Adik Kelas Kesurupan Part 2

Cerita sebelumnya adik kelas kesurupan. Mbak selvi menyuruh kita berhenti dan benar apa yang muncul di firasatku, makhluk tersebut mulai nyinden dan lidya pun pingsan. Saat lidya bangun, kami pastikan apa benar ini lidya. Mbak nunung (kakak kelas teman sekamarnya mbak selvi) bertanya “lid, nama lengkap kamu siapa?”.

Lidya: “Vita Lidya Ashyira” terus lidya di bangunkan dan di suruh shalat sama mbak selvi. Keadaan tampak biasa saja. Selesai wudhu, lidya memakai baju shalatnya dan berdiri di atas kain shalat (sebenarnya aku gak tahu namanya apa. Jadi maklumi ya teman-teman muslim), tiba-tiba lidya jatuh dan pingsan lagi. Saat itu aku mulai jerit “awas, tutup telinga kalian!”.

Mereka mengikuti apa yang saya sarankan dan lidya menyinden dengan suara yang keras sekali. Dia juga mencekik mbak nunung. Aku berinisiatif untuk menolong mbak nunung, aku menjerit “baca doa kalian”. Aku juga ikut membaca “Ya Tuhan, engkau maha kuasa, berikan kami kekuatan mengusir dia. Darahmu mengalir di darahku”. Aku ambil kalung salibku dan alkitabku, aku menempelkan kalung tersebut di kepala lidya. Lidya menggelonjak dan menjerit “panas”.

Aku membiarkan kalung di pakai lidya, dan aku kembali ke kamar karena besok pagi aku ada kelas jam 7 pagi. Salah satu adik kelas yang bernama Murni mengikuti ke kamar “ce leanne!” aku membalikan badan dan bertanya “ada apa murni?”.

Murni: “sebenarnya, ada sesuatu yang ingin aku bilang ke cece, tentang lidya dan vera (adik kelas juga)!”
Aku: “masuk kamarku bilang deh” setelah masuk ke kamar.
“Wah, kamar cece wangi bunga lavender ya? pakai oil ya?”.
Aku: “iya, oilnya di bakar terus satu kamar wanginya nyebar, whats up? lets go on!”.

Murni: “ce sebenarnya dulu si lidya sama vera baik banget, mereka satu SMA. terus waktu SMA kelas 2 si vera dapat kalung dari kakaknya, katanya sih untuk jadi lebih cantik. Memang keluarga vera suka pakai barang-barang gitu ce, terus aku dengar-dengar sih sampai di Boston juga, papa mamanya vera ada kirim makhluk halus untuk jagain vera disini, dan itu sinden yang masukin badannya lidya”.

Aku: “i think something weird. Thats vera’s stuff, how can it hit lidya then?”.
Murni: “jadi ceritanya sih kan, waktu kelas dua itu, si lidya tanya ke vera, kalungnya boleh pinjamin ke dia gak, terus si vera pinjamin. Tapi semenjak itu memang benar sih lidya jadi feminim, cantik. Jadi si sindennya suka sama lidya. Terus lidya kadang-kadang kasih bunga, kemenyan sama si sinden. Sindennya ikuti lidya. Terus papa mamanya lidya tahu, terus karena papanya lidya seorang ustad, jadi lidya di suruh kembalikan kalung itu, lidya kembalikan sih, tapi sindennya marah, masuk ke tubuh lidya. Terus semenjak itu bukan hanya sinden saja yang masuk. Jadi lidya sering kesurupan di sekolah dulu”.

Aku: “ah, pantasan, kaki matanya sudah terbuka, pantas gampang masuk” (FYI, setiap dari kita punya mata batin yang kerap aku sahut kaki mata, setiap orang punya 5. Jika terbuka 2 saja, kita bakalan gampang di rasuki). Aku tahunya sih dari temannya papa, karena dia budhist, dan dia itu seorang tangki (orang yang di pakai dewa untuk berkomunikasi dengan manusia).

Murni: “jadi ce?”.
Aku: “aku bukan supranatural yang hebat, kalian undang saja orang pintar”.
Murni: “okay deh”.

Terus murninya pergi, pertama sekali di hidupku aku memeluk alkitab saat tidur. Di hati sejenak aku berpikir, ya Tuhan, sungguh besar kuasamu, ampuni aku yang sering melupakanmu. Keesokan paginya, mereka mengatakan lidya kesurupan lagi, dan pengen pakai baju warna hitam. Aku gak pedulikan sih, memang aku egois, ngapain aku *kepo-kepo toh banyak anak-anak yang bisa bantuin kok.

Beberapa hari juga lidya tidur di mushola sampai orang pintar datang dan menyembuhkan dia. Aku juga katakan sama vera, hati-hati ada timbalnya gitu. Ya, whatever lah, mau dengar apa nggak. Sampai sekarang baik-baik saja si lidya. Dan kalungku masih di pakai sampai sekarang. Aku gak minta balik, jangan menyepelekan shalat deh. Ternyata lidya shalatnya sering bolong.

loading...

Bagi yang non muslim juga jangan sepelekan ibadah. Ibadah itu penting loh! Okay, sampai ketemu di cerita selanjutnya! Masih banyak cerita anak indigo ini! See ya!
Love,
Leanne Timothy

KCH

Leanne Timothy

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Leanne Timothy has write 2,691 posts