Akibat Uji Nyali

Hai pembaca KCH, Saya akan menceritakan kisah uji nyali yang akibatnya membuat “Mereka” marah dan menghantui para warga yang lewat di sekitar tempat yang aku dan teman-teman jadikan tempat Uji Nyali. Langsung saja ya, awalnya aku dan teman-teman hanya bercanda dengan rencana uji nyali itu dan aku berkata. Tapi karena aku ngomongnya bahasa jawa aku akan ubah menjadi bahasa indonesia “Ayo berani tidak kalau uji nyali ini kita jadikan beneran”.

loading...

Temanku menjawab “Ayo, tapi tempatnya di mana?”, aku kembali menjawab “di tempatnya samping kolam dekat sungai itu kan ada rumah angker yang di tinggal pemiliknya setahun yang lalu”. Teman menjawab “Ok, kapan?” Aku menjawab lagi “Besok, malam jum’at kliwon saja”. Temanku menjawab lagi “Ok, siapa takut”. Besoknya kamipun berangkat pukul 21.00 malam. Kami mulai memasang perlengkapan seperti kamera kami letakan di sudut-sudut ruangan.

Kami pun selesai memasang beberapa kamera dan mulai suit (berunding menentukan siapa yang harus duluan) untuk memulai uji nyali. Ternyata aku mendapat giliran pertama, aku langsung masuk ke ruangan dan membawa satu lilin di tangan dan mulai duduk sampai jam 22.00 malam. Awalnya semua tenang dan akhirnya aku mulai merasakan gangguan dari “Mereka” lilin tiba-tiba mati.

Aku pun kaget tapi aku tetap berfikiran positif paling itu hanya angin yang datang. Tapi aku merasakan ada yang menemaniku, tapi di belakang dan aku merasakan lagi ada yang berbisik pelan. “Cepat pergi dari tempat ini kalau tidak aku akan menghantui warga di sekitar tempat ini”. Aku panik dan langsung pergi ke luar ruangan tapi pintunya terkunci. Aku pun kaget dan langsung bersembunyi di pojok ruangan, bersambung ke Part 2.

Share This: