Anabel Part 6

Sebelumnya anabel part 5. Aku menarik tubuh Anabel kepelukanku, gadis kecil itu terus terisak, aku menggapai ponselku dan segera menghubungi Andra agar kembali ke ruangan rawat Anabel. Tak berapa lama Andra datang dengan nafas *ngos-ngosan.

“Anabel dia bicara, dia menceritakan semuanya” ucapku.

Andra memandangku bingung.

“Abangnya, Anabel bilang abangnya pelaku pembunuhan itu dan dia bilang abangnya akan membunuh kita juga” ucapku sedih.
“Abang? bukankah polisi bilang Anabel anak tunggal, lalu bagaimana mungkin dia punya abang?” tanya Andra heran.

Aku menggeleng tak tahu, Andra segera menelepon polisi dan menyuruh polisi kembali menyelediki keluarga Anabel, dia juga menceritakan Anabel bicara tentang abangnya. Polisi berterima kasih dan akan mengumpulkan data lain tentang orang tua Anabel, mereka juga menghimbau agar kami tinggal dulu di rumah sakit untuk keamanan. Anabel terlihat lebih tenang sekarang, dia juga mulai bicara ketika menginginkan sesuatu.

Polisi kembali menemui jalan buntu karena tak ada data yang menunjukan jika keluarga itu memiliki anak lain selain Anabel dan tetangga sekitar rumah baru maupun rumah lama mereka tak ada yang tahu jika mereka memiliki anak selain Anabel, selain itu juga tak ada data jika mereka pernah mengadopsi anak.

“Anabel, abangnya Anabel itu orang seperti apa?” tanyaku pada Anabel yang sibuk menggambar.

Anabel menghentikan aktivitasnya, matanya bergerak-gerak ketakutan dan dia mulai terisak. Aku mendekat dan memeluknya tampaknya abangnya sudah memberikan trauma dan ketakutan yang besar pada diri Anabel.

“Tidak apa-apa sayang, abangmu tidak ada disini, dia tidak akan menyakitimu lagi” hiburku.

Anabel masih terisak dalam pelukanku, perlahan-lahan tangisnya mereda, dia menatap kearahku.

“Bi Tina bilang abang orang baik tapi dia kesepian, aku tak pernah melihat wajahnya karena wajahnya selalu tertutup jaket hitamnya hanya bi Tina yang bisa datang keatap menemuin abang” jelasnya disela isakannya yang masih terdengar.

“Bi Tina? Atap? Siapa bi Tina? Atap maksudnya abang selama ini tinggal diatap?” tanyaku heran.

Anabel mengangguk tapi dia tak menceritakan siapa bi Tina, aku pun tidak bisa memaksa dia bicara karena takut dia menangis lagi. Aku menceritakan apa yang dibicarakan Anabel pada Andra tapi justru itu membuatnya semakin membingungkan. Andra akan menelepon polisi tapi tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, aku beranjak untuk membuka pintu dan mendapati seorang wanita paruh baya berdiri dihadapanku. Wanita itu tersenyum padaku dan aku pun tersenyum padanya.

“Cari siapa bu?” tanyaku ramah.
“Apa benar non Anabel dirawat disini?” tanyanya balik.
“Iya anda siapa?”.
“Saya pembantu rumah tangga di rumah orangtuanya tapi sejak 3 bulan lalu saya cuti karena suami saya sakit” jelasnya.

Aku mengangguk mendengar penjelasannya dan memberinya jalan agar dia bisa masuk dan melihat Anabel. Aku duduk disamping ranjang Anabel dan mengusap wajahnya agar terbangun, Anabel terbangun dan menjerit bahagia ketika melihat wanita paruh baya itu dan memanggil wanita itu bi Tina. Anabel sepertinya dekat dengan wanita paruh baya itu, dia juga langsung mau bicara pada wanita itu.

Setelah bercengkrama dengan Anabel, bi Tina berbicara denganku, dia banyak-banyak berterima kasih karena aku sudah mau merawat Anabel. Dia juga menceritakan tentang Anabel dan segala hal yaang disukai serta yang tidak disukainya.

“Bibi kenal kakaknya Anabel?” tanyaku hati-hati.

loading...

Bi Tina menegang ketika aku bertanya tentang abangnya Anabel, awalnya dia mengelak tapi setelah aku menceritakan keadaannya dia malah menangis. Bi Tina tak percaya jika Boy kakaknya Anabel membunuh orang tuanya dan melukai Anabel karena Boy yang dia kenal adalah anak yang baik. Bi Tina menceritakan Boy terlahir cacat, dia memiliki kulit yang bersisik diseluruh tubuhnya, sebelah matanya tidak berfungsi, telinganya kecil sebelah dan bibirnya sumbing.

Orang tuanya malu dengan keadaan anaknya jadi mereka menyembunyikan sejak lahir hingga sekarang dia berusia 20 tahun. Boy anak yang baik dan tak pernah protes dengan keadaannya dan dia juga sangat menyayangi orang tua dan adiknya, bi Tina tak percaya dia melakukan kejahatan sekeji itu karena bahkan dia tak berani membunuh seekor kecoa. Bersambung ke anabel part 7.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 97 posts