Aku, Licha dan Riri Part 3

Hi! cerita sebelumnya “aku, licha dan riri part 2” dan sekarang berlanjut lagi ke part 3. “*Bruk, bruk, gedebug, brak” seperti itu suaranya. Aku kira itu suara tikus. Tetapi aku jadi tidak bisa tidur karena terganggu suara itu. Suara itu sangat keras. tapi anehnya, jika suara itu sangat keras, mengapa Licha tidak terbangun? Padahal aku yang disampingnya saja terganggu dan terbangun.

Aku lirik jam dinding, sudah jam 11 (malam *dong pastinya). Aku pun pergi saja kebawah tangga untuk mengusir tikus itu supaya aku tidak terganggu lagi. Saat menuruni tangga. Langkahku langsung terhenti ketika ditangga ke-9 (ada 11 anak tangga). Ya, aku menyipitkan mataku agar sosok yang didepanku terlihat jelas.

Wah, ternyata ada kuntilanak. Aku takut dan berlari keatas lagi, tapi saat berlari, pintu rumahku diketuk 3 kali. Aku melihat lagi kebelakang, ternyata kuntilanaknya sudah pergi. Aku sedikit lega. Aku pun turun lagi ke bawah dan membukakan pintu. Saat dibuka, ternyata itu pak Jupri tetanggaku.

A: Aku
P: pak Jupri

A: iya ada apa?
P: dik, tolong ambilkan kunci digudang. Tadi bapak lupa ngambil.
A: iya.
P: oh iya, cari sampai 2 jam. Kalau belum 2 jam, jangan keluar dari gudang ya! Nih bawa jam tangan kamu, supaya kamu tahu jam.
A: iya.

Aku pergi kegudang yang berada dihalaman rumahku. Aku mencari-cari kunci digudang. Tapi tidak ketemu juga. Aku tidak melihat kunci dimana-mana. Aku melihat jam, masih ada waktu 1 setengah jam lagi. Setelah 2 jam kemudian. Waktunya aku keluar dari gudang. Aku membuka pintu dan langsung kaget. Tiba-tiba pak Jupri memegang pisau dan mengarahkan pisaunya keleherku.

Sedangkan tangan kananku dipegangi oleh pak Jupri. Aku pun melawan pak Jupri. Aku tendang kakinya sampai mengenai tulangnya. Aku pegang pergelangan tangan pak Jupri dengan tangan kiriku dan membalikkan pisaunya dan mengarah keleher pak Jupri. Lalu aku melepaskan pegangan pak Jupri dan kabur dan masuk kerumahku dan mengunci pintu dan jendela rumahku.

Aku menaiki tangga. Aku masuk kekamar Licha dan tampak Licha terbaring dikasurnya sambil berlumuran darah. Hidung dan mulutnya mengeluarkan darah, lehernya digorok. Aku pun menangis melihat Licha dibunuh seperti itu. Aku pun pergi kekamar Riri untuk segera kabur dari rumah ini. Saat kubuka, pertama aku melihat kaki Riri, kakinya tidak menyentuh lantai, aku melihat semua tubuhnya, berlumuran darah, dan dilehernya ada tali.

Ya, Riri gantung diri dan ada pisau menancap diperutnya. Aku tambah sedih. Tiba-tiba ada suara. Suara pintu didobrak. Aku tahu, itu pasti pak Jupri yang mendobrak pintu. Aku pun mengunci pintu kamar Riri dan menelepon Tyo temanku.

A: Aku
T: Tyo

A: assalamualaikum. Ty, Tyo tolong aku Tyo. Aku mau dibunuh.
T: apa?! Di bunuh?! Oke aku akan segera kesana.
A: tapi awas hati-hati, diluar rumahku ada pak Jupri. Dia yang ingin membunuh aku. Licha dan Riri juga sudah mati.
T: oke.

2 menit kemudian, pintu kamar Riri diketuk. “*Tok, tok, tok! Salma buka pintunya”. Aku segera membuka pintu kamarku dan itu Tyo.

A: Tyo, aku takut banget Tyo, pak Jupri mau membunuhku Tyo, ini mayat Riri.
T: *hmm, gimana ya? Ya sudah, kalau gitu kita keluar dari rumah ini.
A: ya, kita kabur lewat jendela.

Aku pecahkan kaca jendelaku (kaca jendelanya tidak bisa dibuka, kuncinya rusak) aku dan juga Tyo lompat keluar melalui jendela. Untung saja, dihalamanku ada kasur kakakku yang sedang dijemur, jadi saat aku dan Tyo turun kebawah, jadinya tidak mengenai tanah, tapi jatuhnya ke kasur. Aku dan Tyo berlari dan masuk kegudang dan mengunci pintunya. Saat di dalam gudang, aku menemukan pisau dan kapak.

A: Tyo, aku menemukan kapak sama pisau nih.
T: wah bagus tuh.
A: aku juga bawa ponsel, ayo kita telpon polisi.
T: ayo.

(Setelah menelepon polisi).

T: Sal, dengar tuh, ada suara mobil polisi.
A: iya betul.

Lalu aku dan Tyo keluar gudang, dan melihat ada banyak polisi. 2 orang polisi membawa pak Jupri, 2 orang polisi membawa mayat Licha dan Riri, sedangkan 1 orang polisi menghampiri aku dan Tyo. Aku pun menginap dulu dirumah Tyo. Lalu dirumah Tyo, aku menelepon mamaku.

A: mama!
M: apa Sal?”
A: ma, *hiks, hiks.

M: kok nangis? kenapa.
A: aku menginap dirumah, Tyo *hiks, hiks.
M: oh gak apa-apa kok.

A: bukan, karena kemarin pak Jupri mau membunuhku ma, malam-malam, Licha dan Riri juga sudah mati ma. Oh iya, maaf ma, kemarin Riri tidur dikamar mama, terus aku sama Tyo pecahin kaca kamar mama untuk kabur.
M: apa? Mau dibunuh? Ya sudah, mama sama papa cepat pulang.
A: tapi jemput aku dulu dirumah Tyo.
M: iya.

loading...

Sekian dan terima kasih telah membaca ceritaku.

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,660 posts