Aku Takut Bu

Assalamualaikum reader KCH. Salam sejahtera bagi non muslim. Selamat beraktivitas kakak john dan lainnya tanpa terkecuali. Cerita ke 53 ini adalah pengalaman seorang adik kecil bernama putri (5/6 tahun). Dia tetangga saya yang rumahnya di blok wetan (timur) dekat rumah bulek saya. Hari itu menjelang maghrib, suara adzan sebentar lagi berkumandang. Anak-anak seusianya sudah mulai masuk ke dalam masjid.

Hingga shalat maghrib usai dan akan melanjutkan acara pengajian. Tiba-tiba ibunya putri menyadari bahwa anaknya tidak berada di dalam masjid, lalu kemana putri? Ia bertanya pada teman-temannya, namun tidak ada yang tahu. Akhirnya ibu putri keluar dari masjid dan mencari-cari anaknya, “apakah dia sudah pulang?” pikirnya dalam hati. Tapi setelah keluar gerbang alangkah terkejutnya ibu putri, melihat anaknya sedang duduk di buk (tempat duduk dari semen yang berada di pinggir jalan) sendirian.

Putri sendirian duduk di sana dalam posisi menundukkan kepalanya di lutut sambil di tutup dengan kedua tangannya. Ibu putri pun mendekati putri anaknya dengan perasaan khawatir, karena dia tidak seperti biasanya. Ketika sudah dekat ibu pun bertanya dengan nada lembut “putri, ngapain kamu sendirian disini? Ayo masuk gabung sama teman-teman yang lain” pinta ibu.

Putri pun menjawab “aku takut bu, aku tidak mau masuk”.
“Kenapa tidak mau, dan takut apa?” tanya ibu.
Putri tetap menjawab “aku takut bu”.

loading...

Ibu putri pun membujuknya tapi putri tetap menjawab “aku takut bu”. Sambil dengan posisi duduk yang sama. Akhirnya ibu putri penasaran karena kelakuan putri aneh begini dan mulai berpikir macam-macam, lalu bertanya lagi pada putri anaknya.

“Apa yang putri takutkan? Memang putri lihat apa?” tanya ibu.
”Aku takut bu, sama itu yang di sana” kata putri sambil menujuk tempat yang di tujunya, namun putri tetap menunduk tidak mau melihatnya.

Akhirnya ibu putri membawanya pulang segera di rumah, karena takut anaknya kenapa-napa dan sepertinya putri sangat ketakutan karena tidak mau pindah tempat. Dan keesokan harinya, putri sedang bermain dengan teman-temannya menggambar di rumahnya. Tiba-tiba putri bercerita, “kemarin saya lihat hantu di bungkus warnanya putih, mukanya seram banget, aku takut dan gak berani melihatnya”. Kemudian ayahnya yang mendengar menanggapinya, “hantu apa yang kamu lihat putri?” kata ayah.

“Ya hantunya putih kayak bungkusan, ada 2, laki sama perempuan, yang laki terbang ke arah timur menuju sawah dan yang perempuan diam saja sambil melihat putri” jelas putri panjang lebar. Dan salah satu teman putri akhirnya menggambar hantu yang di maksud lalu menunjukan ke putri.

“Apakah yang kamu lihat hantu ini?” kata salah 1 temannya yang menggambar sketsanya.
Lalu putri menjawab “iya ini, hantunya seperti ini tapi wajahnya seram”.

Kemudian ayah putri dan temannya berkata, “itu namanya pocong”. Setelah itu ayahnya putri menceritakan ke ibunya dan yang lainnya. Berarti ada penampakan pocong sejoli di desa ini, dan mungkin itu yang sering di gemparkan oleh beberapa warga. Dan sejak saat itu ibu putri tidak mau membawa putri jika sudah menjelang maghrib atau malam. Karena ibu putri berpikir bahwa putri mempunyai kelebihan (indra ke 6). Sekian.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts