Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 4

Sebelumnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 3.

Chapter 4: Tewasnya Iblis Merah

Saat gerombolan Iblis Merah hendak menggantung romo Suryo di dahan pohon dan hendak memperkosa putrinya Ayu Lestari, tiba-tiba pedang tujuh naga yang di genggaman Marda bergetar hebat lalu mengeluarkan tujuh cahaya pelangi dan masuk ke tubuh Ling.

“Salam Ling, aku Putri air terjun tujuh naga, bangkitlah Ling luka-lukamu sudah rapat tak berbekas” ucap Putri tujuh naga kepada raga Ling yang tergeletak bersimbah darah di tanah.

Secara sekejap tubuh Ling bangkit dan kedua bola matanya berubah berwarna hijau. Para gerombolan Iblis Merah pun sangat terkejut melihat Ling berdiri tegap bak malaikat maut yang hendak mencabut nyawa mereka satu persatu.

“*Argh, hei anj*ng-anj*ng kudis! Aku tepati janjiku, akan aku jatuhkan kepala kalian semua di tanah desa Mayit ini” ucap Ling seperti orang yang kesetanan.
“Hah? Pendekar Ling! Pendekar Ling?” ucap Ayu dan romo Suryo keheranan Ling hidup kembali.
“Bagaimana ini kakang Marda? rasanya lututku mau copot mendengar suara wanita iblis itu, bagaimana dia dapat hidup kembali?” ucap salah seorang gerombolan Iblis Merah ketakutan

“Bagus kalau kau masih hidup wanita iblis! Aku bisa menikmati tubuhmu terlebih dahulu sebelum aku tebas kepalamu dengan pedang ini” ucap Marda.
“Majulah kau binatang terkutuk” balas Ling dengan senyum menyeringai.

“Mantra menyusun daya
Daya mantraku
Mengunci semua daya
Daya mantraku
Pengendali pedang
Tujuh naga air terjun”.

Dengan seketika pedang tujuh naga yang di genggam erat oleh Marda, keluar dari sarungnya secara tiba-tiba dan terbang melesat menghampiri Ling.

“Kau rasakan ini binatang terkutuk” tegas Ling.

Pedang tujuh naga di putar balik melayang di udara dan terbang melesat mengenai leher Marda yang masih berdiri tegap. *Sret! Kepala Marda pun terputus dan jatuh di tanah, segera Ling salto ke udara menangkap pedang tujuh naga yang masih berputar-putar.

“Jumlah kalian sekarang makin berkurang, bagaimana kalau aku cabut saja sekaligus nyawa kalian yang tinggal dua belas orang saja” ucap Ling menyiutkan nyali gerombolan Iblis Merah.
“Wanita iblis! Mari kita serang bersama-sama wanita iblis itu sebelum dia menyerang kita terlebih dahulu” ucap seorang gerombolan Iblis Merah.

*Ajian Iblis Merah Pencabut Nyawa*

*Hiyat, jleger! Dada Ling bolong terkena ajian iblis pencabut nyawa lalu jatuh tersungkur di tanah.

“Kau pikir aku dapat mati di tangan binatang-binatang terkutuk macam kalian hah?” ucap Ling mengejek gerombolan Iblis Merah.
“Dasar wanita iblis kau! Sulit juga mencabut nyawamu wanita kep*rat” ucap seorang gerombolan Iblis Merah merasa geram.
“Matilah kalian semua *hahaha” teriak Ling seperti orang kesetanan.

*Jurus Pedang Tujuh Naga Pecah Sembilan*

*Seet, seet, seet! *Brugh, brugh, brugh! Sher! Mengucur deras darah dua belas tubuh tanpa kepala yang mulai bergelindingan ke tanah. Ling dan romo Suryo menutup matanya rapat-rapat dengan telapak tangan mereka. Ayu dan romo Suryo pun segera berlari menghampiri Ling yang berdiri menopang tubuhnya dengan pedang tujuh naga.

loading...

“Kau tidak apa-apa pendekar Ling?” ucap Ayu.
“Aku tidak apa-apa, hanya terkena ajian iblis Merah, sebentar lagi luka bolong di dadaku akan rapat kembali” balas Ling kepada Ayu.
“Mari cepat masuk pendekar! Kau butuh istirahat, Ayu cepat kau siapkan air panas dan obat untuk pendekar Ling” ucap romo Suryo kepada Ayu.
“Baik romo” jawab Ayu Lestari.
“Biar aku bantu pendekar, kau jangan banyak bergerak tubuhmu masih lemah sekali, nanti akan aku buatkan obat untukmu” ucap biyung Tari.

Selanjutnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 5.

Agen BolaAgen Bola SBOBET
Salim

Salim

"Aku menuliskan kisah tanpa pena serta tanpa lampu. Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena tak ada yang dapat melihatku, dan aku begitu mudah melihatmu"

All post by:

Salim has write: 39 posts

Please vote Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 4
Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 4
1 (20%) 1 vote