“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 6

Sebelumnya “mereka” juga punya masa lalu bagian 5.

Part 6: Duel

“Sepertinya ini tempat yang tepat” kataku sambil berhenti di sebuah gedung bekas pertokoan yang seingatku sudah bertahun-tahun tak terpakai.
“Kau yakin ini tempat yang tepat lif?” tanya ahmad yang tiba-tiba sudah ada di sampingku.
“Tentu saja mad, warga tak akan melihat kita disini”.
“Baiklah”.

Preman tersebut, *emm. Maksudku pria tersebut sudah berdiri di depanku dengan energi merah yang menyelimutinya.

“Sepertinya dia jin yang hanya ingin melindungi tuannya, tapi mengapa dia tiba-tiba ingin menyerangku mad”.
“Mungkin saja jin itu menganggapmu ingin menyerang tuannya, karena dia juga bisa merasakan energi kita”.

Belum sempat aku menoleh ke pria itu tiba-tiba saja pukulan mendarat tepat di tengah-tengah perutku,

“*Hegh, argh, makan siangku serasa akan keluar lagi mad” kataku sambil memegangi perutku.
“Sial! Dia kuat sekali, kita tak boleh sampai lengah lif”.

Satu pukulan lagi telah siap untuk bersarang lagi di perutku, tapi tidak untuk kali ini, dengan sigap aku tangkis tangannya sebelum menyentuh perutku dan tangan kiriku langsung meng-uppercut tepat bawah dagunya, dia terlempar jauh ke depan. Ahmad merasuki tubuhku, ya aku kerasukan, tapi aku masih bisa mengontrol diriku.

“Apa yang kau mau?!” bentakku pada makhluk itu.
“Tentu saja melindungi tuanku, kau terlihat seperti mengancam dirinya” kata pria itu.

Tapi bisa kulihat dari matanya bahwa manusia harimau itulah yang berbicara. Dia berjalan pelan ke arahku. Tidak, tidak berjalan, tapi melayang pelan ke arahku. Pria itu sungguh tak bisa mengendalikan dirinya, dia dengan mudah di kuasai seluruhnya oleh jin pengikutnya itu.

“Kau salah sangka kawan” kataku yang langsung terbang ke arahnya dan mencekik lehernya dari depan hingga dia terjengkal, dan aku langsung menindihnya dengan lututku, posisi seperti ini ampuh untuk membuatnya tak berkutik seperti ini.

“Hei kawan, tuan-mu lah yang mencari gara-gara denganku” kataku sambil kutekan lebih keras lututku dan mencekiknya lebih kencang.
“A-a-aku tak bisa bernafas” dan jin itu pun keluar dari tubuh pria tersebut.

loading...

Aku berdiri, pria itu masih belum sadar.

“Maafkan aku telah mengiramu sebagai ancaman bagi tuanku, perkenalkan namaku rasyid, aku dari bangsa siluman” kata jin itu memperkenalkan dirinya.
“Tak masalah, kau harus melatih tuanmu agar bisa mengendalikan dirinya, kekuatanmu cukup besar, gunakan itu sebaik mungkin” kataku yang langsung di sambut sadarnya pria itu dari pingsannya.
“Maaf mas, aku tak mengira kau juga mempunyai jin pengikut, kau sangat kuat dan pandai dalam mengendalikannya” kata pria itu sambil menyalamiku.
“Tak apa, kekuatanmu juga bagus, tapi kau harus belajar mengendalikannya, dan ingat satu hal! Gunakan kekuatanmu untuk tujuan kebaikan, jangan sampai aku menemuimu lagi dengan situasi seperti ini”.

“Baik mas, nama saya rinto, maaf saya melakukan ini hanya untuk sekedar mengisi perut, saya tahu perbuatan saya salah, bahkan rasyid pun sering menasehati saya tapi saya tak menggubrisnya, mau bagaimana lagi saya tak punya pekerjaan” kata dia memelas.
“Eh tunggu, bagaimana kalau kau bekerja di pabrik tempatku bekerja, aku bisa menemuimu dengan bagian personalia di pabrik itu” aku menawarkan pekerjaan pada dia, karena setahuku 6 hari yang lalu ada sekitar 4 karyawan di PHK secara sepihak karena kedapatan mencuri biji plastik dengan total kerugian 40juta.

“Yang benar mas? Alhamdulillah kalau mas bisa ngasih saya pekerjaan, saya akan menyiapkan diri dan akan menemui mas lagi besok di pabrik itu” dia terlihat sumringah sekali, dan rasyid tersenyum seakan berterima kasih kepadaku.

Next part 7: Pengakuan.

Just Sony

Saya?hanya seorang pria yg ingin menyalurkan hobi saya..itu saja.. WA : 085606101457

All post by:

Just Sony has write: 6 posts

Please vote “Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 6
“Mereka” Juga Punya Masa Lalu Bagian 6
4.7 (93.33%) 9 votes