Ada yang Ikut Mendengarkan Obrolan Kami

Assalamualaikum dan salam sejahtera buat semua pembaca KCH dimanapun berada. Ketemu lagi sama aku ami. Kali ini aku akan menceritakan pengalaman suamiku dan adik iparku. Lang to the sung langsung yu, *cuz. Namaku dedi, kejadian ini kami berdua alami pada saat aku dan iparku berada di rumah baru milik iparku. Kebetulan iparku baru membeli sebuah rumah di bilangan sawangan, Depok.

Namanya juga perumahan baru yang baru di huni oleh 7 kepala keluarga termasuk iparku. Singkat cerita dodi (iparku) mengajakku untuk melihat rumah barunya itu sebelum di tempati bersama istri dan anak-anaknya.

Aku (A)
Dodi (D)

Pada saat itu kami berdua naik motor untuk menuju ke rumah iparku. Di perjalanan kami berdua ngobrol sampai tak terasa sudah sampai di rumah iparku.

A: dod, gak salah lu beli rumah disini? Jalan masuknya saja gila amat.
D: *haha, kenapa memang ded bikin orang bunting bisa lahir ya.
A: bukan cuma itu *doang dod, rada merinding disko aku tadi pas lewat jalanan yang banyak rumah itu.
D: jangankan elu, lah aku saja juga sama. Sudahlah biarin saja yang penting gak ada yang naksir sama kita.
A: p*a lu dod, *haha.

Ketika kami sedang asik ngobrol sambil ditemani rokok dan kopi, aku mulai merasakan perasaan aneh entah seperti apa, yang jelas aku tidak bisa melukiskan perasaan itu. Sepertinya iparku pun merasakan hal yang sama. Namun kami berdua mencoba untuk tidak menghiraukan apa yang kami berdua rasakan. Karena kelelahan akhirnya kami berdua pun tertidur di ruang tamu. Lalu tiba-tiba aku terbangun ketika mendengar suara petir yang begitu kencang, begitupun iparku. Tak lama hujan turun dengan derasnya.

loading...

A: astagfirullohalazim. Kaget aku petir bikin jantungku mau copot saja.
D: iya sama ded. Ngomong-ngomong lapar gak lu, kayaknya aku ada mie dah.

Setelah selesai memasak mi dan makan, kami berdua pun lanjut mengobrol lagi.
D: ded, habis ini kita shalat terus yasinan dah doain ini rumahku biar berkah.
A: iya dod, nyantai saja kan kita kesini tujuannya buat itu. Biar lusa anak sama istri lu tinggal masuk saja.

Nah, ketika sedang asik-asiknya ngobrol kami berdua merasakan lagi perasaan yang aneh yang tadi kami rasakan. Tak lama kami berdua sama-sama mencium bau lisong (semacam cerutu tradisional orang betawi). Kami berdua pun saling pandang-pandangan. Dan ketika kami mengobrol kembali, kami sama-sama melihat di perbatasan pintu yang menuju ke dapur ada seorang bapak-bapak menggunakan sarung yang sedang menghisap lisong.

Padahal kami hanya berdua pada saat itu. Kami berdua sama-sama terkejut, namun kami berusaha untuk tenang. Karena mau lari keluar pun, di luar hujan begitu deras di sertai petir dan angin. Dalam hati aku membaca ayat kursi. Lalu kami berdua melanjutkan obrolan dengan mencoba tidak menghiraukan apa yang kami lihat. Dengan suara gemetar aku berkata pada iparku.

A: dod, kita shalat jamaah sekarang dah terus yasinan.
D: iya ded.

Ketika kami mengambil wudhu, bapak-bapak itu berdehem. Suaranya betul-betul membuat bulu kuduk kami berdua berdiri. Dan ketika kami mau shalat, bapak itu berdiri sambil menyeringai, dengan wajahnya yang pucat pasi, kaki tidak terlihat langsung menembus pintu. Allahuakbar kami berdua serasa tak bertulang melihat kejadian itu di depan mata kami. Kami langsung shalat, yasinan, berdzikir, mengaji dan mendoakan rumah ini. Selepas itu kami pun pulang.

Ketika sampai di rumah mertua, ibu mertuaku menyambut kami dengan senyuman sambil berkata, tadi ada yang ikut dengarin kamu berdua ngobrol ya? *Hehe. Dengan lemas kami berdua menjawab, iya ma. Dan dengan santainya ibu mertuaku bilang, gak apa-apa cuma pengen kenal kok gak ganggu. Kami berdua yang mengalaminya langsung terduduk lemas mengingat kejadian tadi.

KCH

wieke cory arfiami

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

wieke cory arfiami has write 2,694 posts