Winning228
HOKI365BandarQSUHUBOLA

Kau pernah bermain permainan Slendrina? Ya, kalau kau mau bermain, kau bisa unduh dahulu melalui google play. Saat kau bermain, kau bisa merasakan ketakutan, keterkejutan dan jantungmu akan berdetak hebat, bahkan kau akan menjerit “haa!”. Di game itu, kau harus bisa mengumpulkan benda-benda yang tersembunyi, tapi saat kau mencari benda tersembunyi itu, kau harus terus berhati-hati dengan hantu Slendrina.

Karena dia akan selalu mengikutimu bahkan berada di belakangmu. Hati-hati bila melihat kebelakang, dia ada. Kau akan mati di makan jika kau terus menatapnya. Arahkan kepalamu kearah lain selain dia. Ikutilah kata-kataku, sebelum kau memainkannya. Ternyata, Slendrina itu bukan hanya fiksi dan tokoh game semata, tapi ia nyata. Sewaktu itu, aku berjalan ditengah malam berniat ingin ke supermarket.

Letaknya tidak terlalu jauh tapi yang membuatku takut, aku harus melewati beberapa pepohonan besar yang terkenal angker dan sebuah rumah mewah yang kosong. Bersarang, berlumut, tak terawat. Sudah berpuluh-puluh tahun, rumah itu dibiarkan tanpa ada seorang pemilik. Dulu pemilik rumah itu di bantai satu keluarga dan rumah itu hanya tinggal menyisakan duka dan misteri.

Selalu saja ada hal aneh disana. Aku cepat bergegas, melewati satu pohon besar ke pohon besar lainnya, sebelum melewati rumah itu, aku mendengar dari arah yang tak begitu jauh dari rumah, ada seorang yang minta tolong. Bodohnya aku. Aku penasaran. Aku malah masuk ke rumah itu. Di mulai halamannya sampai di depan pintu rumah itu. Aneh. Tidak ada suara minta tolong lagi.

Keadaan rumah itu sangat berantakan. Ilalang dan lumut, sarang laba-laba dan bau amis. Menjijikan. Aku tak suka. Aku mau pergi saja. Saat aku berbalik badan, berdiri seseorang di depanku. Dia menghadapku. Berbaju putih lusuh, rambut panjang yang berantakan, dan dia melayang-melayang sambil berkata “tolong. Tolong”. Aku langsung lari dan dia tidak mengejarku.

loading...

Dan dengan cepat aku pulang ke rumah setelah membeli sesuatu itu, aku pun pulang dan mengharuskanku untuk melewati rumah angker itu lagi karena itu jalan satu-satunya akses tercepat. Secepat mungkin aku berjalan, aku tak ingin berlari. Aku pun melihat kebelakang, memastikan kalau gak ada lagi sosok itu, dan saat berbalik badan. Kali ini aku hanya bilang, Slendrina itu benaran nyata. Aku pingsan. Tamat.

Agen Bola SBOBET