Akibat Usil di Bulan Puasa

Menjelang puasa, aku teringat cerita kejadian yang menimpa temanku waktu aku masih SD, saat itu dia sudah SMP. Dia adalah teman sepermainanku walaupun usianya saat itu kalau gak salah ingat 3 tahun diatasku. Temanku ini suka jahil bin usil jadi kita sebut saja dia si jahil bin usil dan hampir kami semua sudah dijahilin atau diusilin sama dia. Sampai akhirnya pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya kapok untuk jahilin orang.

loading...

Kejadiannya terjadi dibulan puasa, biasanya sehabis sahur kami kumpul dipos ronda di alun-alun desa sebelum shalat subuh berjamaah tiba. Saat itu biasanya kami menyalakan petasan, iseng saja sih sebenarnya namanya saja waktu itu kami masih anak-anak. Walaupun saat itu kalau ketahuan orang dewasa pasti kami dimarahi. Setelah selesai shalat subuh akan ramai jamaah masjid termasuk kami akan jalan-jalan sampai dibatas desa.

Biasanya kami yang anak-anak akan menunggu orang dewasa jalan duluan karena jalan masih gelap saat itu belum ada penerangan jalan dan dibatas desa itu kiri-kanannya cuma ada sawah yang membentang sepanjang jalan. Kembali ketemanku si jahil bin usil, disaat jalan-jalan tak jarang dia melempari kami dengan petasan, apalagi teman perempuan bahkan dia kerjain juga dengan petasannya.

Tak jarang juga salah sasaran yang menjadi korban adalah ibu-ibu karena gak bisa dibedakan kalau orang sedang memakai mukena, yang tentu saja bakal ngomel-ngomel karena kaget. Di saat petasannya habis biasanya dia akan mendekati teman-teman perempuan kemudian main colak-colek dan dan tak jarang juga dimarahi karena yang dicolek terkadang ibu-ibu bahkan nenek-nenek, sampai saat itu ada nenek ngomel-ngomel sepanjang jalan.

Saat itu aku lupa sudah puasa hari keberapa seperti biasa setelah shalat subuh kami duduk dipos ronda menunggu orang dewasa keluar dari masjid. Entah kenapa temanku si jahil bin usil tidak seperti biasanya dia mau jalan duluan, aku pun saat itu menolak karena takutlah suasananya masih gelap. Dia bersikeras mengajak kami jalan duluan, entah ada rencana apa dikepalanya dan akhirnya dua orang temanku bersedia menemaninya jalan duluan.

Tidak lama kemudian orang-orang yang sudah selesai berdoa keluar dari masjid dan kamipun akhirnya memulai jalan-jalannya. Belum sepuluh menit kami berjalan tiba-tiba dari arah depan aku melihat si jahil bin usil bersama dua orang temanku berlari tungang-langgang kearah kami sambil berteriak minta tolong. Aku atau bahkan hampir semua berpikir mereka sedang bercanda karena kami sudah biasa dengan keisengannya.

Saat sudah dekat aku pun mencoba menghentikan lari si jahil bin usil tetapi dia tidak mau berhenti dan terus saja berlari meninggalkan dua orang teman yang ada dibelakang. Saat itu salah satu diantara mereka berhenti dan mengajak kami kembali ke alun-alun dan tidak melanjutkan jalan-jalan. Aku sempat menolak tetapi karena dia memaksa dan mengatakan ingin menceritakan sesuatu akhirnya kami kembali ke alun-alun.

Sesampainya dipos ronda dia mulai bercerita. Ceritanya seperti ini, saat itu mereka bertiga jalan duluan karena katanya si jahil bin usil mau ngerjain teman-teman perempuan yang jalan-jalan dengan melempari menggunakan pasir sambil bersembunyi dari atas pohon yang ada dipinggir jalan. Sesampainya dijalan sepi yang kiri kanannya sawah mereka melihat ada dua orang perempuan memakai mukena sudah ada beberapa meter didepan mereka, sebenarnya mereka heran kok ada yang berani jalan duluan ditempat sepi dan gelap, perempuan pula.

Di lihat dari belakang dua perempuan itu tinggi dan cara jalanya seperti teman sebaya yang mereka kenal dan sayup-sayup terdengar suara mereka sedang mengobrol sambil cekikikan. Si jahil bin usil kemudian punya rencana untuk mengagetkan mereka dengan menyalakan petasan dari belakang. Setelah jaraknya dekat si jahil bin usil menyalakan sekaligus dua kemudian melemparnya kearah dua orang perempuan itu.

Hal aneh terjadi, petasan yang dilemparnya saat menyentuh tanah tiba-tiba mati, kembali dia menyalakan petasan berikutnya dan hal yang sama terjadi. Kemudian si jahil bin usil mendekati perempuan itu dengan mempercepat langkahnya dan memanggil kedua perempuan agar menunggunya. Kedua perempuan itupun menghentikan langkahnya dan tepat saat si jahil bin usil ada disampingnya mereka menoleh kearahnya.

Saat itu si jahil bin usil tiba-tiba terjatuh seperti orang yang ketakutan dan mereka berdua segera mendekatinya yang kemudian sama-sama terkejut dan ketakutan ternyata dua orang yang dikira teman hanyalah mukena kosong alias tidak ada orangnya. Mereka berdua dengan segera menyeret si jahil bin usil yang masih belum berdiri agar segera meninggalkan tempat itu. Dan mereka bertiga pun akhirnya berlari sambil berteriak minta tolong. Setelah kejadian itu si jahil bin usil demam selama 3 hari dan setelah sembuh sepertinya dia bertobat untuk mengusili orang. Sekian.

Yandi Lalu

yandi

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts