Anabel Part 8 (Ending)

Sebelumnya anabel part 7. Orang itu berteriak dengan suara anehnya dan memberontak ketika polisi menariknya, warga yang melihat dia ditarik keluar menatap ngeri melihatnya, tapi ada juga yang memukulnya karena telah membuat resah warga. Aku melihat keramaian diluar dari balik jendela, Anabel sudah tertidur dipangkuan Andra karena lelah menangis. Polisi berterima kasih karena kami mereka bisa menangkapnya dan akan memberitahukan perkembangan kasusnya pada kami. Berita penangkapan pembunuh disiarkan disetiap stasiun berita, Anabel terlihat sedih melihat berita itu.

“Kenapa sedih begitu?” tanyaku
“Abang hidup diatap sejak dulu dan sekarang dia harus hidup dipenjara, kasihan sekali dia” ucapnya sedih.
“Sayang, pak polisi akan menjaga abangmu jadi jangan khawatir abangmu akan baik-baik saja disana” hiburku.

Boy, anak itu akhirnya mengaku jika dia memang membunuh orang tuanya karena mereka memperlakukan dia dengan cara yang tidak manusiawi. Dia marah karena orang tuanya mengurungnya diatap hanya karena dia cacat, dia juga marah karena orang tuanya memutus dia dengan dunia luar bahkan orang tuanya menganggap dia sebagai monster bukan manusia.

Apa yang dilakukan Boy memang tidak dibenarkan tapi perlakuan orang tuanya juga salah. Boy dia hanya seorang anak manusia yang ingin hidup layaknya manusia pada umumnya, karena dia tak berhasil mendapatka apa yang dia mau hingga tumbuhlah jiwa kriminal didalam hatinya hingga tega membunuh orang tuanya sendiri. 20 tahun terisolasi dari dunia luar, ya itu bukan hal mudah bagi seorang anak. Hanya karena dia terlahir cacat bukan berarti seseorang harus diasingkan justru sebagai orang tua atau orang terdekat harusnya lebih memperhatikan dan memberikan semangat agar mereka tidak berkecil hati.

Mendengar kisah hidup orang itu, aku merasa sangat kasihan padanya, ya dia hanyalah korban dari keegoisan dan gengsi orang tuanya dan karena rasa gengsi itulah akhirnya orang tua Anabel terbunuh. Aku bukan mengutuki orang yang sudah mati atau menganggap mereka pantas mati dengan cara seperti itu hanya saja apa yang mereka lakukan pada anaknya sendiri benar-benar tidak berperikemanusiaan.

loading...

Tidak ada anak yang ingin terlahir cacat begitupun juga anak itu, dia tak bisa memilih terlahir seperti apa karena tuhanlah yang berkehendak akan hidup manusia. Andra mendekat kearahku dan memelukku, karena kehidupan kami yang mendadak jadi luar biasa kami semakin dekat dan bersyukur memiliki satu sama lain. Ya karena kami saling memiliki kami sanggup bertahan, aku tak bisa bayangkan jika aku sendirian menjalani hidup seperti kemarin.

Anabel mendekat dan ikut memelukku, aku tersenyum dan membalas pelukannya. Anabel gadis kecil inilah korban sebenarnya peristiwa ini, di usianya yang masih kecil dia harus mengalami nasib naas yang menimpa keluarganya padahal dia hanya anak berusia 5 tahun dan tidak tahu apa-apa. Aku dan Andra sepakat untuk merawat Anabel bersama untuk waktu yang tak bisa dipastikan, entahlah bagaimana orang tua kami menanggapi semua ini tapi bukankah tak ada salahnya berbuat baik dengan menjaga dan membesarkan anak yatim piatu seperti Anabel.

Anabel, ya karena hadirnyalah aku mengalami hal yang tak terduga dalam hidupku, ya meskipun sedikit menakutkan tapi setidaknya itu memberi warna berbeda dalam hidupku. Dan karena Anabel pula aku dan Andra sadar betapa berharganya kami saling memiliki setelah menganggap pernikahan kami sesuatu yang tak penting. The end.
Facebook: Adymas Art

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,…….
suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add
Fb: Adymas Art
Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 98 posts

Please vote Anabel Part 8 (Ending)
Anabel Part 8 (Ending)
5 (100%) 1 vote