Anak Perempuan Misterius

Assalamualaikum wr. wb. Jumpa lagi denganku. Umurku 10 tahun dan aku tinggal di Bandung Selatan. Sebelumnya terima kasih yang telah membaca ceritaku. Di sini, aku akan menceritakan kisah yang berjudul anak perempuan misterius, singkat cerita sepulang sekolah aku makan siang bersama ibu dan kakak-kakakku di dapur dan setelah itu biasanya aku bermain bersama teman-temanku di taman bermain.

loading...

Beberapa jam kemudian teman-temanku pada capek dan mereka semua ingin pulang karena ini juga sudah mau sore, tapi aku belum puas bermain dan aku memaksa mereka untuk bermain bersamaku lagi tapi mereka juga memaksaku karena ingin pulang. Karena aku kasihan sama mereka aku ijinkan saja mereka pulang dan aku main sendirian.

Ketika teman-temanku sudah pada pulang, aku menaiki jungkat-jungkit, tapi anehnya saat aku naik aku diam terus di atas padahal aku hanya bermain sendiri. Setelah bermain jungkat-jungkit, aku menaiki ayun-ayunan dan anehnya juga ketika bermain ayun ayunan, seperti ada yang mendorongku (padahal saat itu cuacanya cerah dan tidak ada angin sama sekali).

Lalu aku melihat ke belakang aku terkejut karena di hadapanku ada sesosok anak perempuan dengan baju berlumuran darah, matanya hilang dua-duanya berkulit hitam (seperti habis di bakar) dan jarinya hilang dua (jari telunjuk dan jari manis) dan rambut sepundak. Karena ketakutan aku pun pulang. Singkat cerita ketika tengah malam, aku terbangun karena ingin buang air kecil tapi aku takut jadi aku membangunkan ibuku tapi kata ibuku jangan takut tetapi aku tetap saja takut. Karena tidak tahan jadi aku pergi ke kamar mandi sendirian.

Selesai buang air kecil aku mau kembali ke kamarku tapi ketika aku masih di dalam kamar mandi, pintunya terkunci dari luar sedangkan aku masih di dalam, aku pun berteriak minta tolong bukakan kuncinya. Tapi sama sekali tidak ada yang menolongku dan tiba-tiba lampunya mati, hanya ada cahaya bulan yang terang. Karena tidak ada yang membukakan pintunya jadi aku tunggu saja sambil melihat kesana kemari.

Ketika aku masih menunggu di dalam, aku tidak sengaja melihat ke atas. Sewaktu melihat ke atas sontak aku terkejut karena aku melihat ada anak perempuan yang tadi sedang memotong lidahnya sendiri dengan pisau. Lalu kemudian aku ingin lari tapi karena pintunya terkunci, jadi aku hanya bisa menutup mataku sambil membaca surat-surat Al-quran yang aku hafal.

Beberapa menit kemudian aku membuka mataku dan hantu itu sudah hilang dan pintunya pun terbuka kembali lalu aku segera pergi ke kamar ibuku dan tidur di samping ibuku. Keesokan harinya kedua orangtua dan adikku pergi menengok saudaraku yang sedang sakit tapi aku dan kakak-kakakku tidak ikut. Ketika jam 1 siang orang tua dan adikku sudah pergi dan aku tertidur karena ngantuk.

Di dalam mimpi aku melihat ada seorang anak perempuan yang tadi (tapi kali ini dia bersih dan sehat) sedang bermain ayun-ayunan, lalu tiba-tiba ibu dan ayahnya datang membawa pisau dan segera membunuh anak itu lalu anak itu di bawa ayah dan ibunya ke dapur dan di masukan ke dalam oven besar dan dibakar. setelah di bakar, anak itu matanya di congkel dengan pisau tadi dan di isi darah kelinci yang sudah mati lalu kemudian jarinya dipotong dengan pisau juga.

Karena takut ketahuan orang lain, orang tua anak itu mengambil anaknya yang sudah mati, membawanya ke ruang bawah tanah dan segera di tutupi dengan semen. Beberapa menit kemudian aku terbangun dan segera memberi tau tentang aku melihat anak itu dan mimpiku kepada kakakku yang sedang menonton tv.

Setelah aku menceritakannya, kakakku bilang bahwa dia juga bertemu anak itu, lalu kami memberi tau kepada orang tuaku ketika sudah pulang tapi orang tuaku tidak percaya dengan ceritaku. Baca kisah selanjutnya di Anak Perempuan Misterius Part 2.