Dia Nampak Depan Jendela

Selamat malam para pembaca, semoga kalian dalam keadaan sehat dan berbahagia. Kali ini saya ingin membagikan pengalaman horor atau kisah menyeramkan yang dialami oleh seorang teman dekat saya, kejadiannya sudah lumayan lama sekali, sekitaran beberapa tahun yang lalu tapi ceritanya masih membuat saya merinding jika mendengarnya.

Kejadian yang dialami berawal ketika dia (teman saya) yang pada saat itu menginap dirumah salah seorang temannya, mereka tidur diruang tamu dengan alas tikar dan beberapa bantal. Awalnya semua berjalan tanpa ada sesuatu hal yang aneh, namun ketika itu subuh telah tiba terdengar ayam berkokok menandakan terang akan datang.

Seketika itu pun teman saya bangun dari tidurnya dan berinisiatif mengecek keadaan keluar rumah dengan mata yang masih sayup sedikit mengantuk, apakah sudah terang atau belum. Pada saat dia membuka gorden jendela yang tepat berada didepan ruang tamu, tiba-tiba dirinya mendadak kaku terpaku mematung dan tidak percaya apa yang baru saja dilihatnya dibalik jendela rumah temannya.

Read Another Story:

Sesosok wajah yang terlihat seperti perempuan. Wajahnya hancur penuh dengan luka-luka yang sangat mengerikan serta darah yang ikut melumuri muka dan luka-lukanya, rambutnya yang dia gambarkan sebahu terurai berantakan tidak karuan serta tatapan mata tajam menyeramkan melihat ke arahnya.

Sosok itu dengan jelas memandang wajah teman saya. Mereka saling berpapasan muka dengan muka hanya kaca jendela yang bening menjadi pemisahnya. hampir beberapa detik dia menatap wajah itu yang sangat mengerikan sampai akhirnya dengan spontan dia (teman saya) langsung menunduk dan *kuruban menutup wajahnya dengan bantal, sampai rasa takutnya menghilang dia mencoba mengecek kembali dengan mengintip apakah sosok itu masih disana?

Dengan tangan gemetar dia mencoba membuka sedikit kain gorden yang menutupi jendela itu. Ternyata sosok itu sudah menghilang dan hanya langit yang mulai terang yang dia lihat. Setelah kejadian itu dia bercerita kepada temannya yang pada saat itu juga menginap bersamanya, banyak yang menganggapnya dia berbohong termasuk saya.

Tapi ketika dia bercerita raut ekspresi wajahnya sendiri menunjukan ketegangan dan rasa takut seperti memang yang dia lihat itu benar terjadi. Saya pun menanyakan tentang bentuk wujud dan seperti apa penggambarannya lebih detil namun yang dia katakan “pada waktu itu hanya darah yang melumuri muka dan luka-luka yang parah mengerikan serta mata yang melotot tajam menyeramkan melihat ke arahnya dan juga rambut yang terurai berantakan”.

Setelah kejadian itu teman saya tidak lagi mengecek keadaan diluar ketika subuh. Sekian cerita ini saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf atas perkataan dan pembahasaan yang mungkin kurang dimengerti, untuk keaslian cerita semua saya kembalikan kepada kalian para pembaca tentang pandangan kalian tetang cerita ini, sekian dari saya. Terima kasih.

Share This Story On:
TwitterFacebookWhatsapp