Winning228
HOKI365BandarQSUHUBOLA

Sebelumnya hantu baik versi 2. Intan langsung menghampiri ibunya, terlihat ibunya di kelilingi orang yang membaca doa yasin, wajah ibu intan putih pucat matanya tertutup untuk selamanya intan yang melihat ibunya menangis histeris.

loading...

“Ibu. *Hiks, hiks. Bangun ibu, bangun” kata intan menggoyangkan tubuh ibunya.
“Intan sudah menabung bu untuk operasi ibu *hiks, hiks. Biar ibu sehat kenapa malah ibu ninggalin aku bu, aku tidak punya siapa-siapa lagi *hiks, hiks” kata intan menangis tersedu-sedu.

Tiba-tiba! Intan pingsan, semua panik dan membawa intan ke kamarnya, pemakaman berlangsung tanpa adanya intan karena intan pingsan. 4 hari setelah kematian ibunya intan. Intan begitu terpuruk, setiap harinya intan hanya melamun. Makanan pun jarang dia makan, dia selalu menangis. Pada jam tengah malam saat mayzal berjalan-jalan, terlihat Intan berjalan ke arah jembatan, dia menatap derasnya arus sungai, dan dia mulai memanjat menaiki besi jembatan.

“Apa yang kamu lakukan intan?” teriak mayzal dari belakang.
“Pergi kamu *hiks, hiks. Ini bukan urasanmu” kata intan.
“Kamu mau bunuh diri hah?! Jangan lakukan itu, kau akan menyesal nantinya”.
“Hidupku sudah menderita, aku ingin mengakhirinya, aku sudah muak dengan hidupku ini”.
“Apa yang kamu lakukan tidak di sukai oleh Tuhan”.
“Justru itu aku ingin bertanya kepada Tuhan, kenapa dia beri cobaan ini”.

Mayzal hanya terdiam tak bisa berkata apa-apa, tiba-tiba awan mendung datang hujan pun begitu deras membasahi mereka berdua. Intan mulai memanjat pagar jembatan itu lagi.

“*Hiks, hiks, hiks!” tangis mayzal yang tersedu-sedu melihat intan ingin bunuh diri.
“Kamu ini sebenarnya siapa? Kenapa kamu begitu peduli padaku?” tanya intan heran.
“Aku temanmu berusaha untuk menemanimu di saat terpuruk, aku tidak akan meninggalkanmu” kata mayzal.

Tangan mayzal meraih tangan intan, dan intan kaget karena tangan mayzal begitu dingin bagaikan es batu, mayzal memeluk intan begitu erat.

“Tolong jangan lakukan ini intan” pinta mayzal.
“Kau ini siapa sebenarnya?” tanya intan.
“Aku adalah orang yang pernah bunuh diri disini dengan nasib sama sepertimu, aku bodoh. Pikiranku terlalu pendek dan tubuhku tidak bisa di terima oleh Tuhan”.
“Jadi selama ini kau adalah hantu?” kata intan melepas pelukan mayzal.
“Iya intan, saat aku tahu kamu bisa melihatku, aku begitu senang dan berusaha ingin jadi temanmu. Jika kau bunuh diri kau tidak akan bertemu dengan Tuhan, tetapi kau akan ikut dengan bangsa setan, intan” terang mayzal.
“Terima kasih sudah menemaniku selama ini” kata intan.
“Iya sama-sama intan. Sekarang aku akan selalu menemanimu”.

Keesokan paginya intan terbangun dari tidurnya, melihat jam wekernya menunjukan pukul 7 pagi. Hari ini adalah hari minggu, intan beranjak dari kasurnya dan bergegas mandi setelah semua selesai Intan menuju dapur. Melihat bahan dapurnya ternyata habis intan mengambil sepedanya dan menuju pasar.

“Mau kemana bu?” tanya mayzal berada di teras rumah intan.
“Mau ke pasar beli bahan dapur, buat sarapan”.
“Ikut ya” pinta mayzal.
“Boleh ikut saja”.

Mereka berdua pun menuju pasar, selama di perjalanan intan dan mayzal mengobrol hal-hal yang lucu membuat orang sekitar memandang intan tertawa sendiri seperti orang gila.

“Eh beli telur *dong aku sudah lama tidak makan” kata mayzal.
“Bukannya hantu bisa makan sendiri” kata intan.
“Hantu makannya itu yang berada di kuil-kuil gitu intan”.
“Jadi? Aku harus masakin kamu gitu?”.
“Iya lah boleh ya, ya, boleh ya”.
“Enggak ini buatku, kamu cari saja sendiri”.
“Huh! Dasar pelit”.
“Biarin”.
“Huh” kata mayzal menendang sepeda intan hingga terjatuh.
“Kamu ya” kata intan marah tiba-tiba mayzal menghilang.

Intan pulang membawa perlengkapan dapur dan memasak. Hati intan sudah tidak terlalu sedih karena berkat mayzal intan menjadi semangat hidup. Terlihat mayzal melihat intan sedang memasak dengan wajah kelaparan.

“Cepatan *dong lapar nih” kata mayzal yang mengelus-ngelus perutnya.
“Sabar dikit kenapa, nanti juga matang. Hantu kok lapar”.
“Memang tidak boleh? Hantu juga butuh makan, sudah 1 minggu aku tidak makan tahu”.
“Wih. Kuatnya kalau aku sudah mati kelaparan tuh”.
“Nanti kita mau kemana setelah makan? Intan” tanya mayzal.
“Kurang tahu aku, karena ibu sudah tidak ada mungkin aku akan cari kerja”.

“Katanya kamu menabung? Kenapa tidak buat usaha saja?” kata mayzal.
“Benar juga ya, tapi usaha apa?”.
“Gimana kalau buka warung makan saja kan kamu pintar masak intan” kata mayzal memberi saran.
“Capek kalau masak sendiri” kata intan.
“Iya juga sih”.
“Kamu kan bisa bantu aku?” tanya intan.
“Aku hantu tidak bisa pegang benda di pagi hingga sore, karena hantu tidak ada kekuatan di saat pagi hari” kata mayzal.

“Sama juga bohong *dong kasih saran tidak bisa juga” keluh intan.
“Terus hobbymu apa sih sebenarnya?” tanya mayzal.
“*Hem, hobbyku menulis cerpen” kata intan memegang dagunya.
“Lalu kenapa kamu tidak share di media social? Aku dulu pernah masuk grup yang ramai tuh judulnya CHI (Cerbung Horor Indonesia) coba saja share disana siapa tahu banyak yang minat oleh ceritamu” kata mayzal.
“Iya nanti aku coba, semoga saja aku bisa jadi penulis sukses dan bisa memperbaiki rumahku” kata intan.
“Semoga saja, sudah matang kan?”.
“Sudah nih”.

Intan menyiapkan makanan yang sudah dia masak di dapur dan menaruhnya di meja makan. Intan dan mayzal pun makan bersama, sore pun tiba di hari intan harus bekerja sebagai penjaga toko di indomart shift malam. Mayzal mengikuti kemana intan pergi. Sesampainya di tempat kerja, intan masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya dan segera bersih-bersih lantai indomart.

“*Hem. Jadi begini pekerjaanmu ya kerja yang benar ya *hehe” kata mayzal yang mondar-mandir.
“Iya memang gini kenapa salah?” kata intan sambil kerja.
“Eh sudah belum kamu kirim ceritamu?” tanya mayzal.
“Bentar aku tadi sudah masuk di grupnya, aku lihat dulu sudah di approve belum” kata intan mengambil ponselnya di kantong celananya.

“Bagaimana?” kata mayzal melihat ponsel intan.
“Yes! Sudah di konfirm nih terus harus ngapain nih?” tanya intan bingung.
“Gini deh, ponsel lempar ke atas lalu injak-injak, kirim lah cerita intan” kata mayzal.
“Iya, iya bercanda tahu” kata intan menyenggol mayzal hingga terjatuh.
“Astaga! Pelan-pelan *dong nyenggolnya”.

Intan membaca peraturan yang tertera dalam grup CHI, setelah membaca peraturam grup, intan mengirim cerita horor yang di bumbui pertemanan dengan judul pertemuan singkat yang dulu intan pernah share di google tetapi pembacanya kurang. Intan menuliskan alamat email, nomor ponsel jika ada yang ingin menghubunginya. 2 jam menunggu bersama mayzal, ponsel intan pun berdering terus menerus. Intan membuka pemberitahuannya, ternyata intan mendapatkan like sekitar 100 orang dan komentar sebanyak 50 orang.

“Aku suka ceritamu” kata orang yang berkomentar.

Intan membaca semua yang komentar di facebooknya, terlihat wajah intan yang ceria membuat intan semangat membuat cerita lagi.

“Gimna ceritanya ada yang suka?” tanya mayzal sambil meminum susu.
“Banyak yang suka zal, terus aku harus ngapain nih”.
“Gini karanganmu semua ada berapa?”.
“Aku punya 10 yang bercerita hantu tapi bukan horor yang di bumbui pertemanan” kata intan senyam-senyum.
“Apa? Kamu bikin cerita hantu pertemanan lalu kamu ini sekarang sedang berteman hantu?”.
“Ya, mungkin nasib Tuhan mempertemukan kita”.

Selanjutnya hantu baik versi 2 bagian 3.

Agen Bola SBOBET