Winning228
HOKI365BandarQSUHUBOLA

Malam ini aku mendowload sebuah game yang membuatku penasaran sekali, yang aku dowload dari playstore katanya game horor ini nyata dan bisa di rasakan, aku mengambil cemilan dan memakai headseat dan siap memainkannya. Saat aku memulai gamenya tertulis di dalam game hororĀ  itu adalah hati-hati permainan ini nyata. Aku langsung mengklik kata-kata itu dan tiba-tiba.

Tubuhku terjatuh dari atas entah dari mana aku jatuh. Saat aku melihat tanganku tergores sesuatu aku melihat rumah tua. Aku langkahkan kakiku memasuki rumah itu. Aku tak melihat kehidupan di rumah ini, aku mencoba membuka pintu rumah, ternyata tidak terkunci aku melangkahkan kakiku ke dalam rumah.

Tak terlihat seseorang pun di dalam rumah ini, rumah yang sangat tua begitu banyak debu di meja makan, lantai kayu yang sudah kusam dan rusak. Aku mencoba menaiki tangga ke lantai atas, ada sebuah kamar dan aku memasukinya, terlihat kamar yang begitu rapi. Terlihat juga wajahku terpampang di dinding di dalam sebuah foto.

“Ini foto keluargaku?” kataku sambil memegang sebuah foto.
“Terus kenapa rumah ini sepi, dimana yang lainnya?” kataku bingung.

Tiba-tiba! Gempa datang, aku mencoba berlari menuruni tangga, di belakangku semua sudah hancur! Aku terus berlari, tiba-tiba tangga hancur dan aku terjatuh. Aku melihat lubang yang bersinar dengan warna-warni, lalu aku terjatuh ke dalam lubang itu. *Wus! Tubuhku terjatuh ke arah mobil *piyar! Kepalaku menghantam kaca.

“Ah. Sakitnya *au” kataku lemas terbangun memegang kepalaku.
“Tempat apa ini?!” kataku yang melihat kota hancur sunyi dan banyak mayat berserakan.
“Tempat apa ini?” kataku sambil berjalan melewati mereka.
“Semua kota terlihat terbakar, apa mungkin ada perang?” aku terus berjalan menulusuri kota ini.

Tiba-tiba aku melihat wanita dengan tubuh hancur setengah badan, merangkak cepat ke arahku! Jantungku berdetak kencang aku sangat takut

loading...

“*Haha” tawa hantu itu.

Aku berlari menghindarinya tetapi dia sangat cepat seperti setan yang di horor Jepang teke-teke. Aku berlari hingga terjatuh di air mancur kecil dengan patung kecil, bajuku basah hingga hantu itu mulai mendekati tubuhku, berdekatan dengan wajahku. Wajahnya sangat seram, saat tangannya menyentuh tanganku dia teriak kesakitan. Apa mungkin dia takut dengan air ini? Saat aku rasakan airnya ternyata air garam. Aku berdiri dan mencari botol dan aku pun mendapatkan botol lalu memasukan botol yang aku pegang ke air kolam mancur kecil ini. Hantu itu berlari mendekatiku, aku langsung menyiramkannya ke seluruh tubuhnya.

“*Ahk” teriak hantu itu kesakitan.

Tubuhnya lenyap dan hilang! Ke bawah tanah aku mulai berjalan lagi menelusuri kota ini lagi, tiba-tiba hujan deras melanda namun aku tetap berjalan dan membuka sebuah pagar besi. Aku melihat begitu banyak mayat di sungai! Tempat apa ini sebenarnya. Terdengar suara piano bermain di dekat rumah, aku berjalan menghampirinya dan membuka pintu rumahnya.

Saat aku masuk terdengar suara minta tolong! Aku berlari menghampiri suara itu, aku berlari menaiki anak tangga. *Dug! Pintu terbuka dengan keras, ada sesosok anak kecil berlari menghampirinya, tapi saat dia berlari seorang pria menggunakan palu dengan topeng di wajahnya, menghantamkan palu ke wajahnya dengan keras! Anak itu terjatuh dengan wajah hancur penuh darah.

Aku berlari menghindarinya, dia mengayunkan palunya ke segala arah, aku berlari keluar dari rumah ini. Aku masih mempunyai air garam, akan ku coba memakainya. Aku berbalik dan menyiramkanya ke arah matanya, dia kesakitan dan tidak lama kemudian pingsan. Huft hampir saja aku di bunuh olehnya. Terdengar suara piano itu lagi, aku memasuki rumahnya dan menuju ke arah kamarnya tadi. Aku terkejut ternyata yang aku lihat dia telah menjadi hantu, tubuhnya transparan sambil memainkan piano. Dia melihatku beranjak dari kursinya dan menghampiriku.

“Temukan jam kalung milik ayahku kak kori” kata gadis kecil.
“Bagaimana kau tahu namaku?”.
“Tolong bantu aku, temukan jamnya biar aku bisa pergi dengan ayahku” ada di tempat studio musik kak” kata gadis itu tiba-tiba menghilang.

Aku tak tahu menuju ke arah tempat itu, tiba-tiba barang terjatuh dari atas kepalaku dan mengenai kepalaku.
“*Au. Sakitnya” kataku yang melihat benda kotak besar. Aku mendekati dan membuka kotak tersebut, ternyata ini sebuah kertas peta. Mungkin ini akan menjadi petunjuk buatku menuju kesana. Aku berjalan sambil melihat peta yang aku pegang, aku melihat arah menuju studio musik piano.

“Kori! Di mana kau? Aku akan membunuhmu” kata manusia yang memegang palu itu.

Bagaimana hantu itu juga mengetahui namaku, sial! Air garamku habis, aku harus mencarinya lagi di sekitar lokasi ini.

“Kori” kata hantu itu semakin mendekat.

Sial, dia semakin mendekat. Apa yang harus aku lakukan, *wus! Pot bunga mengenai tubuhku, aku terjatuh dengan luka di lututku. Hantu itu tertawa melihatku, dia memegang leherku dan mengangkatku sangat tinggi dan membantingku di mobil. *Bruk! Rasanya badanku sakit sekali, aku mencoba memukulnya tetapi apa daya tenaga perempuan tak begitu kuat di banding laki-laki. Aku mencoba menendang keras ke arah wajahnya, dan dia kesakitan.

“*Uhuk, uhuk” kataku yang kesakitan, aku berdiri dan berlari lagi. Terlihat air garam di sebelah tembok. Aku mengisi lagi air garam dan menyiramkanya ke tubuh hantu itu, dia kesakitan dan pingsan. Aku mengatur nafasku yang terasa mau copot karena ketakutan. Aku berjalan pelan karena badanku masih sangat sakit sekali saat terbanting di mobil tadi. Tak berapa berapa lama kemudian aku melihat peta lagi untuk memastikan sudah sampai mana aku.

Ternyata tinggal 100 meter lagi aku sampai di studio musik, aku mencoba membuka pintu utama tetapi terkunci aku harus bisa masuk, terlintas di pikiranku untuk memecahkan kacanya. Aku melihat kursi kayu dan mencoba mengangkatnya lalu melemparkannya ke arah kaca. *Piark! Kaca pecah begitu banyak, aku membuka baju sekolahku dan mengikatnya di tangaku lalu membersihkan serpihan kacanya, setelah bersih aku memakai bajuku lagi dan masuk ke dalam.

“Kori! Di mana kamu?”.

Sial, hantu itu sudah bangun dari pingsannya, aku mempercepat langkahku masuk ke dalam dan mencari ruangan musik yang berada di sekitar sini, aku berlari di koridor lalu terlihat loker besar dan aku bersembunyi di dalam loker.

“Kenapa dia hidup lagi sih” (keluhku dalam hati).

Dia melewatiku, sambil melirik kesana kemari. Karena tak menemukanku dia pun pergi, aku membuka pintu loker dan masuk ke ruangan musik, terlihat piano di atas panggung kata gadis itu dan aku harus menemukan jam miliknya agar dia bisa tenang. Aku mendekati piano itu, terlihat secarik kertas, terdapat foto kamar ruangan 02. Mungkin disana aku bisa mendepatkan jam kalung itu, lalu aku keluar dari ruangan piano itu dan saat aku keluar, kakiku seperti ada yang memegang.

Selanjutnya game horor bagian 2.

Agen Bola SBOBET