta maaf pada istri dan kedua anak saya, sampaikan pada istri saya, saya bukanlah suami yang baik, karena meninggalkannya mengurus anak kami sendirian, saya tak dapat menemani mereka hingga tumbuh besar, itu saja nak alif” kata arwah pak budi, yang entah mengapa beliau menangis dan yang keluar adalah darah mengalir dari kedua bola matanya yang tampak seperti akan melompat keluar.

“Insya Allah akan saya sampaikan pak, asal dengan begitu bapak bisa tenang di alam sana”.
“Terima kasih nak alif, saya ada pesan untukmu, jangan sampai ganggu makhluk di pohon depan pos satpam, dia yang memimpin para iblis disini”.
“Begitukah? Baiklah pak, saya akan berhati-hati” jawabku seiring dengan masuknya kembali pak budi ke gudang limbah.
“*Hmm, iblis? Menarik sekali” kataku dalam hati.

Aku tak tahu, bedanya iblis dan setan selama ini, yang aku tahu adalah semua jin ada yang baik dan jahat, sedangkan iblis semuanya jahat, tetapi setan? Ah tak tahulah. Yang harus kulakukan hanyalah menyatukan energiku dan energi ahmad, agar aku bisa semakin sempurna berkomunikasi dengan mereka. Selanjutnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 5.

Agen Bola SBOBET