Aku Menghilang ke Alam Gaib

Ini adalah kisah yang aku alami, menghilang ke alam gaib. Sebelumnya perkenalkan nama panjangku Rudi Prakoso dan biasa di panggil Rudi. Rumahku sebenarnya berada di Wonogiri. Sekarang aku kuliah di UNS Surakarta dan kalau pulang aku menginap ke kost di daerah Surakarta. Pada tanggal 01 Mei 2016 tepatnya hari minggu. Aku pergi ke kost Fahmi kemudian di sana ada temanku yang bernama Fahmi, Agung dan Candra.

Aku dan teman-temanku akan berencana ke waduk Gajah Mungkur yang berada di Wonogiri. Aku dan teman-temanku akan berangkat kesana pada jam 06.00 malam. Aku dan teman-temanku mengendarai motor masing-masing. Belum sampai di kabupaten Wonogiri. Si Agung temanku sudah merasa letih di tambah lapar. Kita kemudian beristirahat di dekat pohon pisang. Aku melihat teman-temanku Agung, Candra dan Fahmi langsung mengeluarkan makanan dari tas mereka.

Aku sebenarnya tidak membawa bekal makanan tetapi untungnya aku melihat ada sebuah warung bakso di depan pohon pisang. Aku langsung masuk ke warung bakso tersebut. Karena antrian nya banyak, aku harus rela menunggu antrian yang banyak itu. Kemudian belum berselang semenitpun aku kebelet buang air kecil. Aku langsung berlari ke pohon pisang yang berada di belakang warung bakso tersebut.

Aku langsung buang air kecil di batang pohon pisang. Belum selesai, bulu kuduk berdiri dan merinding. Setelah selesai tiba-tiba pandanganku berubah sekejap ke kota yang amat besar hampir mirip seperti kota Amerika Serikat tetapi orang-orang tersebut menggunakan bahasa jawa semua. Rupa dan mukanya seperti orang jawa biasa. Pakaiannya juga seperti pada umumnya, mereka juga naik motor dan naik mobil. Kemudian aku tanya ke seseorang yang berada di trotoar.

Aku : “Mas niki kula wonten pundi?” (“Mas sekarang aku ada dimana?”)
Orang itu : “Lah kowe edan toh, iki pora panggon” (“Lah kamu gila toh, bukankah ini tempat tinggal”)

loading...

Kemudian orang itu langsung menghindariku. Aku berfikir di dalam hati, iki eneng ngendi yah padahal pas aku nguyuh ngerti-ngerti langsung beda pandangane (Ini dimana yah padahal sewaktu aku buang air kecil tadi pandangan langsung berubah). Tanpa berfikir aku pun langsung berjalan sambil memandangi kota yang mirip Amerika dan aku berfikir dalam hati lagi, iki kotane apik lan gede karo mirip tenan karo kotane Amerika ning sing tak bingungi kui wong-wong kene bosone boso jawa (Ini kotanya bagus dan besar sama mirip sekali seperti kota Amerika tetapi yang aku bingung itu orang-orang di sini itu bahasanya berbahasa jawa).

Aku mencoba mencubit tanganku sampai 7× dan ternyata ini benar-benar nyata. Aku melihat ke atas yang langitnya biru tapi sangat terang. Kemudian aku mendengarkan seperti ada orang mengaji dan seketika pandanganku langsung berubah ke atap rumah dan aku tengok ke kanan ada orang yang mengaji dan kutengok kekiri ada keluargaku. Alhamdullillah ucap semua orang. Aku bingung kenapa aku ada di rumah orang tuaku. Pak ustad memberikan minum air kepadaku.

Kemudian aku di suruh oleh pak ustad untuk bercerita kepada semua orang tentang apa yang terjadi. Kemudian aku menceritakan bahwa setelah aku buang air kecil di pohon pisang kemudian aku berada di kota besar dan tinggi yang tidak kukenal. Kemudian pak ustad menjelaskan kepadaku bahwa aku telah tersesat di alam gaib atau alam jin secara tidak sengaja. Kemudian keluargaku mengatakan bahwa aku sudah hilang dua minggu dan padahal aku berada di kota tersebut hanya beberapa menit saja. Sungguh tidak masuk akal sekali. Kemudian aku di suruh pak ustad untuk selalu berdoa kepada Allah di manapun dan kapanpun.

Sekali lagi ini sebuah pengalaman yang berharga bagiku dan paling tidak masuk akal jika menurutku padahal di kota tersebut aku hanya beberapa menit saja tetapi menurut semua orang aku sudah hilang dalam dua minggu. Dan ceritanya teman-temanku setelah selesai makan mereka sedang menungguku yang sedang makan di warung bakso. Tapi lama-kelamaan mereka terlalu lama menungguku. Mereka langsung masuk ke warung bakso tersebut dan kata penjual warung bakso Bahwa pemuda yang berkaos merah tadi itu (Aku) memang ada di sini tapi dia setelah itu sudah tidak ada.

Temanku panik dan bingung, kemudian semua temanku dan semua dosen mencariku pada hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu dan senin ke sukoharjo tapi belum di temukan. Temanku langsung mengkabarkan ke keluargaku pada hari selasa. Kemudian keluargaku panik dan kaget jika aku hilang, keluargaku mengkabarkan ke kampungnya, kemudian keluargaku, kampungku dan temanku melaporkan ke polisi bahwa aku telah hilang. Kemudian temanku, kampungku dan keluargaku di harapkan tenang oleh polres surakarta.

Polisi langsung bertindak mencari dan mencari ke semua daerah surakarta, sukoharjo dan wonogiri selama 2 hari pun tidak ketemu juga. Pada hari jum’at ketua polres mengatakan ke saksi mata yaitu penjual warung bakso, bahwa pemuda itu kesini tapi setelah itu pergi ke arah belakang warung. Kemudian polisi menemukanku yang tergeletak di batang pohon pisang. Polisi langsung membawa dan mengkabarkan ke pihak keluarga dan akhirnya aku dibawa ke rumah keluargaku di wonogiri.

Kemudian temanku, semua orang di kampung dan keluargaku berdoa secara bersamaan agar aku sadar. Kemudian akhirnya aku sadar pada hari jum’at pada malam hari. Dari sini yang membedakan di antara waktu ke alam gaib (beberapa menit) dengan waktu aku hilang di dunia manusia (dua minggu) dan ini menjadi pengalaman bagiku bahwa di dunia ini masih ada dunia lain yang telah aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.

Share This: