has write 2 articles | You are reading: Si Tinggi Besar Gunung Ciremai - 704 Views

Haloo guys ketemu lagi nih dengan saya yaitu ahmad raihan firdaus *hehe, kali ini saya mau berbagi pengalaman kedua saat saya mendaki gunung Ciremai pada tanggal 13 april 2017 yang tepatnya malam jumat *hehe, langsung kita mulai saja ya. Pertama-tama saya akan memperkenalkan teman-teman saya sendiri yaitu teman pendakian saat saya di Ciremai, oke waktu itu saya dan teman punya rencana untuk mendaki gunung Ciremai selama 2/3 hari.

Pada saat itu saya naik gunung Ciremai menggunakan angkutan umum bus lur agung berangkat dari dipo bus Ciputat pukul 01.00 pagi, saya berangkat bersama teman yang bernama riki (23 tahun), barak (25 tahun) dan satu lagi si unyu-unyu *hehe Kebo (18 tahun). Saat saya mulai perjalanan ke terminal Kuningan tidak ada kendala apapun, saat sampai di terminal sekitar pukul 8 pagi, saya melanjutkan untuk transit menggunakan angkot (lupa nomornya).

Setelah itu sampai lah di kaki gunung Ciremai tepatnya jalur pendakian palutungan, setelah sampai base camp kami mengepack carrier kembali untuk memastikan apakah barang bawaan kami ada yang kurang atau tidak, setelah selesai pack sekitar pukul 9.30 kami pun mengisi perut terlebih dahulu agar energi terisi kembali. Saat itu kami memulai track pada pukul 10.00 kami membagi dua team, saya dengan kebo dan riki dengan barak.

Setelah itu kami memulai perjalanan dengan berdoa terlebih dahulu, teman saya yang bernama kebo selalu meremehkan akan gunung yang dia daki dengan berkata “sudah hayu, keburu telat nanti” kami pun tak menghiraukan ucapan dia selagi kami berdoa, setelah itu kami mendaki sampai pos satu yaitu pos Cigowong. Setelah saya sampai di setengah jalan menuju pos cigowong teman saya yang bernama kebo kelelahan, dia merasa punggungnya terasa berat dan dia bilang selalu ada yang memanggilnya dari kejauhan.

Saat itu kami istirahat di sebuah pohon untuk membuka makanan ringan karena kelelahan, kami pun melanjutkan perjalanan, setelah sampai di pos satu ternyata riki dan barak sudah tiba lebih awal dari pada saya, setelah pos-pos kami lewati, sampai lah saya di pos pesanggrahan 1 kami sampai pukul 19.00 dan kami memutuskan untuk membangun tenda disana karena ramai yang membangun tenda di daerah tersebut.

loading...

Selesai membangun tenda hal aneh pun terjadi lagi saya melihat bayangan sosok tinggi besar diluar tenda, saya langsung kaget dan membangun kan teman saya yang bernama kebo, anehnya riki dan barak sedang di luar tenda sedang masak untuk makan kami ber-4, anehnya lagi jika dia berdua melihat apa yang saya lihat lantas mengapa dia berdua tidak takut? Saya membangunkan teman saya.

Saya: Bo, bo bangun bo. (Sambil menggoyangkan badannya).
Kebo: apaan sih han? Ganggu orang tidur saja lu.
Saya: tadi saya lihat bayangan bo diluar tenda.
Kebo: bayangan apaan sih? Gila lu ya, sama setan saja lu takut *cemen lu *hahaha.
Saya: ini di alam, bo ngomong jangan sembarangan.
Kebo: gak perduli saya ah, setan ke, apaan ke, diamin saja kita nggak ganggu dia *ngaco.

Setelah itu saya langsung tidur dan bangun pukul 1 pagi untuk melaksanakan summit attack, sesampainya di puncak saya kembali melihat sosok aneh dari kejauhan. Saya melihat samar-samar bayangan orang tinggi besar di ujung lereng kawah gunung Ciremai, seketika saya langsung kaget dan meminta teman saya untuk bergegas turun, dan teman saya memahami perilaku saya terhadap dia, akhirnya saat sampai di tenda pukul 11 pagi saya pun beristirahat, dan memutuskan untuk memasak nasi terlebih dahulu untuk tenaga.

Selesai makan dan prepare saya turun sekitar pukul 13.30 tim kembali di bagi menjadi 2 yaitu saya kembali dengan kebo, setelah saya sampai di pos 2 yaitu pos kuta, saya beristirahat karena jam menunjukan pukul 18.02 akhirnya saya mengambil head lamp dari tas saya dan memakainya di kepala. Setelah saya menyenter ke arah teman saya, saya kaget tidak karuan, saya melihat sosok tinggi besar berbulu mengikutinya, dalam benak saya langsung istigfar dan melantunkan surat-surat pendek tanpa berhenti, saya sengaja tidak teriak karena takut membuat panik teman saya, setelah saya jalan kembali, saya kerasa di putar-putar dan tidak sampai-sampai ke pos 1, setelah saya tanya teman saya.

Saya: Bo berhenti dulu deh, ini gak sampai-sampai.
Kebo: iya han punggung saya juga sakit banget gak tahu kenapa dari pos 2 tadi sakitnya, mungkin karena saya buangĀ  air kecil di bawah pohon kali tadi ya?
Saya: lu buang air kecil di bawah pohon?!
Kebo: *hehehe kebelet han.
Saya: astaga bo, pantas saja kita di putar-putarin ini gak sampai-sampai, mana sudah jam 8 lagi.
Kebo: ya sudah bismillah saja pelan-pelan.

Akhirnya saya dan kebo pun melanjutkan perjalanan, seketika saya berhenti dan melihat kebelakang apakah sosok hitam tadi masih mengikuti? Ternyata masih, tingginya kurang lebih 2 meter dan seluruhnya hitam, walaupun hanya bayangannya saja. Setelah kami berdoa meminta pertolongan kepada Allah SWT, akhirnya kami sampai juga di pos 1 pada pukul 20.21 saya lega sekali dan akhirnya saya melihat tenda teman saya.

Riki: lu lama amat han?
Saya: nanti saya ceritain, capek saya.
Barak: ya sudah nih makan mie dulu sudah saya masakin (sambil menjulurkan mie).
Saya: oke, oke.

Setelah itu saya bermalam di pos satu menunggu sampai pagi baru kita turun, karena kondisi yang capek dan cuacanya mulai gerimis dikit-dikit. Setelah itu saya bermimpi, saya bertemu dengan sosok asli tinggi besar yang mengikuti teman saya. Sosoknya tinggi berbulu, matanya ada 1 dan besar, ada tanduknya panjang melebihi tingginya, dan lidahnya menjulur sampai tanah dengan darah segar yang mengalir di lidahnya, dan sampai saat ini saya percaya bahwa gunung Ciremai memang sangat angker. Tamat.

Agen Bola SBOBET