Akun Misterius

Kisah ini berjudul akun misterius, selamat membaca. Di suatu malam, adi sedang asyik dengan laptopnya. Pada saat itu hari yang sangat indah bagi para remaja, tapi lain dengan adi, dia hanya di dalam kamar, tidak seperti temannya yang selalu mencari kesenangan saat hari libur (hari masuk sekolah pun tiba) pas tiba di sekolah.

“Hey Di, *cupu banget sih loh *ngendok *mulu di rumah, gak bosen apa!” kata teman adi sambil mengejek adi.
“Tau! lho nih dari dulu. Jomblo *mulu, cari pacar sana” kata teman adi sambil menertawakan *haha.
Adi pun hanya terdiam dan segera meninggalkan mereka. *ting, tong, ting, ting. Bell pulang pun berbunyi.

“Wah akhirnya pulang juga” kata adi, (malam pun tiba). Adi tetap saja bermain dengan laptopnya. “Eh kok ada pesan masuk, dari siapa ini ya” kata adi. hm! dari juleha.
Juleha: hey.
Adi: iya hay juga.
Juleha: kamu anak mana, ya?
Adi : anak jakarta. Kamu anak mana?
Juleha : anak bandung.

Seperti itulah percakan juleha dan adi sampai mereka pun berteman akrab. Dan akhirnya saling jatuh cinta. Saat adi sedang chat dengan juleha.
“*huf, bau busuk apa ini?”.
“kamu kenapa yank” kata juleha.
“gak apa-apa cuman bau busuk”.
“mungkin bau bangkai aku” kata juleha.
“ah ada-ada saja. Oh ya kita teleponan saja ya”.
“iya”.

hubungan ini pun terus berlanjut hingga akhirnya adi ingin bertemu dengan juleha di bandung. Sampai di bandung adi menelepon jule. “loh kok nomornya gak aktif, mungkin ia sibuk” kata adi. Sampai malam adi menunggu juleha tapi belum datang-datang juga dan adi pun pulang, dengan wajah kesal. Ah! dasar penipu, sambil membuka akun sosial medianya, tetapi.

“loh kok akun juleha gak ada ya” kata adi. Sampai ia mencari nama Juleha di sosial media juga tidak ada. Betapa penasarannya adi. Ia mencoba kembali ke bandung. Ia mencoba menelepon Juleha tapi gak aktif, tiba-tiba datang seorang cewek.

“mas ngapain mas”.
“oh mbak kenal sama yang di foto ini?”. (Sambil menangis cewek itu menjawab).
“ini teman saya, ia korban tabrak lari mas”.
“kejadiannya baru saja kan mbak?”.
“sudah 10 tahun yang lewat mas”.
Betapa terkejut nya adi mendengar pernyataan itu. Sekian.

loading...