Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 5

Sebelumnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 4.

Chapter 5: Tewasnya Iblis Merah

Setelah Ling di rawat oleh Ayu dan kedua orangtuanya, esok paginya Ling berpamitan untuk mencari Raja Iblis Merah.

“Paman, bibi, Ayu. Aku pamit meneruskan perjalananku ke gunung Merah” ucap Ling.
“Apa kau hendak mencari Iblis Merah, pendekar Ling?” tanya Ayu.
“Benar! Jaga kedua orang tuamu, dan kau tak perlu cemas lagi akan gangguan gerombolan Iblis Merah, karena sebagian ragaku akan aku tinggalkan disini” ucap Ling kepada Ayu.

“Hati-hati pendekar cantik” ucap biyung Tari.
“Budi baikmu selalu kami junjung tinggi pendekar yang baik hati” ucap romo Suryo kepada Ling.
“Tak perlu sungkan paman Suryo, sesama manusia sudah sepatutnya saling tolong menolong” balas Ling.

*Ajian Pecah Raga*

Ling pun membelah tubuhnya menjadi kembar tiga, untuk menjaga Ayu dan kedua orang tuanya di desa Mayit.

“Ayu Lestari aku pergi, Jaga dirimu baik-baik” ucap Ling singkat.
“Hati-hati pendekar Ling, jangan lupa kepada kami” teriak Ayu.

Setelah memecah raganya Ling pun pergi meninggalkan desa Mayit dan terus berjalan menyusuri hutan, bukit, danau, sungai serta lembah. Di dalam benaknya, Ling berpikir, apakah dahulu ayah dan ibunya mengembara seperti dirinya sekarang, meninggalkan jejak langkah, dan mengikuti hembusan angin kencang yang di penuhi darah. Sesampainya di sebuah lembah, Ling di hadang oleh segerombolan orang memakai jubah Merah.

“Sedang apa kau berkeliaran di lembah Darah ini gadis manis?” tanya salah seorang ketuanya.
“Aku hanya seorang pengembara yang kebetulan lewat saja” balas Ling.
“Tangkap dan ikat gadis itu! Kita bawa ke kekerajaan untuk menghadap paduka Raja” perintah ketuanya.

“Baiknya aku menyerah saja, aku yakin mereka ini para prajurit-prajurit Iblis Merah yang menjaga lembah ini! Agar aku lebih cepat sampai di tempat persembunyian kerajaan Iblis Merah, baiknya aku diam saja tanpa perlawanan” ucap Ling dalam hati.

Dalam tubuh yang terikat dan juga dikawal tujuh belas prajurit Iblis Merah, Ling mengumpulkan seluruh kekuatan dalam tubuhnya, untuk menaklukan Raja Iblis Merah di gunung Merah. Saat sampai di kerajaan gunung Merah Ling di hadapkan oleh Raja Iblis Merah.

loading...

“Ampun paduka, kami menangkap orang asing yang berkeliaran di lembah Darah, gerak-geriknya sangat mencurigakan paduka” ucap ketua prajurit Iblis Merah.
“*Hmm, cantik sekali gadis itu, lepaskan dia! Akan aku jadikan dia Ratu Iblis Merah di gunung ini *huahaha” ucap Raja Iblis Merah merasa senang.
“*Cih, melihat rupamu saja aku mau muntah binatang terkutuk” balas Ling terhadap Raja Iblis Merah.

“Kau ikat kembali gadis itu, dan siksa dia, jangam di beri ampun! Agar dia patuh menjadi istriku, *huahaha” perintah Raja Iblis Merah kepada prajuritnya.
“Ampun paduka, bukankah wanita itu yang membawa pedang, yang telah membunuh Marda dan kawan-kawannya. Aku melihat dengan jelas wanita itu di balik pepohonan di desa Mayit” terang siluman ular wanita.
“Bed*bah! Rupanya cukup tangguh juga kau dapat membunuh prajurit-prajuritku di desa Mayit! Cepat kau serang dia Kayana, aku mau lihat kesaktian gadis itu” ucap perintah Raja Iblis Merah kepada Kayana siluman ular.
“Dengan senang hati paduka” balas Kayana siluman ular.

Dengan seketika Kayana pun menjelma kedalam bentuk aslinya menjadi seekor ular raksasa yang sangat besar, dan sambil meliuk-liukan tubuhnya di hadapan Ling.

“*Hahaha, Maju kau ular siluman bin*l! Kau pikir dengan merubah wujudmu menjadi sekor ular yang sangat besar akan menciutkan nyaliku” ledek Ling kepada Kayana siluman ular.
“*Huahaha, sombong sekali kau kep*rat! Jika kau mampu melepaskan tubuhmu dari lilitanku, aku akan akui kesaktianmu” ucap Kayana merasa geram.

*Ssshh, ssshh, ssshh Kayana mulai mendesis dan dengan perlahan-lahan Kayana siluman ular membentangkan ekornya yang besar dan panjang lalu melilitkannya ke tubuh Ling hingga sebatas leher.

“*Huahaha, akan kuremukkan semua tulang-tulangmu hingga hancur pendekar congkak” ucap Kayana siluman ular.

Di dalam lilitan ekor Kayana siluman ular, Ling terasa makin sulit untuk bernafas. Dengan samar-samar Ling mendengar suara seorang wanita membisikan petunjuk kepadanya.

“Tuan pengendali pedang, gunakanlah kekuatan tujuh naga air terjun, menyatu dalam ragamu” ucap Putri Air Terjun kepada Ling.

Ling pun mulai bersikap hening dan mulai memejamkan matanya.

*Jurus Naga Terbang Menghantam Guntur*

*Jlegar! Dengan seketika tubuh Ling mengeluarkan sinar berwarna-warni yang sangat panas, hingga Kayana siluman ular melepaskan lilitan dari ekornya, dan tubuhnya menjadi terpental tak tahan akan panasnya sinar tujuh naga. Di saat itu juga gunung Merah menjadi terguncang hebat dan mulai mengeluarkan laharnya, Ling pun segera berlari sangat cepat melesat menjauhi gunung Merah.

“Cepat kau habisi nyawa gadis itu Kayana! Rupanya dia ingin menghancurkan kerajaanku ini” ucap perintah Raja Iblis Merah merasa geram.
“Baik paduka” ucap Kayana siluman ular.
“Tujuh belas Iblis Merah, kau rebut pedang dari gadis itu, dan serahkan kepadaku” perintah Raja Iblis Merah.
“Hamba paduka” sahut prajurit tujuh belas Iblis Merah serentak.

Selanjutnya pedang tujuh naga bagian 3: chapter 6.

Agen Bola Agen Bola SBOBET
Salim

Salim

"Aku menuliskan kisah tanpa pena serta tanpa lampu. Hal yang aku senangi ialah tertawa, juga menghindar dari keramaian. Aku begitu bahagia bersembunyi di tempatku yang gelap, karena tak ada yang dapat melihatku, dan aku begitu mudah melihatmu"

All post by:

Salim has write: 39 posts

Please vote Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 5
Pedang Tujuh Naga Bagian 3: Chapter 5
1 (20%) 1 vote