Aku Seorang Indigo

Aku adalah seorang indigo aku tidak tahu mengapa aku indigo, saat aku bilang hal ini kepada ibu dan ayahku mereka tak percaya. Tapi adik-adik ku selalu melihat aku sedang berbicara sendiri. Aku orangnya pendiam dan aku hanya berbicara jika aku butuh saja. Hoby ku membaca novel, ada satu lemari besar novel punyaku setiap hari dan aku menghabiskan waktuku untuk membacanya.

Aku mempunyai sahabat namanya Tina, Sinta dan Siti. Pertama kali aku menceritakan tentang keadaanku “indigo” kepada mereka. Bahwa aku memang sudah terbiasa melihat hal-hal yang seperti itu. Bahkan saat aku berada di kelasku, aku selalu melihat ada seorang wanita yang tingginya sampai 3 meter dengan mukanya yang rata, serta rambutnya yang panjang sekali.

loading...

Kepalanya selalu menggelinding seperti bola dan kepala itu selalu saja mendekat ke arah kakiku. Dia selalu mendekati sahabatku yang bernama Tina. Dia juga selalu mengikutiku, kemana pun aku pergi, akan tetapi hanya saat aku sedang berada di sekolah saja sih.

Di kamarku ada hal yang aneh, aku selalu mendengar suara orang yang mengetuk dinding dari rumah sebelah. Menurutku ini adalah hal yang biasa-biasa saja buatku, tetapi terkadang aku pun merasa takut juga hehe. Aku bisa menutup mata batinku sendiri jika aku mau, tapi terkadang mata batinku terbuka lagi dengan sendirinya.

Share This: