Ada Apa Dengan Orang itu?

Hai namaku Jihan ini ceritaku yang ke-2. Waktu itu orang tuaku dan aku ingin mengunjungi rumah nenek di daerah Bandung. Mamiku bilang dia ingin menjenguk nenek katanya nenek ku sakit dia suruh aku kemas barang aku pun segera cepat mengemas barang. Akhirnya aku pun naik mobil. Aku hanya main handphone sedangkan mamiku lagi makan spagheti yang dibuat oleh pembantuku.

Karna jalan yang pertama macet akhirnya papi memutuskan untuk lewat jalan ke-2 dijalan yang Ini adalah pesawahan yang dalam karna sudah mau malam disekitar pun gelap ditambah hujan deras jadi hampir gak kelihatan. Aku pun ketakutan karna semakin lama semakin dingin. Akhirnya aku disuruh tidur oleh mamiku dan akhirnya aku tidur.

Sampai akhirnya aku terbangun ternyata mobilku mogok ”waduh” aku bilang, akhirnya aku melihat ada seseorang berdiam diri dipinggir jalan. Aku pun fokus kepada orang itu. Akhirnya aku bilang ke mamiku bahwa aku melihat seseorang. Mamiku bertanya kepada orang itu “Mba mau ikut tumpangan kami tidak?”. Orang itu hanya terdiam saja akhirnya mamiku langsung masuk ke mobil dan orang itu menghilang.

Mamiku sontak kaget begitupun aku, akhirnya mobil sudah bisa digerakan. Nah akhirnya sampai dirumah nenek ku. Dirumah nenek ku ini rumahnya lebih besar dari rumahku karna banyak pula keluargaku yang berdatangan. Aku segera mencari kamar mamiku yang dulu dan segera merapikan barangku, aku mandi dan segera berpakaian. Aku bertemu seluruh keluargaku, kami senang cerita masing-masing dan tibalah jam 12 malam.

Tiba-tiba lampu mati sekejap seluruh keluargaku kaget. Aku dan yang lain mencoba mencari masalahnya di kegelapan malam, aku seperti melihat seseorang yang kulihat tadi di pinggir jalan. Dia semakin mendekat dan saudaraku kesurupan. Aku takut karna saudaraku mencakar tembok nenek ku dan akhirnya papiku menghubungi ustadz.

Setelah beberapa menit ustadz pun datang dan dia bilang hantu yang merasuki tubuh saudaraku ini adalah yang mengikutiku dari persawahan tadi. Aku kaget dan merinding begitu pun mamiku, yang tadi ia ajak ngobrol dan kami semua membaca Al-Quran sampai subuh dan tidak ada yang berani tidur dikamar. Semua pada tidur diruang keluarga begitu juga nenek ku. Sekian cerita dariku maaf bila ada kesalahan kata dan yang lainnya terima kasih.

loading...

Share This: