Anabel Part 7

Sebelumnya anabel part 6. Aku tak memaksa bi Tina untuk berbicara lebih banyak tentang Boy tapi dari informasi bi Tina akhirnya kepolisian menemukan kamar tempat tinggal Boy selama ini, didalam kamar itu pula ditemukan benda tajam yang digunakan untuk membunuh orang tua Anabel tapi sayang dia sudah tak berada ditempat itu, tak ada foto bahkan sidik jari yang bisa menuntun para polisi menemukan dia, terlebih dia tak memiliki identitas yang terdaftar. Polisi mencari diseluruh area perumahan dan menghimbau semua orang untuk melaporkan jika ada orang mencurigakan ada disekitar tempat ini.

Keadaan Anabel sudah membaik, akhirnya kami pun pulang kerumah, keadaan rumah masih sama seperti terakhir kali aku tinggalkan hanya saja persediaan makanan benar-benar kosong. Ragu-ragu aku masuk kedalam kamarku, tak ada yang berubah hanya saja ada bau yang menyengat dari kasurku, entahlah bau apa itu tapi bau anyir menyengat mendominasi. Aku berteriak memanggil Andra dan memperlihatkan apa yang kulihat pada Andra.

Andra menyibakkan selimut dan banyak noda diatas seprai selain itu ada juga pakaianku yang berserakan termasuk pakaian dalamku. Aku mengerenyit heran melihatnya, apa mungkin penjahat itu juga orang m*sum, ya ampun ini benar-benar mengerikan. Aku membuang semua barang yang aku yakini sudah disentuh tangan si pembunuh, entahlah aku merasa sangat jijik melihat barang-barang itu mengingat pembunuh itu sudah menyentuhnya.

Karena tidak ada persediaan makanan akhirnya kami memesan makanan saja untuk makan malam. Aku sengaja memesan makan malam lebih untuk si pembunuh itu dan menyimpannya didapur. Karena kamarku yang sudah tersentuh orang asing itu jadi kami tidur dikamar Andra. Tengah malam aku mendengar seperti langkah seseorang yang diseret, aku membangunkan Andra dan mengajaknya untuk melihat keluar.

Perlahan kami keluar dari kamar dan berjalan mengendap-endap sampai aku melihat siluet orang yang duduk dimeja makan dalam kegelapan. Andra perlahan berjalan dan menyalakan lampu, aku memekik kaget melihat seseorang ah tidak dia lebih menyerupai monster dibandingkan orang, dia berbalik kearah kami dan menatap garang. Aku berjalan mendekati Andra yang sama kagetnya melihat orang itu, dia membeku dan menarik tanganku agar berlindung dibalik tubuhnya.

Orang asing itu berdiri dari duduknya, dia tak seberapa tinggi tapi punggungnya menonjol, kulit bersisik memenuhi sebagian wajahnya, dia memakai sarung tangan dan kaos kaki hitam serta baju hitam. Orang itu memegang pisau ditangan kanannya dan menyeringai aneh karena bibirnya sedikit sumbing. Dia berjalan mendekat semakin mendekat.

“Siapa kau? Kenapa ada dirumahku?” tanya Andra berusaha terlihat tegas meskipun jelas-jelas dia ketakutan. Orang itu tak menjawab tapi malah semakin mendekat, orang itu melirik kearahku dan tersenyum aneh, aku hanya menunduk dan mengeratkan genggaman tanganku dengan Andra. Takut ya rasa takutku membuat keringatku bercucuran dan jantungku berpacu kencang, sekuat mungkin aku bertahan agar tidak pingsan saking takutnya.

Orang itu mengayunkan pisaunya hendak menusuk Andra beruntung Andra bisa menendang tangan orang itu hingga pisaunya terlempar jauh. Orang itu menatap garang kearah Andra lalu menarik kerah piyama Andra dan membantingnya. Aku menjerit kaget ketika tubuhku juga ikut terbanting karena tangan kami bertautan. Orang itu beralih menatapku dan mendekat hendak menyentuhku, aku menjerit ketakutan tapi dia semakin mendekat hampir menyentuhku sampai suara jeritan Anabel menghentikannya. Orang itu beralih melihat Anabel yang menjerit dan berlari kesampingku.

“Jangan, jangan bunuh lagi” isak Anabel. Orang itu menatap Anabel dan menariknya, aku dan Andra juga menarik Anabel agar tidak dibawa orang itu. Anabel menjerit kesakitan, aku memohon agar dia melepaskan Anabel tapi orang itu tak mau dengar dan semakin kuat menarik Anabel. Teriakan Anbel memicu keributan diluar, para tetangga dan polisi berdatangan kerumah dan menyorotkan lampu. Mendengar keributan orang, dia melepaskan pegangannya dan mundur, dia terlihat ketakutan dan terus mundur beruntung polisi segera memborgol tangannya sebelum dia pergi jauh. Bersambung ke anabel part 8.

loading...
Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Anabel Part 7
Anabel Part 7
Rate this post