Aku Tinggal di Rumah Hantu

Perkenalkan nama saya Feizal biasa dipanggil Ijal, ini kisah nyata saya dengan judul “aku tinggal di rumah hantu”. Kejadian ini seluruhnya menimpa keluarga saya, seluruh keluarga saya mengalami sesuatu hal yang tidak dapat dijelaskan. Waktu itu kurang lebih tahun 2011 saya dan keluarga memutuskan untuk pindah rumah dengan alasan agar berdekatan dengan sekolah, rumah ini beralamat dijalan Semeru Utama, nomor 5 Jember, Jawa Timur.

Rumah yang memiliki 2 tingkat lantai dan pekarangan yang luas dan memiliki 5 kamar tidur, 4 kamar mandi dan 1 gudang. Cerita berawal ketika keluarga saya pindah dirumah tersebut dan langsung merasakan hawa yang sangat berat, dingin (padahal musim kemarau) dan rasa ingin muntah. Kami datang dirumah tersebut untuk menaruh barang-barang digudang, nenek pun menyuruh saya untuk meletakan barang tersebut, setelah saya sampai digudang bulu tangan saya langsung berdiri, entah kenapa saya merasa diawasi. Kemudian saya cepat-cepat untuk meninggalkan gudang tersebut.

Keesokan harinya banyak saudara yang berkumpul untuk membantu membersihkan rumah. Salah satu dari keluarga saya mempunyai kemampuan untuk melihat hantu (indigo) kemudian dia bertanya kepada saya “mas, mas, kamu ngerasa aneh nggak disini? Ngerasa ada apa gitu mas”. Kemudian saya menjawab “iya pit aku ngerasa aneh disini apalagi hawanya dingin padahal gak pakai AC”.

Kemudian pipit (saudara saya) menjawab “barusan ada orang mas dibelakangmu”. Saya pun menengok kebelakang dan tidak ada siapa-siapa, saya kira ada saudara saya yang lewat dan kemudian saya menjawab “*haha jangan gitu pit *hehe”. Setelah itu semua saudara saya telah pulang dan saya sekeluarga membersihkan rumah, kemudian saya menaruh piring kotor diwastafel dan entah kenapa mata saya melirik disebelah kanan (gudang) dan melihat sesosok bayangan hitam tapi memiliki mata merah, saya langsung kabur dari wastafel dan tidak menceritakan kepada ibu saya.

Seminggu berlalu, saya diajak ketua RW setempat untuk liburan bareng kepantai Pasir Putih bersama adik saya, kakek, dan nenek. Kakek pun menyiapkan barang-barang dikamarnya dan saya pun juga sibuk menyiapkan baju untuk berenang disana. Setelah semua siap kakek dan nenek pergi ke Indomaret untuk membeli camilian, saya pun melihat televisi bersama mama, adik dan om. Tepat pukul 10.00 WIB ketua RW menyuruh untuk bersiap-siap karena bus akan datang, dengan secepat kilat saya mengambil tas saya dan kakek nenek menyiapkan keuangan yang akan dibawa.

Kejadian aneh pun kembali terjadi, uang yang telah disiapkan oleh kakek tiba-tiba hilang, nenek juga kehilangan ponsel, saya pun juga kehilangan ponsel, padahal saat keluar pintu kamar ditutup dan tidak ada siapa-siapa disana. Kecurigaan pun datang kedalam pikiran kami, setelah itu tanpa pikir panjang ibu dan om saya memberikan uang sebanyak 300 ribu, kepada nenek dan mulai berangkat. Kami menikmati banyak hal menarik disana, berjam-jam telah berlalu, kemudian kami pulang menuju rumah. Jujur pada saat memasuki rumah hawa diluar dengan didalam rumah sangat berbeda, saya mulai merasakan aura negatif disekitar rumah tapi saya tidak mempedulikan hal itu.

Ketika ingin tidur kurang lebih pukul 21.30 saya ingin buang air kecil dikamar mandi kamar saya. (Di kamar saya ada kamar mandi) kurang lebih 2 menitan saya BAK, saya melihat diatas kaca kamar mandi ada sebuah bekas tangan dengan 4 jari (telunjuk tidak ada) saya pun mengakhiri BAK saya dan langsung tidur. Keesokan paginya saya buang air kecil dicelana gara-gara semalam tidak selesai melakukan BAK.

Kemudian saya bersiap-siap berangkat sekolah, pada saat disekolah, saya diberi tugas kelompok dan saya mengusulkan agar teman saya kerja kelompok dirumah saya. Pukul 14.00 WIB teman saya pun datang, kemudian kharisma (teman saya) bilang ke saya “zal rumahmu kok dingin ya? Pakai AC tah?”. Kemudian saya menjawab “nggak kar, dimatikan kok AC-nya lagian kita diruang tamu, mana ada AC disini *hehe”.

Setelah kharisma merasakan keanehan kemudian Rahma juga bilang “zal bau apa ini? Kok nggak enak ya habis masak memang?”. Saya pun menjawab “nggak ada rah, nggak masak apa-apa kok, by the way aku juga nyium aroma yang gak sedap”. Rahma kembali menjawab “sudah lah gak usah dipikirin, kerjaannya masih banyak ini”. Setelah teman-teman saya pulang dari rumah, saya bersiap untuk mandi (kali ini bukan dikamar mandi kamar saya, saya takut untuk mandi disana).

Pada saat saya mandi saya mendengar dengan jelas suara ketukan dipintu, “*tok, tok, tok, tok” kemudian saya buka pintunya dan disana tidak ada siapa-siapa. Saya kira itu adik saya, karena dia selalu usil. Beberapa saat kemudian suara itu terdengar lagi “*tok, tok, tok”. Saya membuka pintu kedua kalinya dan hasil sama. Saya kemudian membiarkan pintu terbuka agar tahu siapa yang mengetuk pintu. (Keluarga saya berada dipekarangan rumah tapi saya tidak tahu posisi adik saya) jadi saya buka pintu kamar mandi dan melanjutkan mandi.

3 menit kemudian suara itu jelas terdengar kembali, saya pun bingung karena suara itu tepat berada disebelah saya (pintu kamar mandi). Dengan tergesa-gesa saya meninggalkan kamar mandi (sejujurnya saya takut untuk bilang ke mama karena hal ini) dengan terpaksa saya memendam perasaan takut saya.

Hari telah berlalu dan pada saat itu adalah hari minggu, seingat saya pukul 11.00 ada seseorang yang membuka pintu pagar saya, (ketika dibuka pintu tersebut mengeluarkan suara yang sangat kencang). Tiba-tiba terdengar suara “*kriet” saya pun melihat kearah pagar dan tidak ada siapa-siapa. Om saya bertanya “siapa fe?” saya pun menjawab “gak ada om gak tahu siapa, paling anak kecil om”.

Kemudian om menjawab “oh ya wes fe”. Menjelang beberapa saat, pintu pagar pun berbunyi kembali dan saya kembali mengeceknya dan tidak ada siapa-siapa disana. Karena merasa dibodohi saya mengambil kursi dan duduk disana sambil mengamati pintu pagar tersebut, setelah itu terjadi suatu kejadian yang menurut saya benar-benar tidak bisa masuk akal, pagar tersebut bergerak dengan sendirinya padahal pagar itu bisa dibilang berat karena ada banyak karat dipagar tersebut.

Di dalam pikiran saya tidak mungkin itu ulah angin, karena angin kurang kuat untuk menggerakkan pagar tersebut. Saya pun bercerita kepada om saya bahwa pagar tersebut bergerak sendiri tetapi om saya tidak percaya dan mengaku itu ulah angin. Beberapa minggu kemudian kejadian aneh itu sudah tidak menyerangku lagi melainkan menyerang adik dan ibu saya.

Kejadian yang menimpa adik saya cukup mengerikan karena sosok hitam tersebut mendekati adik saya. Pukul 20.00 sehabis makan malam, adik saya membantu ibu saya untuk membersihkan piring adik saya bertugas untuk meletakan piring kedalam rak piring (jarak rak piring dan wastafel tersebut cukup jauh, harus melewati gudang, sebenarnya itu garasi tetapi kami menggunakannya sebagai gudang).

Pada saat ingin meletakkan piring terakhir, tanpa sengaja adik saya melihat sosok tersebut, sosok itu mendekati adik saya, tetapi adik saya tidak dapat bergerak atau berteriak. Posisi saya berada diruang keluarga yang tidak jauh dari posisi adik saya, kebetulan saya ingin minum dan saya memutuskan untuk mengambil minuman, pada saat mengambil minuman saya melihat adik saya yang terpaku seperti melihat sesuatu.

Kemudian saya panggil “pik, pik” setelah itu adik saya menjatuhkan piring tersebut dan membuat kaget seisi rumah. Ibu saya yang waktu itu membersihkan panci dan wajan langsung menuju adik saya. Saat itu juga adik saya menangis dan menceritakan semuanya kepada keluarga saya. Dia bercerita “ma aku lihat orang, badannya besar rambutnya panjang sampai kekaki matanya merah” ibu saya langsung percaya dan saya pun mengakui bahwa saya juga pernah mengalaminya.

Keluarga saya pun bingung untuk mencari pertolongan dan akhirnya saudara saya membawakan seorang ahli (paranormal) berjumlah 3 orang. Kemudian orang tersebut bilang ke saya “barangmu apa saja yang telah hilang?”. Saya jawab “ponsel saya hilang mas”, paranormal “masih ingat nomornya?”. Saya “masih mas” setelah saya ketikan diponsel tersebut, kemudian diteleponlah dan tidak ada nada sambungnya (sudah dinonaktifkan).

Hal ini sama seperti ponsel nenek saya. Setelah itu paranormal tersebut mengeluarkan kertas yang isinya ayat Al Qur’an (jimat) dan kemudian dibacanya, setelah dibaca, kertas tersebut ditempelkan disudut rumah dan jujur saja pada saat semua kertas ditempelkan hawa rumah tersebut langsung berubah drastis, yang hawanya dingin mencekam sekarang telah berubah menjadi normal.

Setelah semuanya selesai saya menuturkan ke paranormal tersebut bahwa kejadian itu berada digudang (garasi) setelah diperiksa memang benar. Tercium bau tidak sedap di area tersebut. Paranormal yang lebih muda (usia sekitar 23-25 tahun) berusaha menangkap arwah tersebut dan menyuruhnya pergi, tetapi arwah itu tidak tinggal diam, arwahnya melawan dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa paranormal ditarik seolah-olah ada yang menariknya.

Di bantu dengan rekannya, rekan tersebut mengeluarkan kayu yang disimpan didalam tasnya (mungkin kayu tersebut memiliki kekuatan untuk membunuh jin atau sejenisnya). Rekannya memukul tanah berkali-kali menggunakan kayu tersebut (kalau dilihat mungkin itu bagian jantung arwah tersebut) setelah bertarung kurang lebih 10 menit, hawa disekitar rumah juga berubah, saat itu juga ada angin sepoi-sepoi yang menyejukkan, ini mungkin akhir yang bahagia menurut saya.

Setelah semua selesai paranormal itu berkata “ini rumah sudah ditinggal selama 5 tahun, dan didalam gudang tersebut ada suatu barang yang memiliki aura negatif. Jadi jin tersebut tidak ingin ada manusia disekitar sini, jadi dia berusaha untuk mengusir kalian dari rumah ini, karena jin sudah hilang dan hawanya sudah normal kami akan pulang” saya pun sangat senang karena hal mengerikan sudah selesai.

Berbulan-bulan kemudian sudah tidak ada lagi yang namanya hantu, mungkin penunggu rumah tersebut masih ada dan saya yakin penunggu rumah tersebut tidak akan menyerang kami lagi. Kami tinggal dirumah tersebut kurang lebih 6 tahun karena masa kontrak sudah habis. Saat kami akan meninggalkan rumah, saya berpamitan kerumah tersebut dan mengucapkan terima kasih, saat saya akan meninggalkan rumah tiba-tiba ada sosok kakek tua mengintip dari jendela lantai 2 dan melambaikan tangannya ke saya.

Saya pun membalasnya dengan senyuman walau sebenarnya saya takut. Akhirnya kami pindah dirumah baru dan alhamdulilah tidak ada kejadian kejadian aneh disana. Sekian dari saya, beginilah kisah nyata saya dan mohon maaf apabila kurang seram atau kurang seru, ini adalah pertama kali mengalami kejadian seperti ini.

loading...

Mungkin para pembaca tidak merasakan seram, tetapi saya yang mengalaminya itu sangat menyeramkan. Terima kasih telah membaca cerita saya yang berjudul “aku tinggal di rumah hantu”, terima kasih juga kepada blog ini yang memberikan saya kesempatan untuk bercerita kepada seluruh masyarakat indonesia.

KCH

Feizal Maulana

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Feizal Maulana has write 2,684 posts