Aku Pernah Ereup-ereup

Pagi hari ini aku bingung mau sarapan bubur ayam atau nasi uduk. Setelah di pikir lagi pagi ini aku sarapan sama apa saja deh yang penting aku sarapan.

Om: La, kamu mau sarapan sama apa?
Aku: lontong sayur saja om.
Om: oke.

Sambil menunggu si om beli sarapan aku pergi mandi. Di kamar mandi aku jadi senyum sendiri. Pacar juga bukan. Hanya sebatas om dan keponakan. Tapi ada rasa sakit kalau aku tahu dia sedang bersama perempuan lain. Aku tahu ini sangat salah. Aku pun mengerti suatu saat kami harus menerima kenyataan untuk tidak bersama. Pastinya aku akan sangat sulit menerima kenyataan itu.

Bersamanya aku tidak bisa, tapi tidak bersamanya aku juga tetap tidak bisa. Dari pada bahas itu sambil mandi aku mau menceritakan kalau aku juga pernah mengalami hal yang namanya tindihan. Kalau di daerahku namanya itu ereup-ereup. Antara mimpi dan sadar. Di dalam mimpi saat itu ada sosok tangan yang muncul dari bawah tempat tidur lalu memegang tanganku. Tangan itu berusaha menarik aku kedalam tempat tidur.

Di dalam sadar aku ingin bangun tapi tidak bisa bergerak. Untuk membuka mata dan bersuara saja susah banget. Hal itu terjadi sekitar tiga menit sampai akhirnya aku bisa bangun. Aku hanya sekali saja mengalami hal yang aneh itu. Semenjak si om menyarankan aku untuk mengibas tempat tidur terlebih dahulu dengan kain selimut sambil mengucap “bismillah” sebelum berbaring di tempat tidur. Habis itu tidur dengan posisi bertumpu pada rusuk sebelah kanan lalu berdoa terus tidur deh. Berhubung mandinya sudah selesai dan si om juga sudah datang aku tutup saja cerita pengalamanku sewaktu tindihan.

Aku: jangan dulu di makan om, aku pakai baju dulu.
Om: oke bos.

loading...

Sambil pakai baju aku juga mau bercerita. Kalau aku pernah bilang sama mamahku soal perasaanku sama om sendiri. Yang ada aku malah di larang untuk ketemu sama si om lagi. Sampai mamahku marah dan tidak akan pernah merestui. Namun demikian aku masih menyuruh si om temanin aku di kalau aku lagi sendiri di rumah. Malah kadang aku yang pergi main ke tempatnya. Sebenarnya sih sudah bukan rahasia lagi, karena nenek sama kakekku juga sudah tahu.

Tapi kami sudah sepakat, dan si om juga bilang kalau dia sayang sama aku hanya sebatas layaknya seorang om sama keponakan. Dia juga berjanji sama nenek dan kakek untuk selalu menjagaku dan tidak akan melakukan hal yang tidak di inginkan. Sedangkan aku hanya menjalani apa yang membuat aku bahagia. Terima kasih kakak admin KCH dan semua kakak sahabat KCH. Selamat beraktivitas ya, semoga menyenangkan.

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Aku Pernah Ereup-ereup
Aku Pernah Ereup-ereup
4 (80%) 12 votes