Pedang 7 Naga Bagian 2

Sebelumnya pedang 7 naga. Setelah Ling mengambil sirih dari punggung kakek harimau dan membisikan sebuah mantra kepadanya, dengan sekejap kakek harimau misterius itu menghilang tak berbekas dari pandangannya.

“Kemana kakek harimau itu? Tubuhku benar-benar ringan sekali, kemana rasa sakit patah di tulang-tulangku, baiklah aku akan kunyah sembilan lembar sirih ini” ucap Ling bersemangat.

Ling pun mengunyah sembilan lembar sirih yang di berikan kakek harimau kepadanya. Saat ingin melangkah tiba-tiba Ling tidak dapat bergerak, kaki dan tubuhnya menjadi kaku seperti patung hanya kedua mata dan mulutnya yang dapat dia gerakkan.

“*Hehehe, mau pergi kemana kau gadis kecil? Terburu-buru sekali langkahmu sepertinya, kau tak akan bisa bergerak oleh totokan aku gadis manis” ucap nenek racun kobra.
“Siapa kau nek? Mengapa kau menyerangku apakah aku pernah menyakitimu?” tanya Ling kepada nenek racun kobra.
“*Hahaha, kau benar gadis kecil, kau memang tidak pernah menyakitiku” terang nenek racun kobra.

“Lepaskan totokan ini nek! Aku sedang terburu-buru” ucap Ling tegas.
“*Hehehe, aku tahu kau mencari pedang tujuh naga di kaki air terjun sana nak” ejek nenek racun kobra.
“Bukalah totokan mu nek cepat” tegas Ling.
“*Hahaha. Sebelum aku buka totokan ini, seraplah terlebih dahulu racunku ini gadis manis” ucap nenek racun kobra.

Nenek kobra mengeluarkan jurus racun kobranya yang sangat berbisa dengan cara menotok setiap peredaran darah Ling. Seketika Ling pingsan dan di bopong nenek racun kobra lalu di dudukan di tanah. Nenek itu bersila di balik tubuh Ling lalu menempelkan kedua telapaknya di punggung Ling. Perlahan-lahan Ling mulai sadarkan diri dan tubuh Ling terasa terkena sengatan listrik yang begitu besar, kedua bola mata Ling menjadi berwarna kuning seperti seekor ular.

“Berdirilah nak! Tundukanlah tujuh naga di air terjun, sudah cukup sempurna aku turunkan ilmuku kepadamu” ucap nenek racun kobra.
“Baik nek! Terima kasih telah menurunkan ilmumu kepadaku” balas Ling kepada nenek racun kobra.
“*Hahaha. Tak perlu sungkan gadis manis! Pergilah sekarang” ucap nenek racun kobra.
“Siapa namamu nek? Sebelumnya terima kasih atas kebaikanmu nek” ucap Ling kepada nenek racun kobra.

“Namaku, nenek racun kobra” balas nenek racun kobra singkat.
“Nenek racun kobra? Aneh sekali namamu nek” ucap Ling.
Belum habis perkataan Ling, nenek racun kobra sudah menghilang di hadapannya.
“*Hmm. Kemana nenek racun kobra? Cepat sekali perginya! Aku harus segera mendapatkan pedang itu, dan akan aku taklukan semua naga air terjun itu” ucap Ling bersemangat.

Ling pun membaca mantra yang di berikan kakek harimau “belangmu belangku taringmu taringku manunggal dalam ragaku”. Seketika Ling berlari lebih cepat dari sebelumnya seperti seekor harimau yang ganas dan kedua bola matanya kuning menyala-nyala bagaikan seekor ular yang sangat berbisa. Dalam rimbunan hutan Ling terbang melesat dari pohon satu ke pohon lainnya. Sesampainya di air terjun tujuh naga Ling menantang seluruh naga penunggu air terjun.

“Hai. Kakek para naga aku datang kembali untuk mendapatkan pedang itu *hehehe” ucap Ling mengejek para naga penunggu air terjun.
“Hah? Gadis kecil itu masih hidup” ucap naga ketiga heran.
“Berilah anak itu pelajaran saudaraku naga ketiga” ucap naga kesatu.
“Mendekatlah gadis kecil yang tangguh *hehehe” ucap naga kelima.
“Baiklah kakek naga, terima ini tendanganku” balas Ling tegas.

Ling pun terbang melesat ke udara menyerang naga kelima dan tiba-tiba tubuhnya pecah menjelma menjadi sembilan raga, dan membuat naga kelima kehilangan strategi pertempurannya.

loading...

*Tendangan harimau terbang racun kobra* hiat! Buk, buk, buk!

Dengan tendangan harimau terbang dan bisa racun kobra yang mematikan naga kelima roboh di rimbunan hutan.

“*Hahaha, cukup tangguh kau rupanya gadis kecil! Ketiga saudaraku dapat kau robohkan” ucap naga kesatu memuji Ling.
“Aku hanya menginginkan pedang di air terjun ini kakek naga” ucap Ling ringan.
“Baiklah gadis kecil, jika memang pedang air terjun berjodoh denganmu kami akan ikut bersamamu, kau robohkan aku dahulu naga kesatu” terang naga kesatu kepada Ling.
“Baiklah kakek naga kesatu! Terimalah seranganku ini” ucap Ling tegas.

Sebelum Ling menyerang, naga kesatu lebih dahulu menyemburkan apinya yang berwarna hijau ke tubuh Ling. Ling menahan semburan api naga kesatu dengan jurus yang di ajarkan ibunya.

*Tendangan angin puyuh memutar* wus, wus, wus.
“*Argh, mataku” teriak naga kesatu terkena tendangan angin puyuh Ling dan terkena semburan api hijaunya sendiri.
“Maafkan aku kakek naga kesatu” ucap Ling merasa kasihan.
“Bagaimana penilaianmu gadis kecil itu? Saudaraku naga keempat, naga kedua?” ucap naga keenam.
“Aku patuh dan ikut bersamanya” balas naga keempat.
“Aku juga ikut dengannya” sahut naga kedua.

“Aku juga akan mendampingi gadis kecil sakti itu” ucap naga kesatu yang meringis menahan sakit di matanya.
“Baiklah para saudaraku semua sempurnakanlah wujud kita kedalam pedang air terjun” perintah naga ketujuh mantap.
“Kami tujuh naga air terjun menyempurnakan diri tunggal bersama pedang air terjun, dan mendampingi tuan ksatria pengendali pedang” ucap sumpah tujuh naga air terjun.

Seketika tujuh naga penunggu air terjun menjelma menjadi tujuh mustika yang cahayanya menyilaukan mata dan masuk ke dalam pedang air terjun.

“Aku harus menemukan dimana pedang itu bersemayam” ucap Ling.

Ling melompat dan mendekati air terjun dengan segera Ling mencari-cari keberadaan pedang air terjun itu

“*Hmm, dimana pedang itu bersembunyi?!” ucap Ling.

Tak berapa lama terdengar suara seseorang wanita memanggilnya.

“Ling, Ling, Ling, aku bersemayam di aliran air terjun ini Ling! Gunakanlah kemampuanmu” ucap penunggu pedang air terjun.
“Oh, ternyata kau bersembunyi di atas aliran air terjun ini” ucap Ling.

Ling pun duduk bersila dan mulai mengerahkan kekuatannya guna mewujudkan pedang yang masih bersembunyi di aliran air terjun tujuh naga tersebut. Ling pun mengeluarkan jurus menaklukan air yang di ajarkan ibunya.

*Tapak air menggulung samudera* hiat!

Tak berapa beberapa bebatuan di air terjun runtuh berjatuhan dan pedang air terjun itu pun terbang melesat ke atas udara, dengan sigap Ling melompat dan menangkap pedang tujuh naga di atas udara. Selanjutnya pedang 7 naga bagian 3: chapter 1.

Agen Bola Agen Bola SBOBET
Salim

Salim

"Aku menuliskan kisah tanpa pena serta tanpa lampu. Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena tak ada yang dapat melihatku, dan aku begitu mudah melihatmu"

All post by:

Salim has write: 39 posts

Please vote Pedang 7 Naga Bagian 2
Pedang 7 Naga Bagian 2
2.7 (53.33%) 3 votes