Aku si Tokoh Utama

Tinggal di hiruk piruknya ibukota memang sangat tak enak. Aku harus terbatuk beberapa kali karena menghirup kepulan asap yang masuk ke rongga paru-paruku. Dan, asap itu sangat mengganggu kecantikan wajahku. Ah, berkata tentang kecantikan aku punya sebuah mitos untukmu. Ya, untukmu yang sedang membaca di sana! Tapi tunggu, ku peringatkan untuk menjauhkan layar laptop/handphonemu ke arah selain dirimu.

Jangan berbagi cerita pada “mereka” yang tak kau lihat namun bisa melihatmu. Ok, mitos ini tentang kotaku yang sedang di landa kecemasan menghadapi hantu pencari tumbal. Banyak gadis perawan yang di culik dan di korbankan untuk membuat kecantikan hantu bertambah. Alasan inilah yang membuat aku dan teman-teman menjadi ketakutan.

Aku takut yang menjadi korban selanjutnya adalah aku, ataupun kamu. Setiap malam selalu saja ada temanku yang hilang karena di culik oleh hantu tumbal. Seperti malam ini, aku dan ke-5 temanku sedang kebingungan mencari desty salah satu teman yang hilang. “Duh, desty kemana sih? Di kamar kost gak ada, di luar juga gak ada” keluh Heny, salah satu temanku.

“Sabar hen, desty pasti ketemu kok! Dia pasti lagi ngerjain kita saja” hiburku.
“Ti, lo kan yang paling bijak di sini. Menurut lo apa mungkin desty di culik hantu tumbal?” tanya temanku lagi, lara, padaku.
“Ah, ya nggak lah! Hantu tumbal itu cuman mitos belaka! Gak mungkin ada” elakku yang berujung perdebatan antara kami berlima.
Akhirnya kami menyudahi pencarian dengan putusan kalau desty sudah terculik oleh hantu tumbal. Esoknya, heny yang menghilang. Begitu dan begitu terus sampai yang tersisa hanyalah rhea dan aku.

“Tia, kira-kira kemana ya teman-teman kita pergi? Aku takut nih” kata rhea ketakutan.
“Tenang, mereka pasti kembali lagi. Aku yakin! Mm. Kamu takut banget ya? Mau nginap di kamar kost aku saja? Aku juga takut nih” kataku dengan nada bergetar.
“Ayo aja” katanya.

Dengan perasaan takut aku dan rhea berjalan pelan menuju rumahku. Tak ada yang bicara diantara kami, yang terdengar hanyalah nyanyian burung hantu dan pohon yang tertiup angin. *Kriet! Terdengar suara pintu kostku terbuka, hawa dingin langsung terasa menusuk kulitku. Saat di dalam aku dan rhea begitu terkejut, banyak bunga bunga kamboja dan ada kuali besar yang berisi air merah pekat.

“Ti. Tia. Tempat apa ini?” tanya rhea penuh rasa takut. “Hahaha!” terdengar suara tawa dari bibirku. Rhea tampak semakin ketakutan. “Tia. Kamu kenapa?” tanyanya dengan tubuh bergetar. “Aku bukan Tia! Sebenarnya akulah yang selama ini menculik dan membunuh teman-temanmu! Hahaha”. kataku dengan suara murka. Ya! Sebenarnya semua sifat dan perilaku bai ku itu bohong.

loading...

“Nggak. Nggak mungkin!” kata rhea. Aku mendorongnya dan dia pun masuk ke dalam kuali besar itu, terdengar jeritan-jeritan pilu yang sangat membuatku senang. “Bagus, sekarang bertambahlah kecantikanku! Dan sekarang semua sudah tahu, aku! Akulah si tokoh utama! Hahaha”. Dan, cerita ini akan berakhir saat kalian yang membaca cerpen ini ku datangi malam nanti.

KCH

Suci indah sari

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Suci indah sari has write 2,694 posts