has write 57 articles | You are reading: Jangan Lupakan Aku - 662 Views

Pagi ini aku menuju ke sekolah karena sudah setahun aku tak menginjak bangku sekolah karena kecelakaan yang aku alami, dan hampir membuatku buta tetapi ada yang langsung memberikanku mata dan aku bisa melihat lagi. Namun ingatanku tentang kecelakaan tak bisa sekali aku ingat, kata ibuku aku hampir gila karena itu, ibuku melihatku setiap hari menyayat tanganku, hasilnya tanganku penuh luka sayatan. Hari ini aku mengulang dari kelas 10 dan harus memperkenalakan namaku lagi.

“Hay namaku Gugun dari Welahan salam kenal dariku”.

Baru saja hari perkenalan, namaku sudah banyak berbisik-bisik dan melirikku seperti sudah kenal denganku, tetapi aku tak menghiraukannya yang terpenting sekarang aku harus belajar . *Kring! Kring! Bell pun berbunyi tandanya jam pelajaran selesai, aku merapikan alat tulisku dan pergi menyapa temanku yang sudah berada di kelas 11 yang seharusnya aku berada bersama mereka.

“Hay teman” sapaku di depan pintu.

Tetapi mereka menghiraukan sapaanku dan berjalan meninggalkanku. Bahkan mereka bilang aku orang gila yang kembali bersekolah .

“Eh Gugun ngapain kamu disini?” kata dwi teman sekelas dulu.
“Kamu siapa?” tanya Gugun.
“Aku ini dwi teman sekelasmu, ingat tidak? Kamu sudah sembuh ya?” kata dwi.
“Oh iya, aku ingat”.
“Ngapain kamu disini?” tanya dwi dengan senyum tipisnya.

“Aku menyapa edi, amar, wawan dan udak tetapi mereka tidak menganggapku bahkan aku di bilang gila” kata Gugun sedikit kesal.
“Kan mereka hanya memanfaatkan kamu saja Gun” kata dwi.
“Manfaatkan aku?”.
“Aku pergi dulu ya” kata Dwi meninggalkan Gugun.

Gugun melangkahkan kakinya melewati koridor-koridor sekolah, gugun melihat hantu siswi dengan badan yang tak utuh lagi. Hantu itu hanya memiliki setengah badannya saja dengan usus. Terlihat tatapannya tajam dia melihat ke arah Gugun. Gugun sangat takut hingga badannya tak bisa di gerakan, detak jantungnya begitu cepat, keringat dingin mengalir begitu saja. Hantu itu merangkak ke arah gugun , semakin mendekat! Dengan tubuh gugun yang kaku tak bisa bergerak.

“Kenapa aku bisa melihat hantu” gumam Gugun dalam hati.

Hantu itu merangkak ke sepatu gugun dan memanjat ke tubuh gugun, kuku tajam menyentuh wajahnya. Tiba-tiba tendangan keras dari belakang membuat Gugun terjatuh dan tangan dingin meraihnya berdiri menghindari hantu itu. Gadis berwajah manis itu melawan hantu itu, mereka berkelahi dan hantu itu pun pergi dengan sendirinya tiba-tiba gadis itu langsung memeluk gugun.

“Kamu kemana saja Gun? Aku mencarimu selama bertahun-tahun” kata gadis itu.
“Kamu siapa main peluk-peluk?” kata Gugun melepaskan pelukan.
“Aku Lita sahabatmu dari kecil Gun” kata lita.
“Lita? Aku tidak kenal sama kamu, ngomong-ngomong makasih sudah selamatkan aku” kata Gugun.
“Aku ini sahabatmu, aku yang memberikan mataku kepadamu”.

“Mata ini? Kata ibuku aku dapat dari seseorang, dan kamu jangan sok ini bilang matamu ya” kata Gugun meninggalkan lita.
“Hey tunggu jangan kau lupakan aku ya, aku yang memberikannya, aku ini sahabatmu kenapa kamu lupa?” teriak Lita.
“Apaan sih, dengarnya kamu ini hantu kan ngapain ikutin aku?”.

“Iya aku hantu terus kenapa?! Gun, aku mati karena menyelamatkanmu, aku kangen denganmu” kata Lita.
“Bodo amat” kata gugun *cuek meninggalkan lita.
“Hey tunggu kenapa kau melupakanku? Ah apa itu tanganmu” kata Lita melihat tangan gugun bekas luka sayatan.
“Ini hanya luka biasa minggir deh, hantu” kata Gugun ketus berjalan menembus Lita.
“Eh. Gun aku ini sahabatmu, aku kangen sama kamu bisa tidak berkunjung ke makamku untuk mendoakanku” kata Lita.

“Hey! Dengarnya aku itu enggak kenal kamu ya, ngaku-ngaku sahabatku kata ibuku aku tak punya sahabat” kata Gugun di hadapan lita.
“Ibumu salah, itu aku sahabatmu, aku yang memberikan mataku kepadamu lalu kau lupa begitu saja Gun? Jahat kamu *hiks, hiks, hiks” kata lita yang menangis di depan Gugun.
“Ah. Aku pusing, aku tidak tahu dapat mata ini dari siapa dan ibuku tidak bilang itu kau hantu, aku juga *ogah! Punya mata ini ngapain harus bisa lihat hantu” kata gugun pergi meninggalkan lita.

loading...

Lita hanya terdiam sambil menangis melihat sahabatnya melupakannya begitu saja yang telah mengorbankan matanya untuknya. Gugun pun berjalan menuju ke kantin memesan makanan, disana ada amar, edi, wawan, udak. Gugun tersenyum tipis melihat mereka, setelah gugun pesan makanan dan melangkahkan kakinya ke arah mereka tetapi saat gugun duduk mereka malah pergi. Gugun kecewa terhadap mereka, apa yang harus gugun lakukan supaya di anggap lagi. Gugun tak menghiraukannya dan melanjutkan makannya. Setelah makan gugun melangkahkan kakinya menuju kelas, terlihat gadis di ruang koridor laboratorium, gadis itu menundukan wajahnya.

“Ngapain kamu disini? Bell hampir bunyi” tegur gugun.

Gadis itu menyibakan rambutnya yang menutupi wajahnya, gugun melihat wajah gadis itu. Gugun begitu kaget, ternyata wajahnya rata dan hanya matanya saja yang kelihatan di wajahnya. Gadis itu menggenggam rambutnya dan menarik paksa hingga kulit kepalanya mengeluarkan darah banyak sekali. Gugun melihat itu tak dapat bergerak! Karena saking takutnya tiba-tiba Gugun di cekik kuat dan kelas berubah warna menjadi merah darah.

“*Uhuk, uhuk, uhuk. Lepaskan” kata gugun tercekik.

*Bruk! Hantu itu melempar gugun ke kursi meja hingga kesakitan, hantu itu mengambil pisau tajam di laci begitu besar. Lalu hantu itu mulai berjalan mendekati gugun. Lita hanya duduk termenung di koridor kelas, tak menyangka bahwa gugun tak mengingatnya lagi, tiba-tiba terdengar suara memanggil Lita

“Gugun” kata lita yang mendengar suara sahabatnya itu.

Lita mencari asal suara Gugun, lita mendapatkan arah suara gugun, dia ada di laboratorium saat lita masuk pintunya, lita terlempar

“Si*lan pintu ini pakai pelindung” kata Lita.

Terlihat gugun berlari menghindari hantu itu.

“Sabar gugun aku akan menyelematkanmu” kata lita mencoba menembus pelindung hantu itu, lita berusaha mati-matian masuk ke dalam tetapi selalu tidak bisa.
“Lita tolong” kata gugun.
“Aku akan menolongmu gun, ayo bisa-bisa” kata lita.
“Ayo bisa masuk *hiks, hiks, hiks. Aku mau nyelamatin sahabatku” kata lita yang di basahi air mata.

“Kenapa kau mau menyelamatkannya?” suara hantu yang mencoba membunuh Gugun.
“Karena dia sahabatku”.
“Sahabat? Bukannya dia telah melupakanmu tentang apa yang kau telah korbankan kepadanya” kata hantu itu .
“Aku tahu tapi, aku menyayanginya! Jangan kau pernah lukai tubuhnya atau kau akan berhadapan denganku” kata lita.

“Sahabat zaman now sangatlah berbeda dengan dulu” kata hantu itu.
“*Heh. Sahabat zaman now itu seperti pisau yang bermain di belakang kita, saat kita lengah kita akan tertusuk pisau itu” kata hantu itu mencekik Gugun.
“Apa maksudmu?”.

“Sahabat zaman now, hanya tahu main tikung teman, merebut kesenangan sahabatnya sendiri, dan jika kita punya pacar paling sering sahabat yang main di belakang kita memainkan kita seperti boneka dan saat sudah putus dengan pacar sahabat yang mengantikan, sahabat tak lebih dari musuh dalam selimut” kata hantu itu mencekik Gugun dan siap mengarahkan pisau ke arah jantung gugun.

“Jangan kau apa-apa kan dia” kata lita berlari kencang mendobrak penghalang hantu itu.

Saat hantu itu mau menusuk gugun, lita memukul hantu itu, mereka terjatuh bersama-sama, lita menarik gugun lalu hantu itu langsung mencekik lita dan menyeretnya ke tembok.

“Gugun tolong aku” kata lita kesakitan.

Selanjutnya jangan lupakan aku bagian 2.

Agen Bola SBOBET