Aku Membawa Pulang Tuyul

Kenalin namaku nike, malam itu sepulang kerja sekitar jam setengah tujuh malam, aku pulang menuju rumah melewati jalan tikus (jalan pintas) yang bisa mempercepat waktu sampai ke rumah. Jalan tikus itu terdapat sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang memang dikelilingi pohon bambu. Sesampainya dirumah, aku pamit ke mama buat main ke rumahku yang dekat kawasan industri tempatku kerja.

Ketika jalan ke rumah temanku, aku juga melewati jalan yang tadi karena memang itu yang paling dekat. Singkat cerita aku main dirumah temanku sampai jam 9 malam, karena sudah mulai larut aku pamit untuk pulang. Begitu melawati kawasan industri tempatku kerja, kawasan itu sepi sekali. Dalam hatiku berpikir *mungkin belum pergantian shit malam jadi sepi, tapi masa iya sepi banget sampai gak ada yang lewat.

Karena sejujurnya bukan takut ketemu hantu tapi takut ketemu sama begal (karena lagi marak), sesampainya di jalan tikus itu, motorku mendadak berat pas dekat TPU, karena takut ban bocor akhirnya aku berhenti buat memastikan bahwa ban motor baik-baik saja. Ternyata memang baik-baik saja, dan aku kembali mengendarai motor sampai ke rumah.

Di perjalanan motorku terasa berat, aku gak mau pusing yang penting sampai di rumah. Sesampainya dirumah aku mandi dan memutuskan untuk langsung tidur karena aku sudah ngantuk berat. Nggak lama aku tidur tiba-tiba perutku terasa berat dan aku susah banget buat bergerak. *Ini kok perut berat amat ya, ucapku dalam hati, disitu jantungku benar-benar berdetak kencang.

Akhirnya aku beranikan diri buat buka mata dan sumpah aku langsung kaget karena aku lihat tuyul lagi duduk di atas perutku sambil tersenyum (mukanya persis anak-anak alisnya tebal dan botak plontos) dan menggoyangkan kepalanya (saat tidur aku suka dengar musik). Aku cuma bisa menatap itu tuyul dengan keringat yang membasahi badan dan berharap bahwa itu adalah mimpi, sayangnya itu nyata. Cukup lama dia duduk di atas perut dengan wajah itu (kira-kira 30 menit) aku hanya bisa berdoa dalam hati.

Tuhan masih sayang sama aku, tuyul itu menghilang entah kemana dengan cepat aku keluar dari kamar langsung ke kamar orang tuaku. *Ma.. Pa, buka pintunya! (Aku teriak sambil gedor pintu kayak orang gila). “Kenapa sih kamu?” tanya papa penasaran, tanpa menggubris pertanyaan papa, aku langsung masuk ke bawah selimut sambil nangis. “Kamu kenapa ci? Pa anak kamu kenapa?” tanya mama dengan ekspresi bingung dan aku pindah ke sebelah papa masih dalam keadaan nangis.

loading...

Aku gak mau cerita lantaran takut itu tuyul masih ikutin aku. Setelah tenang aku beranikan diri buat cerita sama papa dan mama, sontak papa sama mama kaget mereka langsung periksa kamarku dan tidak menemukan ada yang hilang (kebetulan mama bisa lihat “mereka”). Akhirnya 2 hari aku gak berani tidur di kamarku sendiri.
NB: “ci” itu kepanjangan dari cici panggilan untuk anak perempuan paling tua di chinese.

KCH

nike santoso

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

nike santoso has write 2,704 posts

Please vote Aku Membawa Pulang Tuyul
Aku Membawa Pulang Tuyul
5 (100%) 1 vote