Adikku Mengundang Setan

Hai kembali lagi sahabat kch, saya ella fherasyah dan ini cerita kedua saya. Eh, pernah dengar gak kalau bayi lahir banyak setan yang suka? Nah kejadian ini terjadi pada keluarga saya, pada tanggal 3 kemarin, mulai jam 9 malam kakak ipar saya merasa bayinya sudah waktunya lahir. Kami menunggu di rumah sakit mulai jam 9 malam sampai jam 4 pagi, kami pun mulai gelisah, kok adik aku belum lahir sudah 7 jam, memang ini baru anak pertama abang saya dan kakak ipar.

Jam 8 minggu pagi, akhirnya adik saya lahir, dokter kasih pesan kalau kakak saya boleh pulang sore saja, abang saya menyuruh agar aku pulang duluan, beresin rumah, masak, dan lain-lain. Sampai di rumah tanpa pikir aneh-aneh, aku masuk rumah beres-beres, setelah beresin ruang tamu, aku baru ingat kamar kakak saya juga harus dibersihkan. Aku naik tangga loteng dan beresin kamar, pas aku buka pintu *wah, wangi sekali sumpah, kayak wangi kamar ibu siap lahiran.

Pas aku masuk tiba-tiba lampu padam, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Ku buka jendela ku lipat selimut, entah kenapa aku merasa aneh, mungkin karena aku sendiri kali ya dirumah. Anehnya dibalik lemari kakak saya itu kayak ada orang yang lihatin aku gitu, ku lihat sprai jendela gak ada siapa-siapa. Pas aku turun lampu tidak padam lagi, pikiranku mulai ngawur, karena biasanya kalau aku mulai gak enak badan pasti ada sesuatu yang tidak terlihat melintas, atau ada di dalam rumahku.

Jelas aku heran sejarahnya belum pernah di rumahku ada kejadian aneh, 21 tahun aku dibesarkan di rumah ini belum ada kejadian aneh. Paling anehnya, rumah yang sudah aku bersihin, kamar kakak ipar juga, bisa berantakan kembali, disitu abang saya marah, tapi aku coba yakini keluarga kalau rumah, kamar dan lain-lain sudah aku beresin, tapi cuma kakakku (meftha, kakak kandung) yang percaya.

Siapa orang yang berani kerjain aku seperti ini, sampai orang rumah benci lihat aku karena mereka beranggapan kalau aku tidak suka sama kakak ipar (istri abangku) ngelahirkan anak pertama mereka, ngeri bukan? Jam 12 malam aku masuk kamar duluan. Tv yang ada dikamar bisa mati dengan sendirinya, tapi gak ada siapa-siapa di depanku. Aku coba nyalakan tv lagi, ku tunggu beberapa menit melihat ke tv namun tidak ada reaksi.

Pas aku pegang handphone tiba-tiba tv mati lagi, merasa ada kejanggalan, aku pun pergi ke kamar kakakku (meftha) ku ceritakan semua, tapi kakak malah suruh aku tidur di sampingnya, jam 2 pagi kakakku bangunkan aku.
mefta : la, kau dengar sesuatu gak dibawah?
aku : (terkejut, bercampur takut) ada apa kak?
mefth : siapa sih malam-malam turun ke bawah cuci piring, ayo turun kawani kakak lihat ke bawah, siapa tau mama atau abang dan lain-lain dibawah.

Ku temani kakak ke bawah, lampu bawah sudah dimatikan sama orang tua sebelum tidur. Aku merasa gak enak badan, karena kakak turun ke bawah, semua sudah diperiksa tapi gak ada siapa-siapa. Kami pun kembali ke kamar, tapi tetap sama saja, setelah 15 menit suara cuci piring, kursi digeser, kami dengar kembali, kakak jadi takut, aku pun tidak kuat, kami tarik selimut berpelukan karena ketakutan, berharap malam cepat berlalu.

Senin pagi adik kecilku menangis terus, tanpa henti, tidur sebentar, menangis lagi, begitulah dari minggu pagi sampai senin jam 7 malam. Tetangga yang risih mendengar tangisan bayi terus menerus marah pada keluarga kami.
Tetangga : kenapa anak kakakmu itu? Kok nangis terus?
Aku : gak tau bu, mulai tadi pagi nangis terus, gak ada yang bisa diamin, mamanya aja gak bisa diamin.
Tetangga : kau bawa dulu aku ke rumahmu ayo, biar ku lihat dulu (sambil ku bawa ke rumah).

Belum sampai ke kamar kakak ipar, si ibu tadi sampai pintu rumahku, tiba-tiba menyuruhku ambil air 1 ember. Aku pun bingung, segera aku ambil air, aku antar ke kamar kakak ipar. Si ibu pun menggendong adikku itu, dan abangku (suami kakak ipar) disuruh si ibuk menyiramkan air satu ember tersebut dari dalam pintu kamar mereka ke arah tangga loteng sambil mengucap “Lao ho roa ulu, dang dison ingananmu” yang artinya “pergi kau wanita jal*ng, tempatmu bukan disini”.

loading...

Selesai mengucap kata itu si adik mulai diam, dan mau menyusui. Abangku bertanya kepada si ibu, kebetulan kami orang batak, kurang percaya sama makluk halus, si ibu pun menjawab “anakmu di sukai sama wanita itu (setan) dia suka sama wanginya bayimu, karena kalian tidak buat pertanda, bahwa dirumah ini lahir bayi”. Si ibu pun menyuruh abang dan kakak menaruh di atas pintu kamar gendongan bayi sampai bayi berumur 6 bulan.

Itu pertanda mau makhluk halus atau sejenisnya, mengetahui kalau di kamar tersebut ada bayi lahir, dan ditemani kedua orang tuanya, supaya makhluk aneh tidak mengganggu. Lain cerita aku kembali frontal ke abangku, karena sabtu kemarin tak satupun percaya kalau kamar sudah aku beresin tapi kembali kotor lagi, jam 2-3 juga kami (aku dan mefta) tidak tidur, soalnya dibawah (ruang makan) ada kedengaran suara cuci piring, kursi di geser, memasak dan lain-lain, abang saya pun heran.

Tapi si ibu menjawab, itulah kelakuan setan yang beranggapan kalau dia masih hidup. Berpikiran bahwa bayi yang lahir itu anaknya, dia bisa saja menghibur si bayi sesukanya, tapi si bayi bukan jadi tertawa, tapi menangis, makanya kalau orang hamil cantik 7 bulanan, biasanya tidak boleh lagi keluar rumah lewat dari jam 6 sore, pamali, bisa saja bayi di dalam perut dimakan jin, atau sejenisnya, sekian.

KCH

Ella fherasyah manalu

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Ella fherasyah manalu has write 2,704 posts

Please vote Adikku Mengundang Setan
Adikku Mengundang Setan
Rate this post