Anabel

Hay guys, ini adalah cerita kawanku yang dikirim lewat email kemarin, jadi karena menurutku seram, aku post saja disini. Suara tangisan seorang wanita mengganggu indra pendengaranku dan sukses membangunkanku, merinding ya itulah yang kurasakan sekarang. Tengah malam jam 11:30 dan terdengar suara tangisan wanita bukannya ini familiar? Seperti adegan film-film horor yang mungkin beberapa menit lagi tante kuntilanak akan datang.

Aku perlahan beranjak dari tempat tidurku, keadaan yang menakutkan ditambah otakku yang membayangkan hal-hal horor membuat keringat bercucuran dikeningku padahal jelas-jelas sekarang tengah malam dengan hujan yang bergemericik diluar. *Wow tengah malam dan hujan gemericik bukankah itu moment favorit hantu? Aku berjalan keluar kamar menyalakan setiap lampu diruangan rumahku, kalau di iklan hantukan takut sama cahaya lampu apalagi lampunya philip LED.

Aku terus berjalan menuruni tangga dengan kepala yang aktif tengok kanan kiri sampai tiba didepan kamar didekat tangga. Aku mengetuk pintu perlahan berharap si empu kamar bangun, perlahan-lahan tak juga dibuka, makin keras masih sama, suara orang menagis makin keras terdengar sedangkan si empu kamar belum juga keluar ditambah lagi angin yang menggerakan ranting pohon terlihat jelas dari tempatku berdiri sekarang membuat bayangan horor semakin seliweran dikepalaku.

loading...

Aku mengetuk pintu secara brutal saking takutnya sampai akhirnya suara orang ngamuk membukakan pintu. “*Heh loe gila ya? Lihat jam berapa ini ngapain ganggu tidurku?” semprot si empu kamar. *Ssttt, aku menyuruhnya jangan berisik, dia membuka mulutnya hendak bicara tapi aku langsung menutupnya dengan tanganku meskipun agak jijik juga ya iyalah gimana gak jijik orang baru bangun tidur pastinya tahu kan gimana mulutnya.

Tapi tak apalah kalau keadaan darurat. Dia melotot melihat tingkahku tapi diam saja mungkin masih linglung kali biasa efek bangun tidur. “Dengarin, ada suara cewek nangis!” ucapku pelan. Dia memicingkan telinganya dan mengangguk, aku melepaskan bekapan mulutnya dan menggosok tanganku kearah kaos yang dia pakai sambil mengangguk mengikuti anggukannya.

“Siapa yang nangis jam segini?” tanyanya datar.
“Kalau aku tahu ngapain bangunin loe cumi” jawabku kesal.
“Samperin gih kali saja dia butuh bantuan kita” ucapnya cuek sambil berjalan menuju dapur.
“Lah loe kan cowok, samperin gih sama loe, aku takut”.
“Yang nangis kan cewek, ya cewek *dong yang harus samperin” sambil sibuk masak air dipanci kecil.

“Ya gimana kalau dia bukan manusia? Kuntilanak mungkin?” tanyaku ragu.
“Loe lebih seram dari kuntilanak jadi samperin saja” ucapnya cuek sambil sibuk nyari sesuatu dilemari makan.
“Loe ngapain?”.
“Nyari mie instan lapar” jawabnya cuek.

Aku menarik tangannya menuju pintu untuk melihat siapa yang menangis diluar dan berjanji masakin mie kalau sudah lihat keluar. Meskipun malas-malasan dia akhirnya mau menemaniku, jantungku *deg-degan ketika dia membuka kunci pintu depan, dengan perlehan aku mengendap-endap mengikuti dia yang berjalan didepan. Aku menengok kearah kanan dan kearah kiri hingga mataku menangkap seseorang jongkok didekat pot besar dengan rambutnya yang menjuntai.

Aku menjerit kaget, dan Andra yang sudah berjalan didepanku pun ikut menjerit, entahlah dia menjerit karena apa. Orang yang berjongkok itu mengangkat mukanya lalu berdiri dan ternyata dia hanya anak kecil. Seorang anak perempuan dengan baju tidur frozen yang kotor dan rambut acak-acakan berdiri dihadapanku. Entahlah dia benaran anak manusia atau malah anak jin, tapi aku melihat matanya sembab dan masih terisak jadi aku yakin anak inilah yang sedari tadi menangis.

Perlahan aku mendekatinya dan dia malah mundur. “Adik kecil kenapa menangis disini malam-malam begini? Orang tuamu mana?” tanyaku. Anak itu berhenti menangis dan menatap takut-takut kearahku tapi dia tak menjawab pertanyaanku dan malah semakin mundur menjauhiku. “Jangan takut sayang kakak bukan orang jahat” ucapku merayunya. Anak itu masih diam, matanya mengamatiku dari ujung kaki hingga kepala lalu mendekat dan menarik tanganku untuk mengikutinya. Bersambung ke Anabel part 2.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 92 posts