has write 4 articles | You are reading: Penghuni Stadion Bola di Waktu Malam - 1554 Views

Hallo sahabatku semua apa kabar semoga semua pada baik ya balik lagi sama al. Rilis lagi nih sahabatku semua cerita saya yang kedua di malam jumat ini yang menurut saya itu *cripy ya. Momennya pas banget ya malam jumat gitu ya. Jadi ini mengenai stadion bola ya sahabatku semua. Oke tanpa basa basi lagi ocehan tadi saya rasa cukup ya.

Jadi kita ke pokok pembahasan saja ya. Pertama saya ngenalin teman saya sebut saja ryo, cris, saya sendiri. Malam itu musim kabut kebetulan suasananya sedikit sejuk juga jadi kami chat di whatsapp untuk pergi mencari hal-hal yang berbau mistis ya. Jadi kami bertiga mempersiapkan apa yang kami bawa dari kamera infrared, microfon, bunga, tepung, disini kami berkumpul di rumah salah satu teman kami sebut saja aldi.

Nah sesampainya kami disana itu pukul sepuluh, kami ngobrol hal-hal yang beraroma gaib selama kami ngobrol saya ada mencium bau busuk yang sangat menyengat sekali. Tapi saya tidak heran dengan hal itu. Karena saya sudah terbiasa. Lamanya kami ngobrol jam pun menunjukan pukul dua belas malam, dan kami memutuskan untuk berangkat ke stadion saat kami hendak berangkat kami mengajak si aldi untuk gabung, tapi dia menolak karena katanya tempat itu kalau malam sangat angker katanya.

Kami pun mengiyakannya saja. Kami pun berangkat ke lokasi, sesampainya di lokasi kami di sambut dengan sekelebat sosok putih di atas stadion dan itu jelas sekali di mata batin saya putih lurus, saya tidak memperdulikan itu. Kami masuk dan mempersiapkan apa yang kami bawa kedua teman saya memasang dan menyetel kamera, sedangkan saya sendiri, menaburkan tepung tiap pintu masuk. Menyiramkan bunga ke tiap lorong stadion itu.

Nah setelah persiapan selesai saya melanjutkan pembuktian dengan menaruh setitik darah saya sendiri di pintu utama karena hal seperti itu memancing sekali makhluk yang sering meminta tumbal, setelah persiapan selesai kami pun melakukan doa bersama demi keberhasilan kami, saat kami hendak keluar kami mendengar ada rintihan kesakitan di dalam salah satu kamar, tapi saya bilang dengan teman saya. Biarkan saja.

Setelah kami keluar dan melakukan kontrol kamera melewati laptop disitu kami melihat banyak sekali hal-hal yang aneh dari kamera tiba-tiba buram, lampu yang mati dan menyala sendiri ternyata memang benar kata orang orang bahwa di stadion ini kalau malam itu suasananya memang lain dan penghuninya bukan lah manusia tetapi makhluk halus. Kami pun masuk ke dalam untuk melihat bekas tepung itu, benar saja disana ada jejak anak kecil tapi tidak terlalu jelas dan darah saya yang di kaca itu benar-benar bersih dan hilang.

Di tengah keanehan dan keheranan kami, kami di kagetkan dengan suara benturan pintu tepat di belakang kami dengan suara cikikikan perempuan, *ingat itu saya merinding* kami lihat tidak ada siapa-siapa selain kami bertiga saja, dan di saat itu juga ada sesuatu dari tangga jatuh kaya bola tapi berhelai. Apaan itu kata teman saya, bola kata teman saya satunya lagi, jadi kata saya apaan tuh bola, itu bukan bola.

Itu kepala saya bilang, benar saja dugaan saya itu ada kepala kuyang (hantu kepala) jadi-jadian saat kami hendak mendekat dia tiba-tiba terbang kembali dan baunya pun sangat amis sekali karena darah berceceran, belum lama kami melihat itu. Kami di kagetkan dengan suara cekikikan lagi dan itu dari arah ruang ganti pemain saat kami kesana disitu kami kaget luar biasa bahwa memang benar di situ lah tempat kumpulnya makhluk halus karena di situ kami mencium bau amis bau busuk pokoknya lengkap.

loading...

Saat itu kami hendak keluar tiba-tiba pintu keluar kami ketutup rapat padahal tidak ada angin sama sekali, kami itu seperti hendak di celakai dan saya berbicara dengan leluhur saya *ni datu dohop iki tuh, buhen awen jia handak mahaga iki kakatuh dohop ni* (nenek kakek buyut tolong kami ini, kenapa mereka mau mencelakakan kami begini tolong kami nenek kakek) dan tak lupa saya berdoa dengan Tuhan. Belum lama lagi ada suara gemercik air keran kami pun mencek kembali benar saja air itu menyala tapi saat ada itu juga pintu di gedor lagi dan suara tangisan wanita jelas kami dengar seperti kami di permainkan disitu.

Saya melihat jam sudah hampir jam 3. Teman saya si ryo ini menangis ketakutan dan cris mukanya pucat sekali karena ketakutan dan kamera pun masih di posisi dalam keadaan menyala. Tidak lama kami berdampingan saling menjaga satu sama lain suara adzan subuh berbunyi dan pintu pun terbuka dengan sendirinya tapi saya bisa melihat, bahwa yang ada di depan pintu itu adalah leluhur saya sendiri.

Akhirnya kami pulang sebelum kami pulang kami mengemas kembali barang-barang kami, dan kami kembali kerumah, mereka menginap di tempat saya, kami kembali melihat hasil penelusuran kami, benar saja di ujung lorong ada sosok kuntilanak yang duduk di tangga *inget itu saya yang menulis saja merinding*.

Itu pengalaman kami nyata kami alami. sebenarnya jangan kita berani dan jangan juga kita takut bahwa sebenarnya setan atau jin itu bisa kita lawan dengan, doa, keimanan kita, keberanian kita. Tapi takut lah dengan Tuhan sang pencipta, disini saya berpesan untuk sahabatku semua, siapa pun dan dimana pun jika membaca cerita mistis atau horor lebih baik berdoa, jika hendak melalukan pencarian atau mencari tahu keberadaannya di tempat angker bagi yang pencinta horor atau suka ingin mengetahui bagaimana wujud mereka atau bentunya rupannya, alangkah baiknya perdalam agamanya masing-masing dekat kan diri dengan Tuhan.

Pertebal keimanannya supaya kita bisa melawan aura gaib itu sendiri, nah sampai disini cerita saya maaf kalau tidak terlalu seram atau ada kekurangan saya mohon maaf ini lah saya hanya manusia tidak luput dari kesalahan, dan tidak sempurna karena kesempurnaan hanya milik Tuhan semata. Tunggu cerita yang lain dari saya kisah nyata saya dan pesan pesan yang saya sampaikan semoga bermanfaat bagi sahabat sahabatku semua. Sampai jumpa sahabatku semua.

Agen Bola SBOBET

About me :

Alfensus Wirian Banyak cerita yang ingin saya bagikan Tetapi apabila ada kesamaan nama,tempat atau semacamnya saya minta maaf Saya juga manusia tak luput dari kesalahan dan tidak sempurna, karena kesempurnaan hanya milik "TUHAN" Cerita ini bukan dari siapa2, semua real dari saya sendiri. Karena saya anak desa dari kalteng jadi pengalaman saya banyak.