5 Remaja Pembuat Kekacauan

Halo sahabat cerita hantu, sepertinya sudah lama sekali saya tidak menuangkan cerita saya, terakhir cerita itu berjudul “kuntilanak merah disekolah” oke langsung saja. Sama dengan cerita sebelumnya kali ini saya akan membahas kisah horor dari sekolah lagi, tapi ini bukan pengalaman saya melainkan murni dari otak saya. Berawal dari keisengan 5 remaja lelaki sebut saya namanya Ajun, Dodit, Hakum, Oit dan Agum.

Mereka memang terkenal sebagai salah satu siswa yang culun tapi keren yang bersekolah di salah satu sekolah ternama di Makassar (kini). Karena keisengan mereka kisah aneh pun terjadi di sekolah tersebut. Sekolah itu sudah tidak asing lagi dengan kisah-kisah horor yang sering terjadi apalagi yang menyangkut makhluk kasat mata yang biasa kita sebut dengan kata “HANTU”.

Well karena ulah 5 remaja tersebut lagi-lagi sekolah tersebut harus menjadi trending topic sebagai sekolah terhoror pada waktu itu. Bermula karena mereka tidak percaya dengan hantu akhirnya Ajun, Dodit, hakum, oit dan agum pun merencanakan sesuatu, singkat cerita merekapun memutuskan untuk uji nyali di sekolah mereka, ide ini didapat dari si dodit remaja yang sok berani tapi gitu deh, hehe.

Dengan perlengkapan seadanya 5 remaja tersebut pun datang ke sekolah itu pada malam hari tepatnya sekitar jam 01.00 WITA dini hari. “Dit kunci gerbang kekunci gimana cara kita masuk?” tanya oit. Dengan bingung dodit pun mecoba mencari jawabannya, “gimana kalau kita lewat gerbang belakang?” tanya ajun. Ke 5 remaja tersebut berlalu menuju gerbang belakang, dan ternyata benar gerbangnya tidak di kunci mereka pun masuk menyelinap seperti maling, di kegelapan malam itu hanya beberapa ruangan saya yang lampunya menyala.

Mereka juga harus melewati rumah penjaga sekolah yang misterius serta senyumnya yang sedikit dingin apalagi memeperlihatkan giginya yang sudah tidak utuh lagi. Setelah mereka mampu melewati rumah penjaga sekolah merekapun memutuskan untuk membagi 2 kelompok. Dodit, hakum, dan agum di kelompok pertama, mereka harus uji nyali di tempat yang keangkerannya sudah tidak diragukan lagi. Mereka bertiga mendapat tempat di daerah base camp PMR yang belakangnya terdapat toilet dan sepanjang lorong tersebut diisi oleh 3 ruangan yaitu XI IPA 1, XII IPS 2, DAN XII IPS 3.

Sementara di kelompok selanjutnya hanya menyisahkan ajun dan oit saja hanya mereka berdua. Ajun dan oit mendapat tempat di daerah lorong ruang guru, ruang kepala sekolah, kelas XII IPA 5 dan XII IPA 6 daerah mereka juga berhadapan dengan danau yang lumayan luas, tidak jauh dari ruangan guru juga terdapat tempat yang menurut beberapa siswa agak aneh tempat itu ada gazebonya tapi berbentuk seperti jamur payung.

2 kelompok tersebut bertukar kabar lewat aplikasi bbm chat atau voice now (vn), di kelompok pertama dodit mencoba mengchat ajun, isi bbm dodit ke ajun, “jun gimana kabar disana?” singkat dodit, tidak lama ajun pun membalas lewat vn, “masih aman aja belum ada apa-apa tuh”. Tanya aja ajun ke dodit, dodit pun membalas lewat vn, “oke lanjutkan kalau begitu”.

Hakum pun melihat jamnya sudah jam 02.45 WITA berarti sudah sejam lebih mereka berada di sekolah, hakum yang dari tadi hanya diam saja, tiba-tiba minta diantarkan ke toilet. “Dit temani gw ke toilet dong” pinta hakum, hakum itu anaknya penakut dan juga manja. Jadi sebelum penyakitnya kumat dan wajahnya memelas dodit dan agum menemani hakum ke toilet. Tanpa mereka sadari, sebuah sosok yang tidak terlihat oleh mereka berada sangat dekat dengan mereka. Hakum masuk ke toilet sendiri.

Di kelompok kedua ajun dan oit sudah merasakan hal yang tidak wajar, dengan keringat bercucuran dan perasaan was-was oit pun mencoba merekam tempat mereka berada. Samar-samar dikegelapan tersebut tiba-tiba bayangan putih ikut terekam di ponsel oit, oit mencoba melihat sekeliling tapi nihil dia tidak melihat apa-apa. Ajun dan oit melanjutkan rekamannya lagi-lagi sosok itu muncul tapi sekarang lebih dekat, semakin dekat jarak mereka dengan sosok itu kurang lebih beberapa centi saja.

Sosok itu berbentuk hewan seperti babi, berambut tipis, tubuh tinggi, dan memiliki taring. Sontak ajun dan oit pun berlari menuju ketempat dodit, agum dan hakum berada, derap kaki mereka sangat jelas di keheningan malam itu. Sementara hakum baru keluar dari toilet ketiganya juga merasakan sesuatu, “kum aman nggak di dalam” tanya agum. “Aman sih cuma gitu bau pessing” gerutu hakum ke agum.

Sedikit candaan hakum ternyata tidak berdampak, malam itu makin mencekam perasaan takut, was-was menghinggapi mereka. Tiba-tiba di atas toilet itu mereka sudah melihat sosok perempuan berambut panjang dan berbaju merak. Sosok itu sudah eksis disekolah itu dan kalau dia sudah memperlihatkan wujudnya hal yang aneh dan mengerikan pasti akan terjadi, begitu cerita yang turun temurun dari senior-senior sebelumnya. Dari kejauhan ajun dan oit pun menghampiri mereka bertiga dan mereka berkumpul kembali seperti awal.

loading...

Keresahan dan ketakutan nampak di wajah mereka. Ajun dan oit memperlihatkan rekaman tadi ke pada 3 teman mereka. Mereka bertiga sulit untuk percaya tapi semua itu nyata. Tiba-tiba hakum tidak terkontrol badannya lemas, keringat dingin bercucuran dibadannya. Sementara ajun mencoba melafalkan ayat-ayat Al-Quran. Belum selesai tiba-tiba hakum terjatuh pingsan. Panik keempatnya bingung harus meminta pertolongan kepada siapa?. Sosok merah yang tadi mereka lihat tiba-tiba muncul didekat mereka dengan wajah yang sangat menyeramkan dan senyum penuh kebencian.

Ketakutan mereka tidak terbendung lagi reflek mereka menutup mata dan setelah membuka mata kembali sosok itu hilang, masih dengan kepanikan tiba-tiba agum juga ikutan lemas dan hakum yang pingsan tadi tiba-tiba menggoyangkan tangannya seperti penari. Ajun sudah menyadari kalau hakum kesurupan. Agum yang lemas dengan upaya juga mencoba melafalkan ayat Al-Quran agar dia tidak ikut kesurupan seperti hakum. Hakum ternyata dirasuki oleh sosok merah tersebut dengan penuh kebencian dia pun bertanya kepada keempat remaja tersebut, “apa maksud kalian datang kemari?” tanya sosok itu.

Dengan penuh ketakutan dodit yang punya ide ini pun bercerita kalau mereka tidak percaya dengan hantu dan ingin membuktikan dengan cara terbata-bata. Sosok itu pun menjawab, “dasar manusia laknat kami tidak mengganggu kalian tapi karena kesombongan kalian dengan menggangu kami terimalah pembalasan dari kami”. Tiba-tiba sosok itu keluar dari tubuh hakum dan hakum pun sadar. Teringat dengan kata-kata sosok itu ke 5 nya pun makin was-was dan tiba-tiba satu persatu makhluk yang mereka lihat tadi sosok merah, siluman babi dan sosok-sosok yang tidak terhitung mulai mendekati mereka, ke 5 nya pun pingsan.

Mereka di temukan keesokan paginya ketika siswa sudah mulai ramai, badan mereka lebam seperti habis di pukul lebih tepatnya digebukin. Tidak lama merekapun sadar dan merasakan sakit disekujur tubuh. Penjaga sekolah yang melihat itupun ikut membantu ke 5 nya, akhirnya merekapun dibawa pulang. Sesampai di rumah ke 5 remaja tersebut dilarikan ke rumah sakit karena semuanya jatuh sakit, sekolahpun heboh karena ulah ke 5 sahabat tersebut.

Belum sampai disitu ternyata setelah kejadian itu, kekacauan kembali di sekolah itu. Satu persatu siswa yang ada dikelas menangis, marah, berteriak dan lari kesana kemari, disimpulkan bahwa mereka kesurupan. Bahkan parahnya beberapa siswa yang kesurupan berkata “aku ingin nyawa anak-anak sekolah ini karena mereka selalu mengganggu kami dan bersikap sombong, kami benci itu” teriak salah satu siswa yang kesurupan itu. Suasana makin gaduh, sekolah terpaksa memulangkan siswanya yang masih sadar.

Guru-guru sibuk mengurusi siswa yang kesurupan di bantu pemuka agama setempat. Setelah beberapa jam siswa-siswa yang kesurupan akhirnya sadar. Ustadz yang kebetulan berada disana sempat berkomunikasi dengan makhluk tersebut, mereka meminta seluruh siswa selalu mengingat tuhan dan tidak melamun serta menyuruh mereka untuk melakukan dzikir bersama di sekolah itu.

Selang beberapa hari sekolahpun mengadakan dzikir bersama, 5 remaja yang membuat kekacauan kemarin juga sudah masuk sekolah dan ikut berdzikir di sekolah itu. dodit, ajun, hakum,oit, dan agum berjanji tidak akan membuat kekacauan lagi dan tidak akan mengganggu mereka lagi makhluk yang kerap kita sebut hantu. Sekian cerita dari saya.

Kalau kalian ingin tau dan ingin berbagi kisah hantu add line saya di @dewisrih atau instagram saya di @deshard_, tunggu cerita-cerita selanjutnya.

Best regards,
Dewi sri hardiyanti.