Aku dan Shyntia

So whats’up guys, kali ini aku akan kembali berbagi ceritaku bersama shyntia, seperti yang telah kuceritakan sebelumya di “bau vanilla dan sosok shyntia“, Shyntia denganku setiap hari ketemu, tiap hari sama-sama, tetapi pengalaman horror kembali kurasakan, so lets read. Beberapa hari setelah posting cerita sebelumnya, aku dan ke-5 sahabat, mengunjungi spot liburan yang cukup indah nan eksotis tapi terkenal juga dengan kisah horrornya.

Kami memang sangat tertarik dengan spot seperti itu, spot ini masih terletak dipulau Sulawesi, mungkin tidak usah aku beritahu namanya (untuk menjaga keindahan dan eksotisnya dari tangan nakal, soalnya kurang orang yang tahu spot ini). Perjalananku mulai sekitar pukul 7 malam, setelah ibadah maghrib, kami sudah memasukkan barang-barang kedalam mobil, dan setelah semua beres perjalanan pun dimulai.

Di dalam mobil kami memutar lagu rap yang memang kami sukai, volumenya cukup keras, sehingga membuat kami bernyanyi tanpa henti, singkat cerita waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. 2 orang temanku sudah terlelap karena telah bergantian membawa mobil, setiap 1 jam, kami bergantian menyetir mobil biar adil dan rasa capeknya rata.

Lalu kami pun singgah disebuah warung yang disekitarnya tidak ada rumah penduduk, lalu kami istirahat diwarung itu meminum-minuman kuat dan tahan kantuk (you knowlah anak muda), setelah rasa capek hilang, kami pun melanjutkan perjalanan, kali ini giliranku membawa mobil. Perasaanku sangat segar tanpa kantuk, begitu aku masuki suatu daerah yang cukup sepi dan sepertinya itu hutan belantara, musik rap aku dengarkan sendiri untuk mengusir kesepian malam.

loading...

Saat mulai asyik bernyanyi aku lajukan mobil dengan kecepatan 100 km/jam, mataku sangat fokus jeli melihat belokan dan jalan berlubang sehingga semua bisa aku lewati. Tiba-tiba aku mendengar seperti ada suara diatas mobil, lalu aku matikan musik dan aku mulai fokus mendengarkan kelajuan mobil aku turunkan jadi 40 km/jam, satu sahabatku terbangun dan bertanya “kenaps ko bro?” (lo kenapa *bro).

“*Ssttt dengar mi, kurasa ada goyang diatas mboil” (coba dengarkan, saya rasa ada sesuatu diatas mobil). Kami berbicara dengan logat makassar, lalu kami sama-sama mendengarkan, dan memang suara itu jelas terdengar lalu aku berhentikan mobil didekat pepohonan. Kami berdua pun keluar untuk melihat apa itu. Tapi tidak ada apa-apa lalu kami pun kembali masuk dan melanjutkan perjalanan.

Karena sejam sudah aku membawa mobil, jadi giliranku beristirahat, aku tidak tertidur memikirkan suara apa itu. Lalu suara itu kembali muncul dan kami pun mengecek lagi, dan tidak ada apa-apa. Saat mau menyalakan mobil, mobil kami tiba-tiba mogok dan, setelah diperiksa, tidak ada apa-apa yang rusak. Kami pun kebingungan, setelah lewat satu jam kami bersandar dibawah pohon karena kantuk, kami pun bangkit lalu kami sama-sama membaca doa agar diberi perlindungan dari Allah.

Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan dengan riang gembira, musik rap pun kembali kami nyanyikan. Saat pukul 3 subuh, kami pun sampai ditempat spot itu, kami pun langsung membangun 2 tenda besar diatas padang rumput yang luas nan hijau, setelah membangun tenda kami pun memasukkan barang-barang didalam tenda. Kami sengaja parkir mobil disamping tenda. To be continued aku dan shyntia part 2.

DiRs

Just indigo guy

All post by:

DiRs has write 9 posts