Hantu in The Kost

Malam ini saya membereskan beberapa baju ke dalam koper ukuran sedang. Karena esok hari adalah jadwal keberangkatanku ke kota untuk kuliah. Namaku sonny ericson, kata temanku di kampung namaku terlalu keren. Karena bisa berbunyi klunting jika terima pesan. “Ah, sial, mereka kira saya ini hp apa!?” gerutuku dalam hati.

Tiba-tiba gawaiku berbunyi, sebuah pesan dari Samsung. “Son, lu sudah dapat tempat kost belum” tulisan dari layar gawai.

Lalu saya mengetik balasan, “belum Sam, apa lu punya info buat gue”. Kirim cepat, lalu terdengar bunyi “klunting” tanda pesan terkirim dan di terima oleh penerima balasan pesanku.

Read Another Story:

“Ada Son, dekat area kampus, tempat ibu vivo, nanti kalo lu sudah sampai di sini, kita ketemuan saja, nanti gue antar sampe tempat” balasan darinya.

“Ok, siap” balasku.

Pagi hari, ku berpamitan sama emak yang paling cantik tapi super bawel, meski bawel tapi dia sayang sama saya. Buktinya ketika saya mulai mencium punggung tangannya ia terisak haru atau sedih.

“Sudahlah mak, saya kan cuma mau pergi ke kota buat mencari ilmu, tidak usah lebay begitulah mak, nanti 1 minggu sekali saya pulanglah mak” ucapku ikut terharu.

“Halah, apa, cuma pergi ke kota dekat saja pake di tangisin, horang mak’e cuma perih matanya saja kok, habis ngirisin bawang merah” jawab emak sambil melengos tak berdosa.

Ku hanya melongo kagum, eh heran.

“Hasyeem, kirain sedih ditinggal anak sematang wayangnya yang ganteng ini, eh malah lebih nangisin si bawang yang bukan anaknya, salahnya di mana coba” umpatku kesal dalam hati,lalu ngeloyor pergi membawa koper, tak lupa mengucap salam sambil monyongin bibir.

“Eh son, kamu jangan lupa kalau sudah sampai kota dan dapat tempat kost kabarin emak’e ya, dan jangan lupa itu pintu depan ditutup, jangan boros-boros disana” ucap emak tanpa menoleh.

Yang awalnya bikin saya senang karena diperhatiin, eh ujung-unjungnya nyuruh juga, huh.

” iyaa, mak” ucapku panjang.

Setelah sampai di kota, ku kabari samsung yang menunggu di taman kota tempat kami janjian. Ku telusuri jalan setapak, demi menemukan batang hidungnya samsung, yang katanya sedang berdiri didekat tiang lampu taman.

Sambil menoleh kanan-kiri, akhirnya kelihatan juga itu orang, padahal yang ku cari adalah hidungnya, tapi yang terlihat malah kepalanya yang sedikit plontos mirip lampu taman. Itu sebabnya tidak terlalu sulit mencari dia di area sini, yang mungkin masih asing bagiku.

“Dor!! Tuh ada duit jatuh!” kataku sambil menepuk bahunya.

Dia pun terkejut sambil jongkok mencari-cari duit yang tidak mungkin ada di bawah.

“Setan lu, ngerjain gue lu!” umpat Samsung sambil jitak kepalaku .
“Habisnya lu ngapain bengong, mirip tuyul kehilangan duit” celotehku sambil meringis kesakitan memegang kepala.

“Ah, lu mah gak bisa ngelihat orang lagi terpukau” kata samsung tanpa dosa.
“Halah gaya lu, memang lagi melihat apaan?” ucapku akhirnya penasaran.

“Cewe cuy, cantik pula, mirip mba demit di KCH, tapi lebih cantik ini, kalo mba demit mah lewat belakang” ucap samsung meyakinkan.

“Mana?” ucapku antusias.
“Itu, yang duduk di bawah pohon beringin” ucapnya sambil tangannya menunjuk ke arah yang di tuju.

Lalu ku mengikuti pandangan ke arah jarinya. Sontak saya protes, karena tidak ada siapapun yang duduk di sana.

“Ah, bohong lu, sudahlah yok kita capcuz, sudah panas nih, ntar hitem pula kulit gue yang exsotis ini” kataku sambil menarik dompetnya dari saku celana.

“Eh beneran son, suwer deh tadi beneran ada cewe cakep” katanya sambil tarik-tarikan dompet denganku.

Apesnya malah dompet itu jatuh ke got pinggir jalan, akhirnya saya di jitak untuk ke 2 kalinya. Akhirnya kami berada di rumah bu Vivo, untuk menanyakan tempat kost yang masih kosong. Yang katanya masih ada 1 kamar, tepatnya di sebelah utara dekat kamar mandi khusus anak kost.

Gara-gara kejadian tadi, samsung marah karena dompetnya kotor, jadi dia hanya mengantarku sampai di area gerbang kost tanpa masuk. Lalu berpamitan dengan alasan sedang di tungguin pak Oppo di suatu tempat.

Tanpa basa-basi ku lanjutkan memasuki pintu gerbang, yang terlihat deretan kamar kost seperti rumah bedengan yang saling berhadapan. Ada 5 deretan di bagian kiri dan 6 deretan di sebelah kanan.
Apesnya, saya di bagian ujung yang deretan 6, tepat depannya adalah kamar mandi + wc khusus anak kost.

Suasananya sepi, mungkin para penghuni in the kostnya sedang pergi maklumlah masih jam 10 pagi. Ku coba membuka pintu kamar kost ku dengan kunci yang di berikan ibu Vivo pemilik kost, dengan langkah lemas ku memasukin sebuah ruangan yang ku buka.

Hawa pengap karena masih kotor mengganggu pikiranku, namun karena sudah terlalu lemas dan capek tak ku hiraukan. Ku kibaskan kasur dari debu, lalu meluncur untuk tidur sejenak. Entah berapa detik terlelap, tiba-tiba mukaku seperti ada yang melempari sesuatu. Ku coba membuka mata yang masih berat karena kantuk, lalu mencari-cari benda apa itu tadi.

Saat sedang mencoba mengucek mata supaya jelas, tepat di depanku ada sosok cewe. Ketika jelas penglihatanku, ku coba fokus dan kutatap wajahnya yang aduhai. Tiba-tiba dia menyeringai lalu tertawa khasnya “hihihihihi” suaranya melengking memekakkan telinga.

Ketika kesadaranku pulih 150% ,dan tahu itu bukan seekor eh seorang manusia, sontak aku terkejut hampir kejang-kejang dan gelap. Next or lanjut? Jika lanjut harap tinggalkan komentar di fanspage Cerita Hantu/ KCH di Fb – https://www.facebook.com/KumpulanCeritaHantuKCH/

Selanjutnya hantu in the kost bagian 2.

Share This Story On:
TwitterFacebookWhatsapp