has write 4 articles | You are reading: Saling Menghargai Walaupun Kita Berbeda Alam - 675 Views

Hallo assalamualaikum, kali ini saya akan bercerita tentang sebuah wisata yang berada di daerah Cianjur yaitu curug (air terjun) Cikondang. Kalau orang Cianjur pasti tahu lokasinya berada dimana. Awal mula ketika saya dan teman saya sedang menuju kesana semua berjalan dengan lancar tanpa ada perasaan apa-apa sama sekali. Awal mula cerita kejadian mistis yang saya alami ketika hendak pulang menuju rumah, ketika saya menuju parkiran untuk mengambil motor saya sedang memakan cilok dan saya menanyakan kepada tukang parkir dimana tempat membuang sampah bekas cilok yang telah habis.

Namun tukang parkir tersebut berkata buang dimana saja tidak apa-apa bang, lalu saya pun meletakan sampah bekas makan cilok di dekat pohon yang dekat tempat parkir. Di sini awal mula kejadian aneh yang menimpa kami, setelah kita beberapa meter meninggalkan tempat parkir ada sebuah pertigaan saya berhenti dan menanyakan kepada teman saya arah mana yang akan kita ambil karena seolah-olah saya seketika itu pun saya benarr-benar lupa jalan menuju rumah.

Kata teman saya ambil kiri kebawah, saya pun mengikuti arahan dari teman saya dan semua berjalan lancar seperti biasa di jalan. Setelah sekian lama menyusuri jalan kami memasuki sebuah perkampungan yang aneh, yang hanya terdiri dari beberapa rumah dan hawa sekitar sunyi sekali tanpa ada seorang pun yang berada di luar. Kami hanya mendengar suara-suara anak kecil yang sedang tertawa keras sekali, saya berinisiatif untuk bertanya jalan kepada seseorang karena saya kira kami sudah nyasar dari jalan yang tadi kami lewati ketika hendak berangkat menuju curug Cikondang.

Karena Ketika kami berangkat kami tidak merasa melewati daerah ini dan terdapat belokan sekitar kebun teh, setelah itu saya melihat seorang ibu paruh baya yang sedang berjalan dan berbelok, saya pun mengejarnya untuk menanyakan jalan. Namun ketika kami ingin menghampiri ibu tersebut seketika ibu itu hilang dalam sekejap mata, padahal jarak kami tidak jauh dan dia hanya berbelok, padahal jalan yang di lalui tersebut besar dan tidak ada pepohonan.

Saya pun dan teman saya langsung berbalik arah mengikuti jalan yang kita lalui tadi. Ketika memasuki area kebun teh saya melihat belokan yang menuju arah jalan pulang saya, padahal tadi ketika kami lewat tidak ada jalan belokan tersebut yang ada hanya jalan lurus saja. Kami pun langsung berbelok ke arah jalan tersebut, namun anehnya ketika kami berbelok dan mengikuti jalan kami kembali ke curug Cikondang tersebut, padahal jalan yang kami lalui menanjak seharusnya menuju jalan yang benar, sedangkan jalan menuju curug itu menurun bukan menanjak.

Saya pun langsung berhenti memikirkan apa sebenarnya yang terjadi dan setelah di pikir-pikir mungkin karena kami tadi telah membuang sampah sembarangan disana. Saya pun langsung berdoa dan berbicara pada penunggu sana memohon maaf bila kami telah membuang sampah sembarangan. Dan kamipun langsung melanjutkan perjalanan pulang dengan melalui jalan yang tadi kami lewati, alhmadullilah kami sampai rumah dengan selamat tanpa ada halangan lagi.

loading...

Pesan saya janganlah membuang sampah sembarangan, karena selain untuk menjaga keindahan alam dan mungkin tanpa sadar kita juga sudah mengotori tempat mereka, dan kita juga harus saling menghargai walaupun kita berbeda alam. Wassalamualaikum, wr, wb.

Agen Bola SBOBET