Anabel Part 3

Sebelumnya anabel part 2. Anabel gadis kecil berusia 5 tahun harus mengalami kejadian mengenaskan ini, aku tak bisa bayangkan bagaimana gadis kecil itu akan hidup kedepannya tanpa orang tua dan sanak saudara. Aku menghabiskan hariku dengan menonton televisi sedangkan Andra asyik sendiri dengan gamenya tak jauh dari tempatku duduk. Anabel bangun dari tidurnya dan langsung memelukku, aku tak tahu apa yang terjadi pada anak ini jadi kuputuskan untuk membiarkan saja dia memelukku.

“Sepertinya anak itu menyukaimu” ucap Andra yang entah sejak kapan menggunakan frase aku, kamu. Aku hanya tersenyum dan menepuk-nepuk punggung kecil Anabel. Hari itu waktu terasa lambat sekali ya mungkin karena gak ngelakuin apa-apa selain duduk dirumah, apalagi sejak tadi aku ngomong sendiri karena sampai sekarang Anabel belum merespon ucapanku dan Andra.

Hei jangan ditanya kalau dia sedang asyik dengan PSP-nya sepertinya tak ada manusia lain disekitarnya. Aku tak tahu kenapa mata Anabel selalu bergerak kesana kemari dengan gusar bahkan ketika waktu tidur dimalam hari dia malah terus saja duduk dengan mata gusarnya. “Anabel sayang sudah malam tidurlah tidak apa-apa kakak janji tak akan ada sesuatu yang buruk menimpamu karena kakak akan tidur disini sama kamu” bujukku.

Anabel menatapku dengan berkaca-kaca lalu menurut dan membaringkan tubuhnya dikasur. Aku mengajaknya berdoa sebelum tidur sesaat sebelum dia tidur dan akhirnya aku pun ikut tertidur. Suara orang membuka gagang pintu berulang kali membangunkanku dari tidurku. Aku terbangun dan jam menunjukan jam 10 malam, aku melihat kearah pintu dan melihat kaki seseorang dari celah bawah pintu.

loading...

“Andra?” tanyaku, tak ada jawaban, aku mendekat ke arah pintu dan membukanya tapi tak ada siapapun didepan pintu kamarku. “Andra” panggilku lagi dan tetap tak ada yang menyahut. Aku berjalan keluar menuju kamar Andra dan mengetuknya tak berapa lama Andra keluar dengan kaca mata yang bertengger dihidungnya.

“Kamu berada didepan pintu kamarku tadi?” tanyaku.
“Tidak, aku sejak tadi dikamarku mengerjakan tugas kantor yang dikirim ayah, kenapa memangnya?” tanyanya heran.

Aku menatapnya menyelidik, aku yakin dia bohong, kalau bukan dia lalu siapa mengingathanya kita berdua yang tinggal dirumah ini. “Aku serius sejak tadi aku ada dikamar” ucapnya. Aku mengangguk tak ingin memperpanjang masalah, lalu berjalan menjauh dari kamarnya tapi baru beberapa langkah jeritan suara Anabel membuatku mundur lagi dan menarik Andra untuk ikut denganku memeriksa keadaan Anabel.

Kami berjalan tergesa menuju kamarku dan melihat Anabel yang menjerit-jerit ketakutan. Aku menarik Anabel kepelukanku dan menepuk-nepuk pundaknya agar tenang. Anabel masih terisak dipelukanku sedangkan Andra melihat sekeliling kamarku mencari penyebab Anabel menjerit. Perlu beberapa menit hingga Anabel benar-benar tenang dan berhenti menangis.

“Anak itu sudah tenang sekarang jadi aku akan kembali kekamarku” ucap Andra sambil menguap.
“Tinggalah disini” ucapku sambil menarik lengannya.

Andra langsung tertawa mendengar ucapanku sampai-sampai aku harus menendang kakinya agar berhenti tertawa. “*Wow, wow, kamu ngajak aku tidur bareng nih?” ucapnya menggodaku. Aku mendelik padanya tapi dia malah cekikikan lagi.

“Berhenti tertawa, kalau tak mau juga tidak apa-apa, hush pergi sana” ucapku ketus.

“*Ckckck bilang saja kalau mau tidur bareng kenapa sih” ucapnya sambil memposisikan tubuhnya tidur disampingku. Sebenarnya aku ingin menyangkalnya tapi entahlah aku merasa sangat takut saat ini, aku merasa ada orang yang mengawasiku sejak tadi jadi dari pada ketakutan sendirian disini biarlah Andra bepikir semaunya. Aku membaringkan Anabel dan ikut berbaring disampingnya. Bersambung ke anabel part 4.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 96 posts