has write 1 articles | You are reading: Kuntilanak Korban Perkosaan - 1471 Views

Ramli menggeleng. “Baru pertama kali mendengarnya”. Ekspresinya tidak heran, pasti dia berbohong. Pasti dia tahu Kilang yang dibangun Pertamina itu milik pemerintah RI.

“Putri Tujuh adalah kilang BBM yang di bangun Pertamina, milik pemerintah, di lokasi yang strategis karena terletak di pinggir laut. Hasilnya untuk di ekspor. Minyak mentah di sedot dari perut bumi dengan mesin angguk, setelah di sedot di alirkan dengan pipa ratusan kilometer dari tempat di sedot menuju kilang. Di Dumai ada sebuah legenda, namanya Legenda Putri Tujuh, tentang 7 Putri yang terkubur hidup-hidup di sebuah gua bawah tanah, penduduk setempat mengatakan lokasi terkuburnya ketujuh putri itu angker, bahkan pekerja kilang sering mendapat gangguan. Kamu tahu dimana letak makam ke tujuh putri itu?” aku sengaja bertanya untuk menguji pengetahuan umum Ramli.

“Tidak tahu.” Jawab Ramli.
“Tepat di tengah-tengah kilang.”
“Apa? Kuburan di tengah kilang? Apa tidak mengganggu? Kenapa tidak di pindahkan?” tanya Ramli kayak orang tersedak. Mungkin dia mulai meraba maksud aku bercerita tentang Putri Tujuh.

“*Yup. Di tengah kilang di bangun sebuah taman. Siapapun tidak boleh mengganggu makam itu. Makam itu tidak di pindahkan karena tak ada yang sanggup memindahkan, selain tidak sanggup, juga tak ada yang berani.”
“Kamu menceritakan Kilang itu hanya untuk mengajariku cara mengakali Kuntilanak ini?” nada Ramli agak mencemooh.

“Itu lebih murah ketimbang kamu membayar 100 juta kepada orang yang berhasil memindahkannya” sodokku, seakan-akan aku tak butuh duit. Sejujurnya, setelah melihat tempat ini, bulu kudukku merinding. Aku merasa sama seperti saat bersama Nguyen.

loading...

“Kamu enggan membantuku atau sengaja ingin menyiksa kami?” tanya Ramli dengan ekspesi kurang senang atas penolakanku.
“Kalau Pertamina berhasil meredam keangkeran kuburan itu, kenapa belum belum kamu sudah merasa gagal?” skakku.

Agen Bola SBOBET