Akibat Iseng

Assalamualaikum. wr, wb. Aku Salma, ini kisah nyataku dengan judul akibat iseng dan terjadi malam hari di hari sabtu, ya sudah silahkan baca ceritaku. Hari sabtu, saat jam 8 malam, aku dan kakak perempuanku (umurnya baru 19 tahun), dan juga adikku (adikku perempuan, dia berumur 7 tahun), jalan-jalan malam hari di jam 8 naik motor kakakku, aku duduk paling belakang di jok motor, dan adikku di tengah, kakakku yang memegang motornya.

Aku malam mingguan di taman bunga, kebetulan di sana sedang ramai orang-orang (tapi kebanyakannya orang yang lagi pacaran, *hehe). Saat duduk-duduk di bangku taman itu, aku melirik ke arah jam tangan punya kakak yang sedang asyik main ponselnya, ternyata sudah jam 9 malam. Tiba-tiba ponsel kakak berdering, ada telepon masuk, lalu kakak menjawabnya, ternyata itu dari mamaku.

“Iya mah?” kata kakak lewat telepon.
“Sudah jam 9, pulang dulu sekarang, bentar lagi kan tidur, besok harus bangun pagi-pagi banget soalnya besok kata papa, mau jalan-jalan semuanya!” perintah mamaku lewat telepon.
“Jalan-jalan sekeluarga? Memang kemana?” tanya kakak.
“Gak tahu, pokoknya pulang dulu!” perintah mama.
“Iya” kata kakak.

loading...

“Siapa kak?” tanyaku kepada kakak.
“Mama, katanya harus pulang sekarang, besok semuanya mau jalan-jalan”.
“Oh” jawabku.

Setelah itu aku, adikku dan kakakku segera pulang. Tapi ketika di perjalanan pulang, ternyata jalannya macet. Karena takut di marahi mama, jadi kakak ambil jalan pintas yang sangat sepi sekali dan banyak pohon-pohon besar. aku bosan diam terus (kebetulan jalan pintasnya jauh dari rumah). Tiba-tiba aku ada niat iseng untuk nakut-nakutin adikku.

“Dek, sepi yah, banyak pohon gede lagi” sahutku.
“Iya kak” balas adikku sambil tidak peduli dengan perkataanku.
“Dek! Coba lihat pohon-pohon besar itu!”.
“Memang kenapa?” balas adikku.

“*Hihihi” kataku menakut-nakuti adikku.
“Ih, jangan gitu dong kak, takut tahu” tegur adikku.
“Dek itu apaan dek?” kataku sambil nunjuk ke arah pohon-pohon yang banyak kain putih polosnya. (Sebenarnya aku juga bingung, kenapa pohon-pohonnya di ikat kain putih).

Tiba-tiba, kakak menghentikan motornya di depan rumah kosong.
“Lho! kok berhenti kak?” tanyaku kepada kakak.
Tapi kakak tidak menjawab, ku panggil sekali lagi. Tapi malah adikku yang menjawab.
“Kakak Anita enggak ada kak!” jawab adikku sambil mengejutkanku karena dia bilang enggak ada.

“Aneh, kok gak ada, dia kemana?” tanyaku.
“Gak tahu kak, padahal tadi kak Anita disini” jawab adikku.
Tiba-tiba adikku bicara “kak! itu di ranting pohon apa kak?” tanya adikku sambil menangis.

Aku pun melihat ke ranting pohon yang di tunjuk adikku. Alangkah terkejutnya aku, ketika aku melihat kuntilanak sedang duduk di ranting pohon besar. Aku mau lari sama adikku, tapi badanku kaku, adikku juga begitu. “Kenapa kalian mengangguku!” hantu itu bicara dengan nada keras. Aku tidak menjawab apa-apa, aku dan adikku hanya bisa menatap hantu kuntilanak itu.

Rambutnya lurus panjang sekaki, lingkaran matanya sangat hitam, kakinya melayang. Aku tidak tahan melihat kuntilanak itu bersama adikku, aku membaca ayat-ayat Al-Quran dalam hati. Akhirnya hantu itu pergi juga, Kakakku pun datang membawa satu kresek buah apel, jeruk dan anggur, aku menangis (adik aku juga nangis) dan segera menyuruh kakakku untuk pulang.

Singkat cerita, aku pun sampai di rumah dan adik dan kakakku, aku dan keluargaku ngumpul santai di ruang tengah. Aku pun menceritakan pengalaman tadi ke semua keluargaku. lalu adikku ngomong.
“Makanya kak, jangan suka nakutin orang, tahu-tahu kan jadi muncul!” tegur adikku karena memang aku yang salah.
“*Hehe iya, iya” kataku.

Kami semua pun tidur karena sudah malam. Terima kasih yang telah membaca ceritaku. Maaf ya kalau kurang seram, soalnya itu kisah nyata.
Bagi yang mau berteman silahkan!
Pin Bbm: D7CDE176

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,704 posts

Please vote Akibat Iseng
Akibat Iseng
5 (100%) 1 vote