Adikku Tersayang Part 2

Sebelumnya adikku tersayang. Aku hanya mengusap rambutnya dan tersenyum memandangnya, sesampainya dirumah aku menyuruhnya meminum obatnya biar cepat sembuh. Kami hanya duduk diteras berdua memandang awan yang cerah oleh matahari dengan angin yang sejuk.

“Kak ega, aku kangen ibu kak” ucap adikku.
“Iya dik kakak juga kangen kok”.
“Kenapa ibu meninggalkan kita secepat ini *hizk, hizk, hizk” ucap adikku.
“Sudah jangan menangis dik, ini semua sudah diatur oleh Tuhan” ucapku menenangkannya.

“Tuhan kenapa begitu jahat kepada kita kak? Aku masih umur 12 tahun sudah ditinggal ibu, lalu ayah pergi menikah lagi dengan wanita lain, sekarang ibu tidak bisa melihat keadaan kita disini seperti apa *hizk, hizk” ucap adikku.
“Sekarang kakak yang harus berjuang untuk semuanya, aku tidak bisa apa-apa dengan keadaanku sekarang, aku hanya beban malah dikehidupan kakak ini”.
“Eh jangan ngomong begitu dik kita harus sabar, kamu bukan beban bagi kakak, memang seharusnya kakak merawat kamu, kan kamu adik kakak”.

Adikku pun langsung memelukku sambil menangis, aku pun tak kuasa menahan tangis adikku. Aku pun ikut menangis.

“Sudah ya jangan menangis lagi dik hanya kamu yang kakak punya, jangan terlalu banyak pikiran dik, ini memang tugas kakak jaga kamu ya” ucapku melepas pelukan adikku dan mengusap air matanya.
“*Hizk, hizk, makasih kak untuk semuanya” ucap adikku yang memelukku kembali.

Malamnya kami menonton televisi bersama, lalu adikku menunjukan cerpen yang dibuatnya kepadaku.

“Kak bagaiman kalau cerpen aku ini aku jual buat hitung-hitung bantu kakak cari uang, boleh gak?” ucap adikku.
“Tidak usah, biar kakak saja yang cari uang dik. Adik sekolah saja dulu yang pintar”.
“Ya, kak ega aku kan mau bantu kakak cari uang. Boleh ya kak?” ucap adikku yang sedikit memaksa.
“Oke, boleh lah besok kakak buatkan tempat bukunya, nanti kakak minta kayu sama tetangga” ucapku.
“Maksih ya kak”.

Terlihat adikku senang sekali, keesokan harinya aku dan adikku membuat tempat buku untuk berjualan cerpen adikku, terlihat adikku membantuku dengan sangat senang.

“Oh iya kak kapan bisa berjualan?” tanya adikku.
“Besok mungkin bisa dik tapi jualannya dirumah saja ya” ucapku.
“Kakak nih masa jualan dirumah? Kapan mau lakunya kak”.
“Iyakan adik gak boleh kecapekan”.

“Iya aku tahu kak tapikan setidaknya yang tempat ramai kak biar ada yang beli ceritaku kak”.
“Iya sudah tapi kakak yang temani jualannya, kita jualan berdua malam saja ya sama kakak oke” ucapku sambil menggunakan jari kelingking.
“Oke kak” ucap adikku membalas jari kelingkingku.

Setelah semua selesai, aku dan adikku pergi ketempat fotocopy, memperbanyak lembaran-lembaran cerpen adikku. Malamnya kami mulai berjualan, aku hanya duduk dikursi sambil memandang adikku yang begitu bersemangat sekali menjual karyanya sendiri.

“Kak ayo bantu *dong, kakak malah duduk saja nih” ucap adikku menarikku dari kursi.
“Oke siap, *hehe”.

Penjualan pertama kami tak begitu baik, hanya beberapa buku saja yang terjual. Walaupun begitu adikku terlihat senang sekali karEna karya cerpen miliknya ada yang beli. Malam pun semakin larut aku dan adikku pun pulang kerumah, sesampainya dirumah adikku menghitung uang hasil jualan bukunya.

“Kita dapat 50 ribu saja kak, nih buat kak ega” ucap adikku memberikan uangnya kepadaku.
“Tidak usah dik ambil saja buat kamu tabung ya” ucapku.
“Tapikan aku mau bantu kak ega”.
“Sudah ambil saja buat kamu ya” ucapku mengembalikan uang adikku.
“Iya sudah aku simpan ya kak ega” ucap adikku tersenyum.

Malam itu aku tertidur dan bermimpi kembali seperti mimpiku yang sebelumnya. Lalu pada keesokan harinya aku pulang cepat karena pabrik sedang sepi, tidak ada bahan untuk dibuat, jam menunjukan pukul 11:30 siang, adikku pulang sekolah. Pikirku aku akan membelikanya ponsel buat kejutannya nanti selepas pulang sekolah. Aku pun pergi ke toko ponsel terdekat untuk membelikannya sebuah ponsel android yang murah saja karena uang tabunganku hanya 500 ribu.

Semoga saja adikku senang, aku pun langsung pergi ke sekolah untuk menjemputnya dan memberikan ponsel android ini, sesampainya aku di sekolah terlihat murid-murid berhamburan keluar pagar sekolah, tapi aku belum melihat adikku keluar. Ternyata adikku paling belakang sambil berbicara dengan temannya. Aku pun berteriak dari seberang jalan meneriaki adikku dan menunjukan kardus ponselnya. Adikku terlihat senang sekali dan berlari menyeberangi jalan.

Tiba-tiba sebuah mobil sedan menabrak adikku, dan mobil itu lari meninggalkan adikku. Aku melihat adikku terbaring dijalan, aku berlari menghampiri adikku. Terlihat banyak darah keluar dari kepala adikku (persis seperti yang aku mimpikan).

“Kak ega” ucap adikku memanggilku.
“Iya dik, kakak akan bawa kamu ke rumah sakit” ucapku yang sangat panik.
“Kak ega tidak usah, mungkin saatnya aku pergi kak” ucap adikku memegang tangaku.
“Kamu jangan berbicara begitu dik kamu akan baik-baik saja, kamu tenang ya. *Hikz, hizk, jangan tinggalkan kakak dik” ucapku sambil memegang kepala adikku yang berlumuran darah.

loading...

“Itu ponsel buatku ya? Bagus sekali, terima kasih ya kak. Ambil buat kakak saja, mungkin aku tidak bisa memainkannya kak” ucap adikku.
“Kamu bisa kok dik, kamu akan baik baik saja”.
“A-k-u, sayang kak ega” ucap adikku.
“Adik bangun, bangun dik *hikz, hikz. Ini kakak sudah belikan ponsel dik, ayo bangun ayo!” ucapku sambil memeluk adikku.

Hatiku rasanya hancur, adikku tersayang meninggalkanku dengan cepat. Sama siapa lagi aku akan hidup bila tidak ada adikku. Aku berlari ke tengah jalan menabrakan tubuhku kearah mobil, tubuhku jatuh dipenuhi darah yang keluar dari mulutku dan kepalaku. Aku tersenyum bisa menyusul roh adikku. Tamat

Penulis: Gugun
Facebook: Nak Gugun

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 48 posts

Please vote Adikku Tersayang Part 2
Adikku Tersayang Part 2
Rate this post