Ada yang Mengintip

Hay, hay, lama gak post nih, salam buat semua member KCH, andi, yandi, yain, gina, zaenal, putri, mbak dwi, mbak astri, marley, adymas, semua saja lah gak muat kalau saya sebut semuanya. Oh ya, kali ini saya akan menceritakan kejadian malam jumat kemarin tepatnya tanggal 18 mei 2017. Waktu itu saya dirumah sendirian sama anak saya yang masih umur tiga tahun, karena anak segitu lincah-lincahnya main, saya sampai kecapekan ngejar dia yang terus saja mutar-mutar didalam rumah.

Pergi kedapur lah, obrak abrik alat dapur, kekamar buka-buka lemari dan sebagainya lah. Karena capek saya matikan saja lampu ruang tengah dan dapur biar dia gak berani lari kedapur lagi. Maklum anak saya takut gelap, sama kayak ibunya *hehe. Nah mulai waktu itu dia diam deh, cuma main didepan televisi sambil nonton televisi, karena dianya sudah *anteng saya tinggal dia otak-atik jaring/ jala, maklum suami saya seorang nelayan.

Jadi ya bantu-bantu ngurus gitu lah, waktu itu saya tetap disampingnya, tapi memang sambil mengurus jaring, dan saat saya sibuk dengan jaring ditangan saya. Kemudian saya mendengar sesuatu jatuh dari ruang tengah seperti benda kecil dari kayu. Reflek saya menoleh dan seperti sekelebat melihat seperti ada yang mengintip dari pintu tengah.

Saya tak tahu itu apa, hanya terlihat putih dan saat saya menoleh, seketika itu juga sosok itu menghilang. Ya kayak orang ketahuan ngintip, dia langsung cepat-cepat sembunyi gitu. Waktu itu hanya terlihat sedikit saja, ya kayak orang mengintip gitu cuma kelihatan separuh mukanya atau bahkan cuma seperempat, saya cuma heran apa itu tadi, lalu saya beranikan diri menghampiri dan menyalakan lampu ruang tengah tapi tak ada apa-apa.

loading...

Lagi pula pintu belakang juga sudah saya kunci, saya langsung saja mengajak anak saya masuk kedalam kamar untuk tidur tanpa mematikan semua lampu ruangan. Karena saya takut kalau sosok itu muncul didalam kegelapan, alhasil sampai suami saya pulang, saya sudah tidur dengan rumah yang masih terang benderang. Saat suami bertanya, saya bilang saja kalau ifan (anak saya) gak mau kalau lampunya dimatikan, nangis dianya.

Suami saya percaya saja, barulah saya matikan lampu lampu ruangan saat suami sudah dirumah. Kecuali lampu ruang tengah, saya biarkan tetap menyala. Oh ya waktu itu suami pulangnya sekitar setengah 12 malam, dia keluar waktu itu karena ada acara “*haul mbah yai” siapa gitu lah, saya juga kurang paham. Saya tidak ikut karena semua rombongannya lelaki. Sekian.

Nurul Chayang Ifand

Nurul

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

Nurul has write 23 posts