Lala dan Keriting Bagian 8 - 3 Views

Sebelumnya lala dan keriting bagian 7. Dengan sekejap tiba-tiba Yain dan Nurul menghilang dari tempat mereka berdiri yang membuat Lala langsung kebingungan.

Lala: kemana ayah dan ibu kamu John?
John: mereka masih berada di sekitar rumah ini, ayah dan ibuku sama-sama memiliki kecepatan empat kali lipat kecepatan peluru, perbedaannya ayahku Yain memiliki kemampuan penyembuhan sedangkan ibuku Nurul bisa mendeteksi dan melihat dari jarak sejauh apapun, mereka tidak memiliki keahlian berkelahi tapi tenang saja mereka akan tetap mengawasi dan membantu kita walaupun iblis Chentong memiliki kecepatan dua kali lipat kecepatan peluru.

Lala: dengan kemampuan seperti itu kenapa mereka tidak langsung menemui dan membawa ketiga pendekar lainnya untuk membantu kita?
John: tidak bisa semudah itu, ketiga pendekar itu tidak mengetahui apa yang terjadi dan apa yang sedang kita hadapi, walaupun dengan sangat cepat ayah ibuku bisa langsung membawa pendekar-pendekar itu kemari tapi kalau pendekar itu tersinggung dan marah yang ada pendekar itu malah akan menjadi lawan kita.
Friska: sudah menjadi takdir kita untuk melawan iblis Chentong itu sekarang, mari kita hadapi iblis Chentong dengan seluruh kemampuan yang kita punya.

“Ya” sambil mengangguk dan penuh semangat John dan Lala menjawab dengan serentak lalu kemudian langsung melangkah menyusun strategi. Sementara iblis Chentong “*dreph, dreph, dreph” mulai melangkah berjalan menuju pintu depan rumah. “*Whush” Friska yang tiba-tiba muncul dari samping kiri rumah langsung melesatkan sebuah anak panah dan “*Jeduer, Jeduer” John yang tiba-tiba muncul dari samping kanan rumah juga langsung menembak.

Dua buah peluru perak dan satu anak panah melesat ke arah iblis Chentong. Tapi kedua peluru perak itu “*treph” berhasil di tangkap hanya dengan empat jari tangan kiri dan satu anak panah itu juga “*terph” berhasil di tangkap hanya dengan dua jari tangan kanan. Bersamaan dengan itu “*sraatch” Lala yang tiba-tiba muncul melompat dari atas depan rumah Langsung menebaskan pedang.

Tebasan pedang bercahaya bagaikan naga yang sedang menerkam mangsa hanya tertahan di kepala iblis Chentong. Sebelum kaki Lala mendarat ke tanah dengan sangat cepat kedua tangan iblis Chentong yang memiliki kuku cakar tajam melesat ke arah tubuh Lala. “*Fhush” tapi dengan lebih cepat lagi Nurul langsung menyelamatkan Lala dari serangan cakar tersebut.

Sehingga Lala langsung berpindah dan tiba-tiba berada jauh di belakang iblis Chentong. Seketika iblis Chentong langsung membalikan badan lalu melihat ke arah Lala. Tapi iblis Chentong masih tidak bisa melihat kecepatan pergerakan Nurul dan Yain. Merasa kesal akhirnya iblis Chentong melakukan peningkatan kekuatan yang ternyata belum sepenuhnya menggunakan kekuatan yang sebenarnya. Setelah kekuatannya meningkat iblis Chentong langsung melesat ke suatu arah sehingga “*kreph, kreph” Nurul dan Yain tertangkap.

Tangan kirinya mencekik leher Nurul dan tangan kanannya mencekik leher Yain. “*Jeduer, jeduer, jeduer” melihat kedua orang tuanya tercekik John langsung berjalan mendekat dan terus menembaki punggung iblis Chentong. Friska dan Lala juga tidak tinggal diam. Friska langsung melesatkan beberapa anak panah dan Lala terlihat langsung melesat berlari ke arah iblis Chentong bersiap menebaskan pedangnya.

Tapi “*jedakh” kecepatan sebuah tendangan yang sangat kuat membuat tubuh Lala terhempas ke arah Friska. Sehingga “*bhugh” tubuh Lala menghantam Friska yang membuat keduanya terjatuh kesakitan. Sementara Nurul yang sedang berusaha melepaskan cekikan mulai terlihat lemas kehabisan napas.

loading...

Iblis Chentong: *hemm, hemm, hemm, kekuatan saya hanya meningkat 50%, kalau anda berdua mati tercekik seperti ini maka ketiga bocah pendekar itu juga akan mati di tangan saya, dan tempat ini akan menjadi sebuah pemakaman untuk kalian.

Tapi tiba-tiba datang satu iblis prajurit dengan keadaan terluka parah.

Iblis prajurit: yang mulia, gawat yang mulia, ada pendekar yang menyerang kota mati, iblis Lautek dan iblis Cileh mati terbunuh, yang mulia iblis Chentong harus segera menyelamatkan kota mati.
Iblis Chentong: kurang ajar!

Mendengar berita tersebut iblis Chentong langsung melepaskan cekikan dengan mendorong Nurul dan Yain. Sehingga Nurul dan Yain jatuh tergeletak di rerumputan dan “okhok, ohkhok” terbatuk-batuk. Tanpa pikir panjang lagi iblis Chentong langsung segera melesat menuju kota mati. Selanjutnya lala dan keriting bagian 9.

Agen Bola SBOBET