Aku dan Altar Sesembahan

Salam sahabat KCH (Kisah/Cerita Hantu). Terima kasih buat bang Jhon yang sudah publish cerita saya. Terima kasih buat sahabat KCH yang sudah mau baca cerita ini. True story ditulis oleh: Salim. Coretan ceritaku di Altar sesembahan agama “Kong Hu Chu” kalau gak salah menyembah Dewa Dewi yang dipercayai, entah itu Dewa hujan, Dewa pembawa rezeki dan seterusnya, mohon maaf kalau salah dalam menyampaikan.

Malam itu jam 12 malam kami bertiga, aku, (Betawi gak jelas, menurut Mey), Ramo (Padang), Ikal (Medan) mirip gado-gado kita bertiga. Malam itu kami nongkrongnya dirumah Ikal, kebetulan mamak Ikal berdagang dekat tempat tinggalnya. Waktu aku duduk berdua sama Ramo, diluar memang ada altar sesembahan untuk doa gitu. Maaf kalau salah tutur katanya, mohon dibenarkan. Ramo dan Ikal panggil aku abang, karena umur mereka semua dibawah aku.

Ramo: bang fotoin aku disitu *dong bagus kayaknya. (Altar tempat berdoa).
Aku: tuh sama Ikal saja minta fotoin. Tapi ingat kamu harus permisi, disitu ada hantu orang tua/leluhur zaman kuno (perasaanku saja). Kalau terjadi apa-apa, aku gak mau tahu, itu urusan kamu dengan orang-orang tua disitu.
Ramo: ya-elah bang, bikin seram terus sih. Iya, iya, iya saya pasti baca doa terus ijin penunggunya.

Setelah rapih foto-foto Ramo dan Ikal, giliran aku di fotoin sama Ramo di altar tersebut dan selesai, gak lama aku lihat ada seseorang yang lagi bersih-bersih menyapu, kayaknya dia salah satu pekerja yang berdagang disini. Aku coba sapa dia.

Aku: lagi bersih-bersih ya mas?
Mas pedagang: iya biasalah bang tiap malam kalau habis dagang, bersih-bersih.
Aku: *hem oh gitu, oh iya mas jangan ganggu altar itu, maksud saya jangan sembarangan jaga sikap, disitu ada penunggunya orang yang sangat tua sekali.

Mas pedagang: alah ngarang saja kamu bang, saya sudah lama disini gak ada masalah apa-apa.
Aku: ya sekedar mengingatkan saja. (Terserah, suka-sukamu lah).

Gak beberapa lama mamak Ikal datang dan langsung marah-marah.

loading...

Mamak Ikal : “Ngapain kalian semua disini, kalau mau main jangan disini, kalian gak lihat kalau disini ada CCTV-nya! Coba kalian lihat semua diatas kepala kalian, kalian jangan berbuat yang aneh-aneh disini, nanti saya yang dimarahi boss Chinese disini! saya ini cuma ngontrak disini, gratis juga menempati rumah disini.

Ikal: sudah kenapa mak marah-marahnya, ya sudah kami pergi, lagian disini gak berbuat yang negatif-negatif, cuma nongkrong ngobrol-ngobrol *doang!
Iqal: ayo bang kita cabut, gak usah dengarin omongan mamak, memang kayak gitu orangnya.
Aku: iya bu, saya pergi.

Ramo: ayo bang kita cabut saja, biasalah emak-emak.
Aku: perasaan aku baru main kesini Mo, sudah dimarah-marahin saja. Apa Ikal ngelakuin hal-hal yang negatif disini, bareng teman-temannya yang lain, *huft.
Ramo: *haha kita bukan di omelin bang! Cuma dikasih tahu saja.
Aku: oh gitu, ya sudah kita cabut Mo.

(Setelah 3 hari kemudian Ikal datang menemui aku).

Ikal: bang kacau, kenapa jadi begini ya?
Aku: apanya? Yang jelas kalau ngomong, permen karetnya ditelan dulu.
Ikal: gini bang, masa aku dipecat dari tempat kerja, adik aku juga dipecat sama boss Chinese yang punya rumah, tempat aku tinggal bang, nah pembantu yang bantu-bantu mamak dagang, juga mengundurkan diri kerjanya sama mamak aku.

Aku: terus mamak kamu masih dagang kal?
Ikal: alhamdulillah masih bang, cuma aneh kok secara bersamaan *apesnya. Di usir pula keluarga aku dari rumah itu.
Aku: waduh gak bisa mikir abang kalau sudah kayak gitu kal.
Ikal: mamak siih sudah dapat rumah kontrakan baru bang.
Aku: ya sudah sabarin saja kal, namanya cobaan datangnya gak permisi, gak diwaktu siang, gak diwaktu malam.

Tamat, sekian dan terima kasih.

Salim

Salim

Kasih sayang terhadap sesama, walau pun kita berbeda agama dan ras. Kita berbeda-berbeda bahasa namun tetap satu tujuan (Bhineka Tunggal Ika).

All post by:

Salim has write 16 posts

Please vote Aku dan Altar Sesembahan
Aku dan Altar Sesembahan
Rate this post