Aku Ada Dua

Hi kawan, namaku Dimas Radhega. Aku biasa di panggil Dhega, oke langsung saja ya. Inilah kisah nyataku, tepatnya pada tanggal 24 Febuary 2017 jam 19.30 Wib. Berawal dari saat aku sedang bermain di salah satu warung dekat lapangan Kp. serab (Depok) atau biasa di sebut warung bang Ai atau bang I’i. Abaikan nama warungnya ya, saat itu aku sedang bersama teman-temanku dan sekaligus kekasihku *hehe. Alias nongkrong kalau kata anak zaman sekarang.

loading...

Ketika kita sedang asik berbincang entah apa yang aku cium seperti bau bunga melati yang samar-samar. Lantas sontak aku berbicara “woy kayak bau melati, ada yang pakai melati ya? Teman-temanku pun langsung mencari dari mana bau itu berasal, tapi anehnya tak ada satu orang pun dari kawanku yang menciumnya termasuk kekasihku. Sudahlah mungkin hidungku saja yang sedang error.

Hampir satu jam lebih kita berbincang, bau itu terus ada dalam indra penciumanku. Itu membuatku bertanya-tanya dalam hati. Tapi tetap saja aku abaikan yang aku pikir mungkin hidungku benar-benar dalam keadaan error, akhirnya setelah mungkin hampir 2 jam kami berbincang kami semua memutuskan ingin pulang. Namun ketika aku ingin pulang tiba-tiba kepalaku terasa berat dan badan terasa sangatlah lemas.

Akhirnya aku putuskan untuk berbicara dengan kekasihku untuk dia yang membawa kendaraan dan aku membonceng sampai rumah. Takut aku terjatuh ketika sedang menyetir. Dia pun mengiyakannya. Ketika semua sudah bersiap untuk pulang alias cabut! Aku dengan kekasihku pun ikut pulang. Namun pada saat kami sudah ada sepertiga perjalanan aku serasa mau pingsan.

Rumahku di Kp. sugutamu, depok 2, dan benar saja. Ketika aku sedang di boncenginya aku terjatuh di jalan Proklamasi, depok 2 arah puskesmas majapahit depan ruko DG studio. Alhamdulillahnya aku tidak kenapa-kenapa. Hanya baret-baret luka di kulitku. Namun anehnya ketika aku terjatuh seakan kekasihku tak merasakan apa-apa. Bahkan sepertinya orang juga tak ada yang melihatku.

Aku berteriak memanggil kekasihku, namun ia tak menoleh sama sekali. Dia lanjut berjalan tanpa merasa berdosa membawa motorku. Akhirnya aku putuskan untuk pulang berjalan kaki dari tempat aku terjatuh hingga rumah. Uang habis buat nongkrong jadi percuma mau naik angkot mau bayar pakai apa. Sesampainya aku di depan sekolah tugu ibu. Aku melihat kekasihku berjalan sambil mengendarai motorku ke arah aku terjatuh.

Aku sontak memanggilnya sekuat tenaga, namun tetap saja ia tak mendengarnya. Entah dia marah atau apa aku tak tahu. Biarkan saja lah aku sudah capek jalan malah nambah teriak-teriak bikin nambah capek dan emosi juga. Sesampainya aku di rumah, aku langsung mengetuk pintu rumahku “tok, tok, tok”. Assalamualaikum! Waalaikum salam jawab ibuku. Ketika ibuku membuka pintu ibuku kaget “Astagfirullah! Kau kenapa?! Kok pada lecett! Terus kenapa kamu di luar de?! bukannya kamu tadi sudah masuk?! keluar lewat mana?!”.

Habis aku kena omelannya, aku menerobos masuk saja langsung ke kamar mandi sambil ngomong “*Eit entar dulu apa, baru datang ini, kagak lihat pada bungsut nih tangan ya”. Setelah aku dari kamar mandi, bersih-bersih. Akhirnya aku pun cerita kejadian itu pada ibuku.

Dan ibuku kaget dan ibuku juga bercerita “orang tadi kamu pulang sama cintya kok! Terus kamu langsung masuk rumah. Cintya bilang sama mamah katanya kamu lemas. Ya sudah akhirnya cintya yang boncengin kamu, gimana sih?! Kamu masuk cintya pulang bawa motor kamu. Habis itu mamah masuk kunci pintu, nonton televisi. Gak lihat mamah kalau kamu keluar lagi. Ya makanya mamah kaget kamu tiba-tiba di luar! Ketuk-ketuk, assalamualaikum. Ternyata kamu”.

“Terus yang tadi masuk rumah siapa?!” ibuku bertanya padaku. Aku jawab “mana dede tahu!” rasa takut pun menghampiri kami berdua hingga akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah tetangga sambil tunggu ayah pulang. Ya ternyata setelah di cari tahu sama tetangga, ternyata dia sosok yang ada dalam penciumanku yang mengikutiku di lapangan itu. Ternyata itu setan suka sama aku.

Kata tetangga sih aura yang ada di aku yang bikin itu sosok jadi naksir, untung saja itu setan gak minta nomor ponsel, apalagi depan pacarku, habislah mereka main jambak-jambakan *hehe. Sekian ya kawan itulah yang baru terjadi kemarin, semoga gak ada yang kayak aku ya, thanks min.

KCH

Dimas Radhega

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Dimas Radhega has write 2,691 posts