7 hari

Hai, namaku Lia. Dulu aku duduk sebangku dengan dwy dwi dandwi saat masih SD kelas 4. Dan saat itu juga keluargaku sedang mengalami sebuah musibah. Nenekku sudah lansia, setiap hari hanya menggunakan kursi roda untuk berjalan dari kamar keruangan, lain tanpa dibantu. Karena ayah dan ibuku sibuk bekerja, ayahku bekerja di Bandara Raden Inten 2.

Ibuku adalah seorang pegawai PNS dikantor Kecamatan. Itu sebabnya setiap hari mereka sibuk. Aku sering membawa teman-temanku kerumah, supaya tidak terlalu sepi. Karena posisi rumahku di pinggir kompleks desa, jika kalian pernah baca cerita dwi “jangan nakal ya dan di kejar miss kunti“. Pasti tahu area tempat tinggalku. Aku sangat senang ada teman bermain dirumah, hingga suatu hari keluargaku mengalami duka.

Nenek kami meninggal dunia. Sehingga selama 7 hari temanku belum bisa kerumahku, karena aku dan keluarga sedang berkumpul dengan keluarga lain, untuk mengenang selama 7 hari meninggalnya nenek kami dirumahku. Namun selama 7 hari ini, arwah nenekku sering berkeliaran didalam rumah. Seolah-olah dia menganggap dirinya masih hidup, sehingga dia melakukan aktivitas seperti biasa.

loading...

Itu sebabnya banyak yang percaya atau mitos, bahwa arwah orang yang sudah meninggal, belum pulang seutuhnya kealamnya (kubur). Di hari ke 3 sejak meninggalnya nenek, tepat jam 10 malam. Seperti biasa semasa hidupnya nenekku sering berjalan dengan kursi rodanya keruang tamu, dan merenung menghadap dijendela depan, untuk melihat area luar rumah.

Saat itu ada om agus (adik dari ayahku) yang rumahnya depan rumahku dibiarkan kosong itu. Malam itu dia menginap dirumahku. Kemudian dia hendak kekamar yang berada diruang depan. Dia melihat kursi roda nenekku berjalan sendiri dan berhenti didepan jendela seperti biasa. Om ku tidak merasa takut, dia malah menghampiri kursi roda itu. Dan berkata “nek, nenek ngapain disini? Nenek kan sudah meninggal, sudah sana istirahat, nanti ada yang melihat gimana? Malah pada takut” kata om agus pada arwah nenekku.

Setelah mengucap kata-kata itu, kursi roda kosong itu berjalan perlahan menuju ke belakang dan masuk kekamar mendiang nenek. Tidak lupa diikuti oleh om agus. Dan ketika sudah sampai dikamar nenek, om agus berkata lagi “sudahlah nek, kami sudah mengikhlaskan kepergianmu, maka istirahatlah dengan tenang disana”. Dan setelah itu 7 hari kemudian. Ayahku, seolah-olah dipanggil dari kamar nenek.

Suara itu mirip sekali dengan suara almarhumah. Dengan perasaan jantung berdegup kencang, akhirnya ayahku memberanikan diri menghampiri kamar itu yang berdekatan dengan dapur. Malam itu, ayah bersama ibuku masuk kekamar nenek. Dan apa yang terjadi? Mereka melihat arwah nenek sedang terbaring lemas seperti biasa, dan kemudian menyampaikan pesan dan salam perpisahan pada mereka. Sekian.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts