Aku Sungguh Sangat Takut Part 2

Hai, hallo sobat KCH, Gina langsung sambung saja ya cerita sebelumnya aku sungguh sangat takut. Suara itu seperti suara langkah kaki. Aku kira itu Al yang pulangnya ngendap-ngendap kayak jelangkung, tapi alangkah terkejutnya aku saat aku membuka pintu kamar dan ku lihat ternyata gak ada siapapun disana. Kala itu aku bahkan berpikir kalau bukan kak Al, jangan-jangan itu maling.

Bisa lebih kacau urusannya. Setelah masuk kamar lagi, aku mendengar suara langkah kaki yang besar itu. Suaranya terdengar seperti langkah kaki seorang raksasa. Ketika aku keluar kamar dan ku lihat keadaannya lagi sampai ke pelosok-pelosok semua ruangan, seperti biasa, sepi.

loading...

Aku mulai parno, sungguh sangat sangat takut, ketakutan hampir mati, karena suara langkah kaki itu masih ada. Kadang-kadang suara itu berubah-ubah. Bukan suara langkah kaki lagi yang aku dengar, tapi sudah suara orang bernyanyi, wanita menangis dan suara deru mesin mobil. Padahal yang ada di rumah hanya aku dan adik. Sampai jam 1 malam aku belum juga bisa tidur, padahal aku sudah sangat ngantuk.

Tapi tanpa tersadar aku sudah tertidur dengan sendirinya. Saat aku terbangun, adzan subuh sudah berkumandang aku langsung pergi untuk mengambil air wudhu dan menunaikan shalat. Untung saja, aku punya kamar mandi mini di dalam kamar mandiku, jadi aku gak perlu keluar. Jadi selesai shalat aku putuskan untuk baca Al Qur’an. Selesai tunaianku, aku takut sangat takut untuk keluar.

Mana tahu ada yang lebih parah. Aku membangunkan adikku untuk menemaniku keluar kamar. Alhamdulillah tidak ada apa-apa lagi. Apa semalam perasaanku saja. Kemudian adikku bergegas mandi dan aku mencoba ngecek kamarnya si Al jelangkung. Sungguh si Al jelangkung tiba-tiba sudah nongol, tapi anehnya kok kak Al mendengkur malam keras banget.

Kalau kalian baca ceritaku hadiah ulang tahun pertama di umur yang ke 17 part 2 pasti kalian tahu kalau kak Al tidurnya bukan hanya cepat kayak cewek, tapi juga gak pernah mendengkur apalagi sampai sekencang ini kayak sapi lagi di gorok (potong) hidup-hidup. Aku mulai ada perasaan curiga sama kak Al. Kemudian aku bergegas ke bagasi untuk mengecek motornya ternyata setelah ku lihat motornya ada. Kalau ada motornya, berarti itu Al. Tapi tidurnya ngeri banget, gumamku.

Waktu aku melihat kak Al tidur, bukan hanya seperti sapi lagi di gorok tapi kadang seperti harimau, *argh, argh. Kalau kalian melihat dan mendengarnya langsung sobat, mungkin kalian akan ngeri. Sangat mengerikan. Setelah ngecek, aku langsung ke dapur untuk masak nasi goreng untuk sarapan kami bertiga. Setelah selesai mandi dan pakai seragam sekolah SD, adikku langsung kemeja makan, sebelum sarapan adikku heran melihat ada 3 piring nasi goreng padahal di kiranya kami cuman berdua.

Lalu ku bilang saja, si jelangkung itu sudah pulang tadi kakak baru cek di kamarnya. Dan yang lebih mengejutkan rupanya barusan saja Herin habis dari kamarnya kak Al untuk ambil pensil. Tapi katanya gak ada orang. Ku kira itu imajinasi adikku saja, setelah di periksa kamar dan bagasi, semuanya bersih, kak al gak ada. Aku kemudian langsung teringat kejadian tadi malam dan teringat ponselku yang dari tadi malam gak aku sentuh. Setelah mengecek ponselku, astaga.

Ternyata kak Al sudah menelepon aku sampai 10 kali (kurang ingat, soalnya sudah lumayan lama. Kurang lebih segitu) dan terakhir baru dia SMS aku dan pesannya “eh borok tengil (panggilan Al untukku), loe di telepon bukannya di angkat. Aku besok baru pulang ye, tadi memang aku mau pulang tapi pas di jalan, aku ketemu Dashrun (teman kuliah) jadi aku putuskan menginap semalam di rumahnya. Eh borok, kalau ada apa-apa telepon aku, jagain tuh si Pacol (Herin) terus jangan lupa siapin makan siang di meja, nanti kalau aku pulang gak repot-repot lagi beli makan”.

Setelah membaca pesannya, aku langsung nyuruh adikku bersiap-siap cepat berangkat, walaupun adikku sedikit bingung tapi akhirnya di iyakan. Akhirnya aku bisa cepat keluar dari rumahku sendiri dan mencari lokasi ramai. Sesampainya di sekolah, aku melihat ruangan kelasku sedikit samar-samar aku kira karena cuaca tapi sewaktu di luar ku lihat cuaca sangat terang, anehnya.

Sewaktu jam pulang sekolah pun tak kala mengerikan, aku melihat ada orang yang gede banget kira-kira tingginya sampai 2 meteran gitu, hitam tapi wajahnya gak kelihatan. Dia berdiri di sebelah pagar sekolah, aku kira dia malu sampai gak mau memperlihatkan wajahnya dan aku kira lagi dia itu penjaga sekolah malam yang baru karena penjaga sebelumnya mengundurkan diri karena sakit. Tapi setelah ku tanya teman-temanku mereka gak melihat siapapun di sebelah gerbang apalagi kalau tinggi, pastikan dari jauh pun langsung kelihatan.

Dan kata mereka lagi belum ada yang menjaga malam sekolah. Ya Allah, siapakah yang ku lihat tadi. Aku langsung saja meninggalkan teman-temanku waktu itu dan cepat menjemput Herin dari sekolah. Aku berniat malam ini aku menginap di rumah om Fo dari pada aku mati tegang. Sekian ceritaku, terima kasih.

Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories.
Thank you for liking my stories
Thank you so much…
Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur…

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts

Please vote Aku Sungguh Sangat Takut Part 2
Aku Sungguh Sangat Takut Part 2
Rate this post